Pulang

Mind Production



“Pulang”
Satu kata, yang mungkin memiliki banyak sekali makna dalam hidup.

Seorang bapak dengan pakaian kerjanya, lengkap dengan dasinya, berjalan keluar sebuah gedung yang cukup megah, menuju ke kendaraannya yang telah menunggunya, tak jauh dari situ, seorang ibu dengan seragam kerja sebuah bank swasta, juga tengah menanti bus transjakarta di terminal busway, lalu di seberang jalan, terlihat para buruh pabrik menenteng tas mereka dan masuk ke metromini yang berhenti menarik penumpang. Ya, mereka memiliki banyak tempat tujuan yang tentu berbeda-beda, namun maksudnya sama, yaitu pulang.

Pulang memiliki makna tersendiri dalam hidup kita. Ketika orang menyerukan kata, “Aku pulang…”, umumnya yang terpancar dari diri mereka yaitu raut kegembiraan, raut kelegaan, karena mereka akan bergabung kembali dengan keluarga, sanak saudara, ataupun teman-teman, di mana mereka merasa sebagai manusia seutuhnya di sana. Bebas dari tekanan perkerjaan, bebas dari hiruk pikuk kepadatan kota, bebas dari kejenuhan kuliah atau sekolah.

Apabila kita berbicara tentang pulang, tentu tak dapat lepas dari rumah, atau tempat tinggal. Rumah, adalah tempat di mana kita dapat bercengkerama dengan keluarga, saudara, atau teman-teman, menjadi tujuan pulang bagi kebanyakan orang. Di rumah, segala kekesalan, segala kejenuhan, segalah keletihan dari aktifitas sehari penuh dapat dihilangkan. Di rumah, sang bapak tadi dapat bercanda dengan anaknya yang baru berumur 3 tahun, sang ibu tadi dapat beristirahat sambil menonton televisi, dan buruh pabrik tadi dapat berkumpul dengan teman-temannya sambil berbuka puasa. Hmmm… rumah memang tempat yang menyenangkan, atau mungkin lebih tepatnya, seharusnya menyenangkan.

Hakekat dari pulang, seperti aku kutip dari artikel serupa di Warta Minggu (mingguan di gereja MBK), adalah kembali, dalam bahasa Jawa yaitu “mulih”, memulihkan dapat berarti mengembalikan. Apa yang telah direnggut oleh aktifitas sehari itu, dikembalikan pada saat pulang. Stamina yang habis, dikembalikan. Semangat yang berkurang, dikembalikan.

Sama halnya dengan kebiasaan mudik di negara kita. Saat ini, H-2 dari hari raya Idul Fitri, hampir di seluruh Indonesia, terutama pulau Jawa, jalan-jalan dipenuhi oleh kendaraan, macet. Orang-orang dari kota besar pulang ke daerahnya masing-masing, setahun sekali, untuk bersilaturahmi dengan keluarga, dalam rangka Idul Fitri. Bertemu keluarga, saling memaafkan, makan bersama adalah, yang bahkan menurutku yang tidak merayakan Idul Fitri, adalah sesuatu yang sangat menggembirakan. Itulah mengapa orang rela berpanas-panas, berdesak-desakan, dalam bus atau kereta, demi pulang ke kampung halaman.

Orang yang meninggal disebut telah berpulang ke rumah Bapa. Karena memang dari Dia lah kita berasal, kita diciptakan. Aku harap, kita semua pun pada akhirnya akan “pulang” ke rumah Bapa, setelah apa yang kita perjuangkan di dunia ini berakhir. Karena itu, perjuangan itu perlu, sebab jalan kita memang masih panjang… siapa tahu…

Lebih dalam lagi, pulang tidak hanya secara fisik belaka, namun kembali ke diri sendiri. Introspeksi diri diperlukan, apakah kita pernah “pulang” kepada hati kita? Apakah kita pernah menyegarkan diri kembali, menyusun semangat hidup kita kembali, yang berasal dari hati kita? Apakah kita pernah “pulang”?

Untuk yang merayakan Idul Fitri, selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf apabila ada kesalahan. Sampai jumpa di blog selanjutnya….


Regards,

Xander™

2 responses to this post.

  1. Posted by Anonymous on October 29, 2006 at 10:01 pm

    iya lex, gw maapin.
    maapin jg klo gw sering nganggu lo malem2, cuman buat tanya ga penting, hehehe…. asdf dhe….
    qwert jg dhe…

    Reply

  2. Posted by Xander on November 5, 2006 at 12:26 pm

    @anonymous :
    ga apa2… hehehehe… asdf juga ah…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: