Home Alone : Chinese New Year 2558

Diary

What you’re gonna do when you realize you’re alone?
Ketakutanku yang terbesar adalah sendirian… alone… Mungkin beberapa orang berpendapat, apa yang salah dengan kesendirian, sendiri itu enak kok, sendiri itu nyaman, mungkin untuk mereka, tapi untukku tidak. Today, at the 17th of February, I am alone at my room typing this ‘nonsense’ words, exactly one day before Chinese New Year, when most of my friends went home or met their families to have a Chinese New Year eve together. Poor me, isn’t it?

Sebenarnya aku bisa saja pulang, dan ketidakpulanganku kali ini sesungguhnya aku buat sendiri. Karena kuliah masuk tanggal 19 (sehari setelah Imlek) maka aku pikir tanggung untuk pulang, dan lagi tanggal 25 aku kemungkinan besar akan ke Bandung, dan di sana akan bertemu saudara-saudara dan keluargaku juga. Tapi keputusan itu baru terasa di saat seperti ini. Sendirian di kamar, mendengarkan lagu Winter Sonata yang melow (kenapa aku harus dengar ini ya? Ganti ahhh…) membuatku banyak berpikir, tentang diriku, tentang orang-orang di hidupku, keluarga, teman, “dia”, masa depan…. ahhh…. so bad to be alone…

Oh ya, ngomong-ngomong, 3 hari yang lalu itu Valentine Day. Hari yang sungguh sangat special untuk berdua-duaan, yang diselubungi dengan nama : Hari Kasih Sayang, namun kenyataannya tidak demikian. Bagi kaum jomblo, hari itu berubah menjadi : Hari Iri Hati. Hahahahaha… yup, memang begitulah keadaannya. Tapi aku memanfaatkan hari itu untuk melakukan sesuatu yang belum pernah aku lakukan sebelumnya. Aku membelikan sesuatu (tidak begitu istimewa, jadi jangan menebak terlalu jauh…) untuk seseorang yang aku sayang (hmmm…), dan karena aku tidak bisa ke tempat tinggalnya (terlalu jauh dan juga aku sedang tidak sehat…) maka aku mengirimkannya lewat salah satu jasa pengiriman, setelah dikemas dan diberi ucapan segitu rupa… big big big hope for this….

Namun apa yang terjadi, the damn carrier didn’t do the task well, barang yang katanya sudah sampai ke tujuan ternyata belum sampai. Dan ini hari ketiga setelah aku mengirimkannya, juga belum sampai. Rasanya aku ingin mengekspos ketidakprofesionalan mereka di surat kabar, yang katanya satu hari namun sampai hari ketiga masih tidak diketahui kejelasannya, ada di mana barangku itu. Dan lagi, orang yang menjadi tujuan pengiriman pun saat ini sedang tidak ada di tempat… *sigh*, mengapa hal ini harus terjadi… rasanya kesal sekali, pengiriman satu kota saja bisa separah ini…

Maybe one of my friends, Djadul, sedang merasakan apa itu yang dinamakan kesepian dan rasa kangen yang amat sangat, hmmm… (aku menggunakan logat Tomang sekarang… LOL…) Sang pujaan hati pulang kampung, Valentine Day dilewati sendiri… dan itu ternyata mengurangi nafsu makannya, buktinya beberapa kali dia makan selalu tidak habis… (Kojek said : “Eh eh.. jangan kasih tau Djadul ya, cewek itu nggak suka orang yang suka nggak habisin makanannya lho…”), dan keadaan itu berlanjut juga di tempat makan Nasi Hainam…

Pelayan : “Pesan minum apa?”
Me n Kojek
: “Crysanthemum..”
Is Petani
: “Es Teh Manis”
Wolloam
: “Es Teh”
Djadul
: “Es Teh juga…”

Dan tak lama kemudian datang dua minuman… yang satu Es Teh (disimpan di depan Djadul), dan yang satu lagi (disimpan di depan Is Petani, yang seperti biasa tanpa sadar langsung meminumnya)….

Is Petani : “Eh.. ini es teh manis kan? Kok rasanya agak beda ya…?”
Djadul
: (Sambil menghirup udara dari gelas Is Petani) “Waahhh… ini sih crysanthemum!”
Is Petani
: “Duh, punya lo ya Jek? Sori ya… “ (sambil mengoperkan gelasnya ke Kojek)
Djadul
: “Hahaha.. biarpun gw ga bisa bahasa Mandarin, gw tau perbedaan Es Teh Manis dengan Crysanthemum… ahahaha….”

Tak lama kemudian… datang lagi pelayan membawakan dua gelas yang terlihat isinya berwarna kuning, crysanthemum…

Pelayan : “Ini crysanthemum, dua…”
Djadul
: “Lho yang tadi apa donk mas?”
Pelayan
: “Yang tadi itu Es Teh Manis…”
Me
: *ngakak*

Huahahahahahaha… jadi memang tidak perlu bisa bahasa Mandarin untuk membedakan apakah itu Crysanthemum atau bukan…

And back to my loneliness, kemarin ini aku berhubungan kembali (baca : SMS) dengan temanku yang sudah lamaaaa tidak diketahui kabarnya. Temanku itu aku kenal waktu aku bimbingan belajar dan kost di Bandung (persiapan SPMB yang gagal…) dan setelah itu tidak pernah lagi bertemu, jangan tanya wajahnya, karena aku pun lupa… hahahaha…. Senang juga rasanya berhubungan kembali dengan teman yang sudah lama tak bertemu…

Dan kembalilah diriku di kursi rusak-ku, yang sekarang sudah ganti mendengarkan lagu-lagunya Younha supaya tidak begitu melow, namun tetap sendirian di pagi yang cerah ini. Rencananya nanti mau makan-makan bareng anak kos (cuma berempat… *sigh*) daripada sendirian di malam Sin Cia… hahahaha… Juga aku masih berharap kirimanku itu sampai pada tujuan, biarpun dengan amat sangat terlambat… mudah-mudahan saja…

At last : I want to say “Gong Xi Fat Choi”, selamat tahun baru Imlek 2558, mudah-mudahan di tahun baru ini kita semua diberi rejeki, dilindungi dari keburukan, dan bangsa Indonesia bisa keluar dari keterpurukan. Amin.

Regards,

Xander™

2 responses to this post.

  1. Posted by Wandy on February 19, 2007 at 3:59 pm

  2. Posted by BeD on February 19, 2007 at 4:27 pm

    ^^ Year Happy New Chinese ( rasanya ada yang aneh… )
    Cup cup… Don’t be sad… cos alone is gold… ( kok aneh banget yah?!? )

    ^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: