Kekosongan Malam

Diary


‘Met malem…
Hari ini selasa 23 Mei 2006, entah kenapa tengah malam begini aku ingin menulis, mungkin memang karena aku sedang ‘bad mood’ gitu… tapi aneh juga, soalnya biasanya ketika aku bad mood, tidak ada yang akan aku kerjakan… namun malam ini berbeda dari biasanya…

Yah, setiap orang mungkin memiliki suatu titik di mana dia sedang tidak ingin tersenyum dalam hidupnya… bukan karena kesalahan orang, bukan karena permasalahan orang, bukan karena orang berbuat ‘bad things’ atau aku yang berbuat itu pada orang lain… namun memang ada saatnya setiap orang butuh waktu sendiri… berpikir… menyesuaikan dirinya lagi pada waktu… pada dunia… dan pada hidupnya…

Dan exactly.. aku sedang mengalami hal itu.

Sebelum itu, sebenarnya bad things happen to me, tadi pagi itu, aku telat kuliah. Dan kuliah itu lab… dan lab itu adalah yang terakhir semester ini sebelum ujian… dan aku tidak jadi masuk… whatever, thats not my first concern. Ini belum selesai, satu jam kemudian, aku baru sadar, ternyata AC ku ini bocor. Bocor bukan berarti tidak masalah, namun bocornya itu tepat mengenai monitorku tersayang ini. What the…??? OMG… secepat kilat aku langsung mematikan komputer dan melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib di kos… namun karena aku mau berangkat kuliah saat itu juga, maka kutitipkan kunci kamarku ke temanku ‘Bossie’ yang enggan disebutkan nama aslinya… demi menghindari ketenaran katanya… dan aku sangat berterima kasih pada Bossie yang bersedia membantu walaupun dalam keadaan setengah teler…

Ketika pulang dari kampus, aku kebetulan bertemu dengan yang membetulkan AC ku itu, dan dia bilang: “Beres! Udah selese kok dari tadi!”

Dengan perasaan semangat aku kembali ke kamarku, dan mendapati monitorku basah oleh air yang menetes dari AC ku… OMGdragon!!!! Katanya “beres”???? tanpa ba bi bu, langsung aku ke bawah lagi dan “agak protes” mengenai keadaan mengenaskan itu…

Setelah dicuci ulang, akhirnya sore jam setengah 6 aku dapat merasakan kamarku kembali ke bentuk aslinya, setelah aku pel kembali tentunya… persoalan AC sudah cukup menyita waktu dan pikiranku tentunya… selain persoalan keuangan yang biasa melanda anak kost di akhir bulan… seandainya ada kucuran dana IMF untuk anak kost… *berkhayal mode: ON*

Kembali pada topik tadi,
Aku sedang berada di titik tersebut, ketika senyumku itu semu, ketika tawaku itu palsu, kan tidak enak juga kalau orang lain berusaha membuat orang-orang sekitarnya tertawa namun aku hanya diam menatap kosong… sepertinya membahagiakan orang itu memang yang pertama. I think I’m quite good for hiding my emotion to other people.

Di waktu seperti ini, apa lagi yang dapat kulakukan? Tapi anehnya, aku mampu menulis sebuah puisi, kalau layak disebut begitu, yang kuberi judul seperti di bawah ini, sebagai penutup blog kali ini:


Ketika Malam Tiba….


Ketika malam tiba…
Segala pikiran dan perasaan menjadi nyata…
Ketika malam tiba…
Semua kekesalan dan amarah menjadi satu…
Ketika malam tiba…
Rasa rindu dan sendiri ini menyelimuti diri…
Ketika malam tiba…
Keputusasaan dan kebimbangan melanda jiwa…

Pernahkah engkau rasakan…
Ketika sang bulan sudah mulai tersenyum manja…
Saat itulah semua kegundahan menyatakan dirinya…
Saat itulah kesendirian dan kesepian merajai…
Saat itulah putus asa menggunting pita merahnya…
Saat itu juga sang pujangga menggoreskan penanya…
Berharap ada yang menemani di malam ini…

Pernahkah engkau rasakan…
Ketika sendiri merenungi kapal yang sedang engkau tumpangi…
Ketika sedang putus asa melihat awak kapal yang hanya diam membatu…
Ketika tidak ada yang menemanimu minum secangkir teh hangat di buritan kapal…
Apa yang engkau pikirkan saat itu?
Apa yang engkau butuhkan saat itu?

Sang pujangga menanti sang dewi menunjukkan dirinya dari balik lautan…
Sang pujangga menanti angin surgawi yang akan membawanya pada tujuan hidupnya…
Itulah magis sang malam…
Ketika malam tiba…
Bagi sang pujangga…
Malam adalah penderitaan…
Ketika harus kembali pada kenyataan yang pahit…
Yang harus kembali mereka lewati di saat tidurnya sang surya…
Lagi lagi lagi dan lagi…
Sabar menanti sang dewi…
Ketika malam tiba…

Dibuat saat tengah malam… 23.05.2006


Kalau melihat puisi yang terjadi begitu saja, aku jadi bertanya-tanya sendiri : Am I in Love?

Selamat malam semuanya…
Selamat tidur…

Regards,

Xander

14 responses to this post.

  1. Posted by Bossie on May 23, 2006 at 1:50 am

    10% kehidupan dibuat oleh hal-hal yang terjadi terhadap kita.
    90% kehidupan ditentukan oleh bagaimana kita bereaksi / memberi respon.

    Apa artinya?
    Kita sungguh-sungguh tidak dapat mengontrol 10% kejadian-kejadian yang
    menimpa kita.
    Kita tidak dapat mencegah kerusakan mobil. Pesawat mungkin terlambat, dan
    mengacaukan seluruh jadwal kita.
    Seorang supir mungkin menyalip kita di tengah kemacetan lalu-lintas.
    Kita tidak punya kontrol atas hal yang 10% ini.

    Yang 90% lagi berbeda. Kita menentukan yang 90%!
    Bagaimana? Dengan reaksi kita. Kita tidak dapat mengontrol lampu merah,
    tapi dapat mengontrol reaksi kita.
    Jangan biarkan orang lain mempermainkan kita, kita dapat mengendalikan
    reaksi kita!

    ingat satu hal..
    “kita tidak dapat mengontrol 10% hal-hal yang terjadi.
    Tapi yang 90% lagi ditentukan oleh reaksi kita”.

    Jadi,
    jgn sampai 10% menjadi dominan, mengontrol dan mendominasi 90% HIDUPMU yang lain..

    Orginally by;

    ~ Bossie ~

    [NB: Gw nulis comment-nya sambil ngantuk, jd klo terdapat kesalahan harap dimaklumi –“]

    Reply

  2. Posted by Xander on May 23, 2006 at 1:55 am

    @bossie:
    kebanyakan orang kalau menghadapi seperti itu malah lari dari kenyataan… what can you do, boss?

    Reply

  3. Posted by Wandy Eka Pranata Sang Pangeran Cinta on May 23, 2006 at 2:22 am

    Kayaknya si Boss copy paste tuh…
    Wakakakakaka….

    Reply

  4. Posted by Wandy Eka Pranata Sang Pangeran Cinta on May 23, 2006 at 2:33 am

    Ketika malam tiba…

    Hantu gentayangan…

    Setan berdatangan…

    Dan Alekxs melayang-layang…

    –‘

    Waktu saya menghadapi masalah seperti kamarku ini yang selalu ada saja masalahnya (tidak perlu saya sebutkan), saya selalu berpikir untuk pindah (lari dari masalah) tapi sampe saat ini saya masih belum “lari” juga… Bodohkah itu? Atau itu yang namanya mau menghadapi masalah?
    (Kayaknya sih bodoh :p)

    Reply

  5. Posted by Xander on May 23, 2006 at 9:38 am

    @wandy eka pranata:
    bener2 gak jelas –‘
    itu beda lagi, beda persoalan kalo soal kamar…

    Reply

  6. Posted by Will a.k.a Will --' on May 23, 2006 at 11:05 am

    ini comment g di ym –‘:

    williamfeu: lek
    williamfeu: lab terakir ?
    williamfeu: omg
    williamfeu: mateng
    williamfeu: dah
    Alexander Henry: wew
    williamfeu: uap kapan
    Alexander Henry: cuek
    Alexander Henry: 2 minggu lagi
    williamfeu: wew
    Alexander Henry: kalo UAP SBD kayaknya minggu depan
    Alexander Henry: kalo jarkom sih ikut aja lagi minggu depan
    Alexander Henry: di kelas genap
    williamfeu: “Dengan perasaan semangat aku kembali ke kamarku, dan mendapati monitorku basah oleh air yang menetes dari AC ku… OMGdragon!!!! Katanya “beres”???? tanpa ba bi bu, langsung aku ke bawah lagi dan “agak protes” mengenai keadaan mengenaskan itu…” -> beres lek
    Alexander Henry: –‘
    Alexander Henry: comment di sono will
    Alexander Henry: jangan di YM
    williamfeu: –‘
    williamfeu: “Kalau melihat puisi yang terjadi begitu saja, aku jadi bertanya-tanya sendiri : Am I in Love?” -> uda gede yah –‘

    btw we got the same problem –‘ (qoute: last word blog u), what should we do… what must we do… what can we do…….

    Reply

  7. Posted by BeD on May 23, 2006 at 12:43 pm

    Hm… hm… kadang… sendiri itu asik kok… tapi lebih asik klo ada yang nemenin… hehehe
    Are you in lope???
    ……………….
    I think i’m in love… ^o^
    sama lagi donk… hahaha

    Reply

  8. Posted by Mel on May 23, 2006 at 4:33 pm

    haaa… memang ada saatnya kita mengalami bad mood yang ngga kira2 … pada waktu itu orang bisa jatuh tertimpa tangga kejatuhan cat pula…
    ck ck ck

    tapi santai saja…

    “the sun’ll come out tomorrow, bet you bottom dollar that tomorrow… there’s be sun…
    just thinking about tomorrow…”

    halah.. malah nyanyi…

    ehehehe
    tapi kalao memang bener kamu lagi fallin in love… bagus lah…

    kenapa bagus?

    yah… pkoknya bagus aja lah

    Reply

  9. Posted by Xander on May 23, 2006 at 5:39 pm

    @papa feu a.k.a will:
    you got the same problem?

    @bed:
    belum tentu jg bed, lagi mencari tau jg… apa gw lagi ngalamin yg sama ato nggak ama lu… hehehe…

    @mel:
    emang bener sih mel, fall in love itu bisa berdampak bagus… jadi gak males… hahahaha… tapi ini lom tentu loh… kan masih ada tanda ‘?’

    Reply

  10. Posted by Anonymous on May 23, 2006 at 6:05 pm

    ker mellow…. jatuh cinta ama monyet mana neh ??

    Reply

  11. Posted by Xander on May 23, 2006 at 7:18 pm

    @anonymous:
    melow iya, jatuh cinta lom tentu… monyet? jatuh cinta ama orang aja ah, gak mau ama monyet…hihihihi…

    Reply

  12. Posted by Stewart on May 25, 2006 at 10:30 am

    oit, jatuh cinta ama sapa lu?
    btw, monitor kena aer ga rusak?

    Reply

  13. Posted by Anonymous on May 29, 2006 at 11:45 am

    @stewart:
    hahahaha mau tau aja…😛
    untungnya cuma pinggirnya doank yg kena aer ste… mudah2an gak rusak…

    Reply

  14. Posted by Xander on May 29, 2006 at 11:53 am

    anonymous itu gw… –‘

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: