Semester baru, “batu pijakan baru”, dosen baru, teman baru, sepatu baru (lho?!), pacar baru (nah kalo yang ini ngarep), dan tentunya pengalaman-pengalaman baru. Minggu, 16 September, 11:43 pm. Saat inilah aku kembali mengetik “omong kosong” ini ke dalam blog-ku yang sudah mati suri selama sekitar sebulan. Sebenarnya tidak banyak yang berubah pada diriku, aku tetaplah seorang Alexander yang selalu dipanggil kambing atau mbingz oleh para fansku (terimakasih untuk fans-fansku yang selalu setia), bertambah tinggi sekitar 2 cm, dan perubahan berat badan bernilai null (yah mungkin nambah 1-2 kilo sih tapi ‘ga keliatan tuh).
Cukup basi-basanya… semester ini, semester terakhirku kuliah di BiNus (mudah-mudahan). Di semester ini, karena sks yang diambil tidak begitu banyak (15 sks, dibandingkan semester kemarin yang 23 sks), maka aku pun memutuskan untuk melakukan sesuatu untuk mengisi waktu luangku yang bertambah, selain untuk mengerjakan skripsi tentunya. Kebetulan salah seorang temanku menawarkan pekerjaan, yang sama sekali aku tak pernah terpikir untuk mencobanya. Menjadi seorang guru les. Akhirnya, telah dua minggu kujalani pekerjaan sampingan buat isi waktu luang sebagai guru les anak SMP. Sebenarnya aku ditawari juga untuk mengajar anak SMA, tapi karena aku sadar diri aku bego di SMA, maka demi kelangsungan “skripsiku yang kusayangi dan kucintai”, maka aku tidak mengambil kesempatan itu karena akan memerlukan lebih banyak effort lebih dari yang kujalani sekarang.
Kegiatan mengajar merupakan kegiatan yang baru bagiku, apalagi yang aku ambil adalah anak SMP. Rasanya seperti melihat diriku sendiri ketika aku masih duduk di bangku SMP. Ketika itu pun aku masih memiliki “kepolosan” seorang anak SMP. Kenakalan-kenakalan yang kulakukan masih selevel anak SMP. Aku belum pernah nonton film porno, belum pernah minum minuman keras, belum pernah “nonjok” orang (dan aku lakukan itu di kelas 3 SMP), belum pernah kabur dari rumah (kalo ini sih sampai sekarang pun belum pernah), ukh… ternyata aku senakal itu kah? Hahahahaha… agak sedikit didramatisir sih, tapi no prob lah, lebih seru…
Soal skripsi, aku merasakan bagaimana sulitnya senior-senior (berterimakasihlah padaku hai para senior yang kusebut kalian sebagai senior di sini… hahahahaha) menyelesaikan skripsinya. Entah mengapa, dosen pembimbing yang sangat diharapkan kehadirannya, dengan santainya menghilang ditelan bumi, tidak hadir di dua minggu pertama. Jangankan menyelesaikan bab satu dan bab dua, outline dari skripisi kami saja masih belum beliau setujui. Untung saja kami berhasil mendatangi Bapak Kepala Jurusan (kayak yang datengin dia itu susah aja…) dan nafas dari skripsi kami pun berlanjut. Mudah-mudahan Senin ini dosen pembimbing dapat hadir, entah apa jadinya kalau beliau tidak hadir lagi…
Hmmm… dan kos kami pun kedatangan seorang penghuni baru bernama Andre (aku belum mendapatkan julukan yang pas untuk orang ini selain “Mr.KetawaGaJelas”, konon julukan ini terlontar olehku saat dia membaca komik sendiri dan ketawa sendiri, hal ini pun terjadi ketika dia bermain game sendiri). Andre memutuskan untuk nge-kos karena tuntutan skripsi, supaya nggak jauh-jauh dari Kojek katanya… ugh… so sweeeettt…. you two….
Oh ya, selain aku, yang baru saja mendapatkan pekerjaan sampingan juga ada lagi, yang pertama adalah Mr.KetawaGaJelas yang menjadi part time programmer dengan gaji yang lumayan dan jam kerja yang lumayan flexible juga. Yang kedua boleh aku katakan sebagai “kerja rodi”, yakni Mr. Pangeran (Lemot) Cinta. Mister yang satu ini bekerja sebagai pengurus sebuah café di apartment Mediterania (daerah Tanjung Duren sana…). Mengapa aku katakan sebagai “kerja rodi”? Jam kerja yang adalah 727 (seven to seven) menjadi penyebabnya, dan itu dilakukan dari p.m. hingga a.m. Bayangkan, masih kuliah, skripsi pula, bekerja seperti itu 6 hari seminggu, kalau aku sendiri sudah dapat dipastikan tidak akan menerima tawaran kerja seperti itu kecuali gajinya di atas 10 juta. Aku tidak akan membeberkan gaji di sini, karena kata nenek itu tidak etis… (sejak kapan nenek-ku ngomong soal gaji?), dan memang sepertinya dia mulai merasa kecapaian dengan pekerjaan yang baru 6 hari dia geluti ini. Yah, kita sebagai teman hanya dapat mendukung… selamat berjuang…
Hmmm… hari Minggu ini ada sesuatu yang menjadi perhatianku, terutama Mr.BoTol alias Kobe. Siang tadi, Kobe meneleponku untuk menanyakan apakah sore ini akan pergi ke gereja atau tidak. Aku yang memang sudah berencana pergi ke gereja bareng Mr.KetawaGakJelas (mulai sekarang disingkat Mr.KGJ karena terlalu panjang), tentu bilang akan pergi ke gereja. Kobe pun mengajak untuk pergi bersama-sama. Sebelumnya, karena aku telah “mengerti” jalur hidup Kobe si manusia telat, maka aku pun bilang : “Nggak pake telat ya, Be”. Dan entah mengapa aku merasa tertipu….
*take a break 5 minutes*
Fiuhhh… jadi begini percakapan sekitar jam setengah 5 sore, hari Minggu sore yang cerah, antara diriku (disingkat menjadi X), handphone CDMA Nokia (disingkat menjadi hp), dan Kobe (disingkat menjadi BoTol… kok malah lebih panjang ya? hehehe)…
X : *tekan dial untuk nomor CDMA BoTol*
hp : *Tuuuuuuuuuuuuuut…. Tuuuuuuuuttt…. Tuuuuuuuttt….. tekan bintang bla bla bla….*
X : *tekan cancel, kembali tekan dial*
hp : *Tuuuuuuuuuuuuuut…. Tuuuuuuuuttt…. Tuuuuuuuttt…. Tekan bintang bla bla bla….*
X : *terdiam…. Tekan cancel, lalu kembali tekan dial*
hp : *Tuuuuuuuuuuuuutttt…. Tuuuuuuuuutttt……
dan akhirnya…
BoTol : “Ya? Ada apa Lek?”
X : “Jadi ke gereja nggak?”
BoTol : “Jadi lah, lu siap-siap buru…”
X : “Nggak salah Be? Gue udah siap dari tadi, tinggal pergi ini…”
BoTol : “Oooo… yah udah, aku mandi dulu sekarang…”
X : *terdiam…*
X : “Gue sama temen gue nih Be, gimana kalo kita duluan? Udah setengah 5 ini…”
BoTol : “Jangan lah, sama-sama aja….”
X : “Ya udah buru kalo gitu… cepat mandiii….”
*15 menit kemudian… (perlu diingat misa dimulai jam 5)*
Aku bersama Mr.KGJ menyusul ke tempat kos BoTol, dengan maksud menjemput supaya tidak terlalu lama.
X : (teriak)“Kobeeeeeeee……. Beeeeeee….”
BoTol : “Bentar lagi Lek! Lagi mandiiii!”
X : “Astaga… jam berapa iniiiii….”
BoTol : “Bentar lagi juga kelaaaaaarrr”
BoTol : (sambil keluar bawa handuk dan peralatan mandi) “Lu duluan aja deh Lek”
X : “Bah! Tadi katanya suruh tunggu, mau bareng, kok malah disuruh duluan?”
BoTol : “Ini temenku yang satu lagi juga lom tau udah siap atau belum…”
X : “swt… ya udah gue pergi…”
Sekian cerita mengenai ketidakjelasan Kobe dan juga kebiasaannya yang selalu telat ketika pergi ke gereja.
Untung aku terbiasa dengan gaya Kobe yang telaten - sering telat, huahuahuahua… (Tanya kenapa? Aku paling nggak suka kalau telat pergi ke gereja… Mungkin karena kebiasaan yang diterapkan di rumah sewaktu kecil… Hmmm….)
Sebenarnya masih banyak yang ingin aku ceritakan, but for the first of the month, I think it’s enough…. tapi sebelum pamit, aku mau mengetik Feu a.k.a William Lesmana karena diminta untuk memuat orang ga jelas ini dalam blog kali ini, terlaksana? Gut gut…
So, have a nice time on my blog!
Regards,
Xander™









Subscribe Me!