When Chan Come Into Our Life

*Ini adalah blog yang sempat terpisah dari blog ini, namun setelah berbagai macam pertimbangan, maka aku kembalikan ke tanah airnya, yaitu blog ini, thx to Adrian… hehehehe…. *

Diary

Halo blog, setelah postingan pertama yang serba nggak jelas, aku jadi mau cerita-cerita lagi nih, mudah-mudahan yang sekarang jelas deh…

Yang pertama, aku ikut senang tentang Djadul, karena sabtu malam kemarin, atau tepat di hari pergantian menjadi Minggu, misinya sukses! Hehehehe… Dan ini kalo di game udah naek level beberapa tingkat nih, dapet exp. nya banyak…. hahahahaha….. Yang penting, selamat deh buat Djadul, aku senang liat harapanmu terkabul…

Selanjutnya, seperti biasa, aku mau cerita beberapa peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini… dan tokoh utama ceritaku kali ini adalah Chandra alias Chandut. Preman kos PPA yang satu ini emang cacat abis, bayangin, dia itu bereaksi kimia dengan makanan enak yang namanya MARTABAK (dikenal juga dengan murtabak…) sehingga menghasilkan sesuatu yang disebut penyakit : Chan Sindrome. Konon katanya, ketika mengalami Chan Sindrome ini, Chandut ketawa ngakak tanpa henti selama 30 menit. Satu-satunya yang dapat menghentikan sindrome ini adalah jurus lama dari perguruan silat Kho Ping Ho yaitu kecapekan. Jadi sindrome ini menyerang manusia dengan ketawa sampe dia kecapekan barulah berhenti… sindrome yang aneh… (swt)

Dalam beberapa hari ini, Chandut selalu menyebarkan sindrome ini kepada kita semua, dan sialnya, karena sudah resmi jadi S.KomP (baca: Sarjana Komputer Pengangguran) maka Chandut semakin sering ikut perkumpulan gelap kami. Kemarin saja, beliau (Gubrak! Beliauuu boooo! Bayar Chan, dah dipanggil beliau nih…) ikut pergi ke Pelangi (Plasa Semanggi) untuk jalan-jalan dan mempermalukan diri di foodcourt. Chandut yang menawan (baca: menarik para hewan) langsung tebar pesona sana sini, main mata sana sini sampe aku bingung dia lagi main mata atau kelilipan…

Tibalah saatnya makan setelah berkeliling nggak jelas di tempat elektronik. Saat memilih tempat makan, kita sempat kesulitan karena semuanya orang kaya jadi nggak mau milih tempat makan yang murahan (sok banget kita, padahal di dompet juga ga lebih dari tiga puluh rebu…), namun akhirnya dipilih juga tempat makan yang paling cocok adalah di : FOOD COURT (swt). Dan semua memesan makanan di tempat yang sama, yaitu *blabla* steak (censored). Karena memiliki kepribadian tebar pesona, Chandut pun memilih tempat duduk yang memungkinkan baginya untuk tebar pesona, yaitu sebuah meja bundar tinggi dengan kursi-kursi bar di pinggirnya. Very eye catching….

Lalu acara makan pun dimulai….
Ketika semua pesanan sudah datang (Kojek pesan minuman diberi nomor antarnya berupa sebuah jeruk palsu sementara yang lain menggunakan nomor meja…), maka Chandut yang sudah kelaparan pun bertanya kepada Tani yang sepertinya masih menunggu sesuatu…

Chandut : “Tani, tunggu apa lagi, ayo makan… dah laper nih…”
Tani : *dengan tenangnya* “Nunggu saus spaghetti nya ini lum dateng”
Chandut : “Saus apa lagi? Emang masih ada saus?”
Tani : *dengan pedenya* “Ada, tuh sama kayak yang Cilpi, kan pesannya sama”
Cilpi : *dengan polos…* “Lho dri, ini pesan lagi aku, bukan saus spaghetti ini…”
Tani : *melongo…*
Chandut : *ngakak…*

Karena terlalu banyak ngakak ditambah jurus lemot Tani tadi, maka makan pun dilakukan dengan cepat dan biadab (laper sih sebenernya…), lalu setelah makan, aku-Kojek-Tani memutuskan membeli creepes untuk dessert (sok banget ya kita, pake dessert segala… padahal sebenarnya sih masih laper…), nah ketika menunggu, aku teringat akan Chan Sindrome, maka aku bilang ke mereka, jangan biarkan Chandutz beli creepes, soalnya kan creepes ama martabak nggak jauh-jauh amat bedanya… hohohoho…..

Tapi untung lagi keluar rumah dan malang kejauhan, ternyata Chandut juga membeli creepes. Dugaanku tidak salah. Tak lama kemudian dia mulai terserang sindrome dan ketawa-ketiwi nggak jelas. Cuma karena dosisnya hanyalah creepes (creepes lebih kecil dari martabak) maka tidak separah dan selama ketika makan martabak. Namun tetap saja menarik perhatian orang-orang di sana, karena kita ketawa-ketiwi nggak jelas kayak orang main gundu…

Biar gitu-gitu, Chandut ternyata sakti lho, kemarin siang saja, dia dapat mengatur cuaca.

Starring : Aku, Kojek, Tani, Wolloam, Indra BeKaBe!, dan tentu Chandut.
Karena pemeran utama Chandut, maka kusingkat saja yang lain menjadi AKTWI. Nggak ngerti? Bodoh! Hahahaha….

AKTWI : *berjalan kepanasan dalam usaha memutuskan akan makan di mana*
Chandut : “Duh panas bener sih hari ini”
Chandut : *sambil menunjuk ke atas dan membentak* “Tutup!!!”
Dan seketika langit pun menjadi mendung… tidak panas lagi….
AKTWI : *berseloroh* “Ooohhhh… apakah ini merupakan tanda bahwa Chandut adalah dewa??”
Chandut : “Yoooiiii… gw dewa nih, jago kan gw!!!!”
Dan seketika setelah Chandut berujar demikian, langit pun tiba-tiba cerah dan panas kembali…

Pesan yang dapat dipetik dalam peristiwa ini : Chandut bukanlah dewa, dan untuk membuktikan dia bukan dewa, terjunkan dari lantai 8. Mati = bukan dewa.

Yap berakhirlah pula hari ini dengan sebuah ganjalan dalam hati. Oh iya, terlupa sedikit, barusan sebelum hari Minggu berakhir, anak-anak kos merayakan ultahnya Adud, salah satu tokoh figuran di blog ini, hahahaha…. And u wanna know apa yang diberikan sebagai kado buat Adud?
Jawab : Celana dalam G-String!!! Wakakakakak….
Parah memang anak-anak kos ku… tapi yang penting dapet kado ya?

Ngomong-ngomong tentang ganjalan dalam hati, aku mau berusaha belajar dari Tani, menurutku Tani itu orangnya hebat, bisa menyembunyikan segala keresahannya seakan-akan tidak terjadi apa-apa. It’s a great thing. I wanna try it… Dan sama seperti Djadul dalam blognya, aku pun bangga memiliki teman-teman seperti kalian, this is the best moment of my life to have friends like you…

Wah sudah jam 1 lebih, sudah waktunya untuk tidur, siapa tau ada petualangan baru menanti ketika aku bangun nanti… Thx God for these days, for this month, for my life and my friends you gave to me… Sampai jumpa di curhatanku berikutnya….

NB: apabila ada komplain mengenai tulisan di atas, komplainlah di hari selain hari kerja dan juga selain hari libur. Terima kasih.

Regards,
Xander™

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: