Penyiar Berita A: “Tim Densus 88 telah berhasil meringkus gembong teroris paling dicari di Indonesia, Noordin M. Top”
Penyiar Berita B: “Ya, sudah dipastikan bahwa teroris yang digrebek di Temanggung adalah Noordin”
Penyiar Berita A: “Betul sekali, kepastian ini didapat dari jawaban yang diberikan oleh teroris yang berada di dalam rumah saat ditanya dari luar siapa di dalam, dan dijawab dengan ‘Noordin!’”
Berikut ini adalah sekilas penggalan dari pembicaraan dua orang penyiar televisi swasta, yang lagi memperlihatkan gambar penggrebekan teroris di Temanggung, yah sekitar seminggu yang lalu. Begitu dengar mereka ngomong gini, gue langsung ngakak. Ngakak sehabis-habisnya. I mean it. Maksud gue, gimana kalo teroris yang di dalam rumah itu ngakunya “Leonardo Di Caprio!”, apa mereka langsung percaya aja itu Leo? Kok pede bener gitu bilang yang di dalam itu Noordin? Kenapa ga bilang: “kemungkinan besar memang Noordin”, alih-alih dengan pedenya bilang bahwa itu Noordin? Kalau waktu itu Noordin beneran lagi nonton tv, mungkin dia juga bakalan ngakak… Mudah-mudahan enggak deh…
Pers Indonesia sekarang ini memang aneh, suka mencari sensasi sendiri, demi membuat beritanya laku dan duit ngucur. Gak jauh-jauh, website-website berita sekarang, yang dulunya gue percaya sebagai website terpercaya dalam menampilkan berita-berita terkini, cepat dan akurat *huyuuuh*, sekarang malah menjual judulnya. Misalkan, jangan jauh-jauh deh, judul yang ditampilkan adalah cerita sebuah film, misalkan salah satu aktor terkenal meninggal dunia (padahal aslinya terjadi di film doank), begitu buka isinya, kecewalah gue… bukan berarti gue ngarep itu aktor beneran meninggal ya, tapi ya coba judul itu yang bener, jangan menimbulkan harapan-harapan ataupun mimpi-mimpi palsu pada masyarakat Indonesia, yang menurut gue udah cukup menderita tanpa harus dikasi mimpi-mimpi palsu, macam tewasnya teroris yang dengan pede dibilang pers adalah Noordin, padahal belum jelas iya atau bukan, dan terbukti memang bukan!
Setiap orang punya mimpi. Bahkan teroris aja punya mimpi. Sejauh yang gw tangkap dari tujuan-tujuan aksi terorisme, mimpi mereka adalah membuat dunia lebih baik, sejalan dengan ajaran yang mereka percayai, namun tetepppp… salah kaprah! Mimpinya baik, namun jalannya tidak baik. Menurut yang gue percayai, ada satu paham yang gue pegang teguh sebagai paham terbaik yang pernah gw dengar, yang gue sendiri sampe saat ini belum bisa melaksanakannya, but keep on trying! Paham tersebut adalah: Cintailah musuhmu! Heiiii guyssss, musuhmu yang harus kamu cintai, bukan cuma teman sendiri, sahabat sendiri, yang memang itu wajar kalo kita cintai, tapi kali ini: MUSUH! Berbeda dengan paham terorisme, musuh harus dibasmi, dan kalau gue liat dari aksi teror di Indonesia ini, yang menjadi musuh adalah orang sipil, karena yang dibasmi adalah orang sipil yang bahkan gak ngerti politik, konflik, ataupun kepentingan-kepentingan yang dianggap tujuan bagi para teroris tersebut! Adilkah?
Di tengah ketidak-adilan di dunia ini *cie ileh omongannya*, gue juga ngerasa miris sama dunia sepakbola Indonesia. Udah ga jadi lawan MU gara-gara teroris, sekarang tim penuh pemain berbakat malah diskors ga boleh main di Piala Indonesia gara-gara walk out waktu final kemarin, katanya sih gara-gara wasit yang ga becus mimpin pertandingan sehingga tim mereka merasa dirugikan. Huyuuhhh ada-ada aja… belum cukup sama itu, sekarang siaran sepakbola luar negeri yang musim kemarin di-discount gara-gara ga ada yang berani nayangin liga Inggris yang mahal itu (walaupun salah satu televisi akhirnya nayangin juga biarpun bukan big match), sekarang malah ilang dua liga lagi, Liga Spanyol n Liga Italia. Belom ada televisi yang nyanggupin buat nayangin dua liga tersebut, padahal Liga Spanyol musim ini sangat ditunggu, bukan cuma gue, gue yakin banyak banget yang nunggu partai Madrid vs Barca ditayangin di televisi swasta kita. Turut berduka cita deh… semoga mimpi pencinta bola di Indonesia bukan cuma sekedar mimpi di siang bolong… tapi bisa jadi kenyataan…
Akhirnya, mimpi itu hak setiap orang, tinggal bagaimana kita berusaha buat ngewujudkan mimpi itu jadi kenyataan, dengan tidak bersinggungan dengan kepentingan orang lain sehingga merugikan orang lain. Sulit? Masih sulit mana dengan mencintai musuh? Tapi itulah mimpi terindah di dunia. Bila kita bisa mencintai musuh kita, otomatis tidak ada lagi istilah musuh. Biarpun tampak mustahil, tetaplah berusaha, tidak ada yang tidak mungkin bagi pencipta kita bukan? Sebuah lagu menutup blog gue kali ini, dari Raul Midon yang judulnya State of Mind. “Keep dreaming!”
PS: Selamat ulang tahun bangsaku, semoga semakin maju, semakin baik, semakin dewasa (64 tahun ga dewasa-dewasa? Tanya kenapa?), dan semakin aman tentu saja… MERDEKA!
Regards,
Xander™









Subscribe Me!
keep dreaming , but don’t forget look reality 2 :d
asal jangan bad dream aja -_-
kalo dari dalam rumah teroris itu dijawab “Tukang bakso , mau mas? murah nih” gmn kira2 reaksi para wartawan + orang lain -_-
cintailah musuhmu dan bencilah kejahatannya ? bener gitu lek :d ?
Comment by zerocross — August 17, 2009 @ 12:33 am
masih pesimis dengan kemajuan negara ini. walau tetap berharap.
masalah berita. ma detik paling jreeeng.. titlenya cari sensasi semua.
Comment by CeRuLeaNSpHyRnA — August 17, 2009 @ 9:03 am
knp teroris ny waktu ditanya ga jawab : “ih mau tau aja”
huehehhe
iy setuju lek…judul berita ny detik ga sesuai ama intinya
Comment by cilpi — August 17, 2009 @ 6:34 pm
hahaha
itulah kondisi Indonesia sekarang
makin gembar gembor ingin ini itu
malah makin kelihatan ketidak mampuannya
ya same like Adrian
rada pesimis sih, tapi ya
hope for the best aja dah
gmnpun kan ini negara tmpt kita lahir n besar…
Comment by chocodile — August 17, 2009 @ 11:54 pm
@zero: intinya, balas kejahatan dengan kebaikan… susah bener ya??
@adrian: hmmm… hopeless sih tampaknya tapi keep on praying and keep on trying!
@cilpi: kalo dijawab gitu langsung “GUBRAK” tar tentaranya…
@popo: nice!
Comment by Xander™ — August 18, 2009 @ 12:09 am
dimanakah tuhan itu sekarang ini.apakah ada di dalam hati kita ini?
Comment by dedis mejiko lbn tobing — October 15, 2009 @ 11:29 am