Past Memories

Daydreaming


Satu hal baru yang kudapat selama luntang-lantung nggak ada kerjaan di Jakarta, yaitu aku dapat berkhayal sesuka hati…. That’s the point! Berkhayal! Neh.. neh… neh… bukan sembarang berkhayal, tapi lebih tepatnya, melamun… nah apa bedanya coba! Don’t take it negatively. Aku mengenang masa lalu. Melamun yang dulu-dulu. Terus aku bandingkan dengan keadaanku sekarang ini. Hmmm… jadi blog kali ini berisi tentang kenangan.

Kenangan. Masa lalu. Orang bilang, f**k with the past, just do the path of life you’re walking on… Mungkin itu ada benarnya, tapi aku pribadi nggak setuju soal itu. Kenangan akan masa lalu adalah sesuatu yang berharga. Memang waktu tidak dapat diputar kembali, memang aku tidak dapat kembali ke masa lalu, justru karena itu, hal yang paling berharga dari masa lalu adalah kenangan. Kenangan adalah bukti nyata, bahwa seseorang pernah eksis di dunia ini, setidaknya di masa lalu. Lalu apa masalahnya dengan ‘keeksisan’ seseorang di dunia? Jelas besar sekali, setiap orang tentu ingin diketahui keberadaannya di dunia ini, ingin diakui keeksisannya. Oleh karena itu orang selalu berusaha, dalam hal apapun, agar dirinya diakui.

Kenangan, tentu setiap orang memilikinya. Mungkin tidak bagi orang yang hilang ingatan total, tapi bagi orang yang lain, kenangan tetap tertulis, biarpun dia tidak menginginkannya. Melamun tentang masa lalu, aku menemukan banyak sekali kenangan diriku, yang berisi momen-momen hidupku di masa lalu, apakah itu yang menyenangkan, menggembirakan, menyedihkan, atau bahkan sangat memalukan, kenangan itu tetap ada. Kadang aku tersenyum sendiri memikirkannya.

Pernah dulu, ketika aku masih sekolah, aku mengalami sesuatu yang sangaaaaaat amaaaaat sangaaaaaaat memalukan! Waktu itu sekitar jam 7 malam, sepulang dari gereja, aku pergi ke restoran atas pesanan papaku, tujuannya membeli sayur untuk makan malam. Then, something happened. Ternyata di sana ada pesta, entah pesta apa, namun yang pasti, pada awalnya aku nggak peduli sama sekali. Aku memesan menu yang dititipkan, lalu menunggu. Anehnya, ada seorang dari antara mereka yang di pesta, memanggilku. Katanya: “Ayo sini, kok diam di situ… ayo ikut makan sama yang lain” Aku menghampiri mereka, dan sadar bahwa itu adalah sebuah pesta ulang taun. Dan parahnya, aku melihat salah seorang dari orang tua di situ, yang mirippp… sumpah mirip banget dengan sodaraku. Ketika mereka menawariku makan, aku tolak sih, namun ketika mereka menyalamiku, aku kira aku kenal dengan mereka (gara-gara ada yang mirip tadi…) namun lupa. Padahal asli, emang lupa dan gak kenal sama sekali… hoahahahahaha… parah kan. Aku menjadi pusat perhatian saat itu, mungkin yang lain kira, aku memang kerabat dari mereka. Padahal sama sekali nggak kenal! OMG! Dari situ aku langsung mengalami kemaluan yang amat sangat… ehhhh maksudnya, rasa malu yang amat sangat. Setelah membayar menu pesananku, langsung deh ngacir keluar dan pulang. Di perjalanan pulang, aku berpikir, kok aku bisa-bisanya mendatangi meja mereka dan berbuat seperti itu… sungguh memalukan. Hahahahaha… namun aku sekarang dapat tertawa lebar mengingat kenangan itu.

Kenangan memalukan, pada awalnya memang ingin dibuang jauh-jauh, namun namanya kenangan tertentu, tak terlupakan. Pernah juga, aku memiliki kenangan yang membuatku takut setengah mati. Aku sakit DBD (Demam Berdarah Dengue – kalo nggak salah nulisnya…) dan masuk rumah sakit. Selama 5 hari, kadar trombosit dalam darahku terus berkurang, padahal demam dan juga rasa mual sudah tidak kurasakan lagi. Ketika itu, kadar trombositku mentok sampai 30, kalo nggak salah ya. Kabarnya, kalo sampai 0, maka aku tidak akan dapat mengetik ini lagi. Hahahaha… so scary. Malam itu, dokter bilang kepadaku dan orang tuaku, kalo besok paginya tidak naik juga, maka harus secepatnya dibawa ke Bandung, untuk perawatan lebih intensif. Aku pikir, semakin gawat aja situasinya. Dan sungguh, saat itu aku berpikir ke arah kematian. Maklum, masih kelas 2 smp, cara berpikir masih pendek. Yah, siapa juga yang nggak takut sama kematian kan. Namun syukur, dengan penuh doa, akhirnya besok paginya, aku mengalami peningkatan. Gak jadi mati deh… hahahahaha… ada lagi pengalaman mendekati kematian, itu pernah aku ceritakan juga di blog ini, waktu aku mengalami tabrakan mobil, sungguh menakutkan mengingat kejadian seperti itu, namun dengan itu, aku dapat lebih bersyukur kembali pada yang maha kuasa, karena aku masih diberi hak untuk hidup sampai saat ini….

Kenangan lucu juga banyak. Salah satunya terjadi baru-baru ini. Seorang teman blogging ku menulis tentang sesuatu yang memang agak ekstrim, namun nyata. Salah seorang yang mengaku perwakilan dari kelompok yang ‘tersentil’ dalam blog temanku itu melancarkan ancaman dalam bentuk comment. Dan anehnya, segera setelah itu blog temanku jadi banyak yang comment, padahal tadinya cukup jarang. Padahal dalam commentnya, ‘sang wakil’ itu bilang: “bukan begini caranya untuk jadi populer”. Tapi aku pikir, coba kalau dia tidak comment dan mengancam di situ, sudah dapat dipastikan, yang comment di situ pun hanya segitu-segitu aja. Seperti biasanya. So, thanks to ‘the messenger’ karena telah membantu mempopulerkan blog temanku itu. Hahahaha… sama halnya dengan salah satu majalah di Indonesia, yang dilarang karena merusak moral, justru gara-gara dilarang, dihujat, dan disomasi, maka banyak orang mencari majalah tersebut karena penasaran, dan memang, majalah itu laku keras, padahal isinya tidak semenakutkan namanya. Hahahaha… ada-ada saja kejadian hidup ini. Sekali lagi, itu kenangan….

Kenangan, selalu menjadi bagian hidup dari seseorang. Dengan kenangan, orang belajar menghargai sesuatu. Ketika ia mengingat kenangan akan sakit, ia akan bersyukur menjadi orang sehat. Ketika ia mengingat kenangan akan kematian, ia akan bersyukur bahwa dia masih diberi kehidupan. Ketika ia mengingat kenangan yang menyenangkan, ia akan bersyukur bahwa ia pernah bahagia, dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Ketika ia mengingat kenangan patah hati, maka ia akan belajar lebih menghargai perasaan orang sehingga kejadian itu tidak terulang untuk kedua kalinya. Ketika ia mengingat kenangan akan jatuh, ia akan berusaha untuk tidak jatuh lagi dan akan mudah bangkit jika memang terjatuh kembali, karena ia sudah tau cara untuk bangun.

Kenangan apa yang kamu punya, kenangan apa yang kamu temukan sekarang ketika membaca blog ku ini, hargailah itu, sungguh-sungguh dengan hatimu. Kenangan adalah sesuatu yang paling berharga dari masa lalu. Apakah itu buruk atau baik, dapat memberi gambaran apa yang telah kita lakukan, dan menjadi patokan untuk lebih baik lagi. Ketika kenangan itu menyakitkan, kadang memang dapat membuat orang jatuh, dan sulit untuk maju. Namun kenangan hanya kenangan. Tidak berpengaruh lagi (setidaknya) pada apa yang kita lakukan. Hanya sebagai gambaran dan patokan, apakah yang harus kita lakukan setelahnya, maju apakah mundur, itu keputusan masing-masing individu.

Just want you to know, apapun kenangan itu, seburuk apapun atau sebaik apapun yang telah dilakukan, hanya satu yang tetap setia. Tuhan. Tuhan yang maha pemaaf akan memaafkan segala kesalahan yang telah diperbuat. Tuhan yang maha penghibur akan menghibur segala kesedihan yang telah terjadi. Tuhan yang maha segalanya akan mendengarkan segala ocehan kegembiraan yang telah dilalui. So, He is the past, the present, and the future.

Lately, I’ve used to sleep almost in the morning. Aku harap, hal ini tidak berlangsung terus, mudah-mudahan setelah aku pulang ke Tasik hari Selasa nanti, my bad habit ini nggak terus berlanjut. Oh God, ternyata sekarang juga sudah hampir pagi. Kalo gitu, blog ini aku sudahi sampai di sini saja. Oyasumi….


Regards,


Xander™

7 responses to this post.

  1. Posted by BeD on July 30, 2006 at 10:46 am

    Yup… gue bersyukur karena masih punya kenangan sampe saat ini… Sayang banget klo ga ada kenangan hidup… Baik yang bagus or yang jelek… Kenangan membuat gue menjadi tau indahnya kehidupan. Indah banget bisa hidup di dunia ini…😀

    Reply

  2. Posted by Adrian "SpHyRnA" on July 30, 2006 at 1:36 pm

    kenangan masa lalu yang membuat g berubah?

    tuh ip semester 3 yang jeblok gara2 kebanyakan maen dota.. akhirnya semester 4 belajar de.. tetep aja masih jauh dari harapan se.. tapi naik 0,8 mayanlaah

    Reply

  3. Posted by Xander on July 30, 2006 at 3:59 pm

    @bed:
    Apakah hidup itu indah bed? Buat gw sih masih misteri… tapi gw selalu berusaha membuat hidup itu indah kok… hehehehe….

    @adrian:
    nah, bagus kan itu, 0.8 gede kali dri….

    Reply

  4. Posted by Sang Pangeran Cinta on July 30, 2006 at 11:24 pm

    Kenangan….
    Aduh.. Soal kenangan, saya punya banyak kenangan yang buruk dan menyakitkan hati..
    Kenangan cinta lebih banyak lagi..
    Hahahahahaha…..

    Reply

  5. Posted by Xander on July 30, 2006 at 11:32 pm

    @sang pangeran cinta:
    ternyata pangeran cinta masih idup… welcome welcome…

    Reply

  6. Posted by Hans on July 31, 2006 at 11:13 am

    Ngerakeun gelo maneh nu pas di restoran, hahahahaha…

    Selidik punya selidik ges apal can saha nu di restoran ??

    Urg boga kenangan bodor bareto ker SD, hahahaha….

    “Mas bukan gini kalo pengen populer”
    “Populer nu flat mah…”

    Ges ah… Hehehehehe….

    Reply

  7. Posted by Xander on July 31, 2006 at 11:33 am

    @hans:
    memang ngerakeun hans… rek kumaha deui… hahahahahaha… can apal euy saha na mah… wah populer nu flat… dasar… =))

    *yang tidak mengerti boleh mengirim pm kepada saya, nanti saya kasih transkrip terjemahannya (-.-)’

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: