Aku Dalam Sakitku

Filosofi Hati



Sakit. Itu yang aku rasakan sekarang. Selain keletihan yang amat sangat karena kurang tidur dan juga ’petualangan menarik’ ke Mangga Dua dan TA tadi siang. Aku inginnya sih sekarang tidur, tapi apa daya, mata menutup namun pikiran tidak dapat istirahat. Tak dapat disangkal, aku memikirkan ”dia”.

Sebenarnya ini merupakan resikoku mencintai orang yang sudah memiliki orang lain untuk dicintai. ”Mengapa aku baru mengenal dia sekarang…. Mengapa aku baru mencintai dia sekarang…. Bila, hanya bila, aku lebih dulu dari orang itu…. ” Sekelebat kalimat-kalimat itu selalu menghantui pikiranku, yang menyebabkan terpejamnya mataku menjadi tak berguna. Aku memang sudah menduga akan mengalami sakit seperti ini. Namun aku tak dapat melawan perasaanku sendiri. Maafkan aku teman-temanku, terutama yang sudah dengan baik hati, mengingatkan aku akan hal ini.

Beberapa hari terakhir ini, aku terbang terlalu tinggi. Harapan yang semu sebenarnya, namun aku tak kuasa menghindarinya. Aku tak kuasa menolaknya sehingga aku terbang semakin tinggi saja. Sesuai logika, semakin tinggi terbang, semakin sakit bila jatuh. Hari ini aku mengalami itu semua. Secara berurutan pula. ”Dia” tidak salah, begitupun orang yang ”berada di sisinya”. Aku yang salah karena aku tidak mengenali itu dari semula, atau mungkin sudah mengenalinya, ya, sudah mengenalinya namun bersikap seakan-akan aku tidak mengetahuinya sama sekali, karena aku terlalu mencintainya. Aku terbuai akan harapan, mudah-mudahan kata-kata ”dia sudah ada yang memiliki” itu hanyalah tameng untuk menutupi kesendiriannya. Namun hari ini semua menjadi bertambah jelas. Tameng yang diharapkan seakan bertambah semu.

Sakit. Itulah yang menjadi penghibur malamku sekarang. Aku merasa sendiri, merasa bodoh. Aku sudah tau akibatnya pada diriku, namun tetap bermain api dan terpecik oleh apinya. Hanya terpecik. Namun itu sudah cukup membuatku kehilangan setumpuk harapan yang kukumpulkan selama ini. Apakah sakitku akan berakhir di sini saja? Kemungkinan tidak, karena hampir mustahil aku akan menghindar darinya begitu saja. Semua yang telah aku alami, segala hal yang berkaitan dengannya selama ini, tidak mungkin akan lenyap begitu saja. Karena aku tak pernah menyesal.

Aku tak pernah menyesal mencintai dia, aku tak pernah menyesal merasakan ini, aku tak pernah menyesal terjatuh dan sakit. Namun aku juga tak akan menyerah dan melepaskan harapan yang muncul begitu saja. Meskipun harapanku telah banyak hilang, namun aku akan tetap berharap. Ada pepatah mengatakan, manusia bisa hidup karena memiliki harapan. Aku juga akan tetap hidup dan berharap.

Aku baru saja menerima sebuah email yang isinya menambah kebingungan di hatiku. Ah, sudahlah, tinggalkan saja kebingungan itu di belakang… aku sudah cukup sakit tanpa perlu ditambah kebingungan. Apakah harapan itu akan datang lagi? Apakah aku harus bertahan demi hatiku? Selama nafasku masih menderu, biarkan waktu yang menjawabnya… Buat teman-temanku, I really really feel thankful for your opinion, suggestion and even critics, that make me even stronger person than before. Mungkin aku terlihat dan terdengar seperti orang bodoh sekarang ini, tapi itulah aku, yang lemah menghadapi perasaanku sendiri. Aku yang bisa terlihat tegar di depan orang lain, lemah menghadapi hatiku sendiri. Pathetic isn’t it ?

Mungkin aku akan mencoba tidur sekarang, mencoba menimbun rasa sakit ini dengan terlelap dalam tidurku. Semoga ketika aku bangun esok hari, aku merasa lebih kuat, lebih segar, dan kembali mendapatkan semangatku. Good night…..


Regards,

Xander™

8 responses to this post.

  1. Posted by Will on September 19, 2006 at 12:24 am

    >_______________< alek.. dunno wat to say but i know it's very hard but... get up n stand firm… dun worry… we’re always there to cheer u up n we’re always there to ease ur pain… we couldn’t hold u back or should i say we don’t want to hold u , coz we appreciate ur choices . but if u fall from wat u’ve chosen . then that’s our time to take an action to ease ur wounds… ___________________________________
    GBU †

    Reply

  2. Posted by silvia on September 19, 2006 at 12:26 am

    jangan pernah berhenti memberi cinta bila kau tak ingin kehilangan cinta…

    jangan pernah berhenti menunggu kedatangan cinta bila kau tak pernah ingin cinta lepas dari tangan mu…

    jangan pernah menanti cinta yang tak mgkn datang bila kau ingin meraih cinta mu yg sebenarnya…

    bila waktu tak mengijinkan mu memiliki dia, biarkan hatimu yg mengenang dan menjadikan nya salah satu pemberian terindah dari-Nya

    ^^ GBU

    Reply

  3. #:-s uda ku duga itu bakal terjadi lek… but.. kta mang ga bisa menyalahkan perasaan kita… me too… hehehe…

    tapi.. melanjutkan harapan….

    ……
    no comment d.. what i say aku yakin ga bakal ubah pendirian lo.. #:-s

    jujur si.. g sbagai orang yg “pernah” ngalamin.. bilang seh smua yg lo kerjakan itu.. -maaf- useless.. orr… anggap d lo achieve ur goal.. but 1st tentu saja dia harus *stop* ma sesorang yg dulu menemaninya.. lo tega ?? kalo g maaf , ngga.. but its ur decision.. g tau kata2 g pazti useless😛, maklum g mang seorang ga berguna yg amat sangat berani menymbangkan pendapat.. maybe pendapat bodoh.. karena pada dasarnya g mang bodoh… but.. juzz opinion..

    Reply

  4. Posted by Anonymous on September 19, 2006 at 2:10 am

    jka kamu ingin memiliki seseorang yang sudah memiliki “seseorang di hatinya” berarti secara tidak langsung kamu mengharapkan kesedihan akan segera datang padanya.. yakni kehilangan orang yang dia sayangi..

    Reply

  5. Posted by Adrian "SpHyRnA" Istani on September 19, 2006 at 3:04 am

    love hurts indeed.. this time.. i’m wordless… really.. sorry for joking bout it back then @jatim.. didn’t know that there was such a serious matter behind it..

    be strong my friend.. a path shall be opened for everyone who preservs a strong heart within..

    perhaps leaving everything bout it as it is would be the best for now.. try not get urself hurted more..

    perhaps u would find a new leave of love?

    just don’t waste ur time on a may-turn-to-be unrequited love cuz the love is still abundant out there ^^

    Reply

  6. Posted by Xander on September 19, 2006 at 7:53 am

    @will:
    thx for being such a good friend…

    @silvia:
    hmmm… mengenang ya… however… thanks to you, who strengtheneth me now…

    @zip:
    yup2… aku jg minta maaf kalo aku ngecewain lu.. tapi perasaan emang ga bisa dibohongin kan… aku jg punya pendapat yg sama kayak lu kok, jadi tenang aja… aku gak bakal jadi sandungan… I know where my position is… and once more, u are not stupid, but u are one of my best friend ever…

    @anonymous:
    aku mengerti… aku pun sebenarnya gak mau itu terjadi…

    @adrian:
    hehe… yup2, but maybe for a while, i can’t just forget this easily… and maybe, i can’t ever forget this… as i’ve said before, no regret… and i have no strength to remove my intention to her… hahahah… thx dri…

    @all:
    thx for all of your support and also critics… it makes me think that i have such a good friends around me… thx…

    Reply

  7. Sakit… iya… cos gue pernah ngerasain sama banget seperti yang loe alamin… but anyway… Biarin waktu terus berjalan… dengan itu, loe bakal nemuin jawaban yang mungkin selama ini loe pertanyakan… percaya aja..😀
    ayo… tetap semangat…

    – BeD –

    Reply

  8. Posted by Xander on September 20, 2006 at 11:11 am

    @bed n all:
    i’ve found my answer now… so i can accept my condition…
    untuk sekarang… waktu yang akan menjawab semuanya…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: