Me Blind

Strange world…


“Mengapa berat ungkapkan cinta…
Padahal ia ada…
Dalam rinai hujan, dalam terang bulan…
Juga dalam sedu sedan…”

By Acha-Irwansyah : Ada Cinta


Mengapa berat mengungkapkan cinta, padahal seperti kata pepatah : “Love Is All Around” (bener gak yah? ah whatever…). Cinta itu di mana-mana. Tapi dalam hidup, sangat sulit menemukannya. Dan sangat sulit pula mengekspresikannya dalam perbuatan konkret. Setelah 2 minggu lamanya keinginan menulis blog terkatung-katung, karena mood yang agak kurang mendukung, dan juga tugas yang cukup banyak (sekarang pun belum selesai padahal…) maka baru kali ini terlaksana… And, there again, this lovely blog is the only convinient way to express myself… because I, myself, do feel something different about my life, that maybe I have to rearrange things, rearrange my way of thinking, rearrange my vision to this life…

Hidupku belakangan bisa disebut tidak terarah, tidak dipenuhi semangat seperti seharusnya. Apakah karena hatiku yang tak mampu lagi merasakan kepekaan hidup, apakah karena hatiku yang tak mampu lagi peka terhadap keadaan sekitarku, apakah hatiku yang tak mampu lagi membuka terhadap sesuatu yang seharusnya kuterima, apakah karena hatiku… mati? Ah… aku sendiri tidak mengerti, belakangan ini aku merasakan diriku menjadi egois, sangat egois. Dan anehnya, aku merasa bangga dengan keegoisanku itu, aku merasa… menjadi diriku.

Aku mengerti setiap orang memiliki masalah masing-masing, dan aku tidak akan mempermasalahkan itu. Aku terkadang kesal, teramat kesal ketika ada orang yang tidak sadar akan hal itu. Merasa bahwa dirinyalah yang paling menderita, merasa bahwa dirinyalah yang perlu menjadi pusat perhatian, merasa bahwa dirinyalah yang patut disupport, sehingga bahkan, dia tidak melihat sekelilingnya, bahwa setiap orang pun memiliki masalah masing-masing, yang tanpa disadarinya, mungkin lebih berat dari yang dihadapinya. Terkadang dia merasa enjoy dengan dirinya, tanpa sadar bahwa perbuatan yang dilakukannya tidak berkenan di hati orang-orang sekelilingnya, bahkan sahabatnya sekalipun. Namun apalah arti perasaan tidak berkenan, dibandingkan kehilangan persahabatan yang harganya tidak dapat diukur oleh mata uang tertinggi di dunia sekalipun?

Apakah itu aku? Ataukah orang lain? Apakah keegoisanku telah membutakan mataku sehingga aku menjadi orang yang kubenci? Sehingga aku menjadi orang yang tidak kuharapkan? Aku sendiri melihat dalam kegelapan, sehingga tak tentu arah, apakah aku melihat bayangan diriku di cermin, ataukah orang lain di sekitarku?

Hmmm… akhir-akhir ini aku disibukkan oleh proyek, atau mungkin lebih tepatnya, membuat diriku terlihat sibuk oleh alibi bernama proyek. Ya, lebih tepat begitu. Aku ingin terlihat kuat. Toh dengan menyibukkan diri, aku tidak akan memasang status-status melankolis yang memperlemah diriku sendiri, dan tidak akan bengong (mitosnya bisa membuat ayam tetangga mati…) dan berpikir yang seharusnya tidak aku pikirkan. Dan itu cukup berhasil, maksudnya cukup berhasil membuatku selalu merasa ngantuk sehingga aku tidur di saat aku seharusnya berkonsentrasi pada pekerjaanku. And then now, when the deadline is become closer and closer, I hope I can finish my work on time. And I’ll struggle for that.

Beberapa kerikil menyandung langkahku, seperti tragedi gagal autodebet yang dialami kedua teman kelompok skripsiku, Kur dan Woll. Entah mengapa, seperti ditakdirkan, keduanya gagal autodebet dengan alasan yang berbeda. Yang satu karena memang lupa, yang satu lagi karena miskomunikasi. Oh God, jalan di depan akan semakin rumit saja, karena tentu jadwal kami tidak akan sama, sehingga akan tidak mudah dalam menyisihkan waktu mengerjakan skripsi bersama-sama. Tapi aku harap segalanya akan berjalan dengan lancar, sehingga aku dapat lulus tepat waktu dengan nilai yang diharapkan. Amin.

Kembali ke diriku. Aku tidak mendapatkan kepercayaan diri akhir-akhir ini. Atau, terkadang aku mendapatkannya namun menguap sebelum aku dapat menungganginya. Akhirnya aku datang pada kesimpulan, yaitu aku terkurung dalam situasi yang membuatku tidak dapat maju melepas semua kegalauan masa lalu, meninggalkan semua keterkaitan hati pada masa lalu. Aku belum dapat melupakan masa lalu sebagai kenangan, karena kenyataan itu masih belum dapat membangkitkanku dari sakitnya jatuh. Aku rindu rumahku.Yup blog, here, I can said those words comfortably… Sometimes, to say something to someone or something that only can hear is better… Because sometimes, I just needed to be heard…

Difficult times lie ahead (mirip tag nya Harry Potter anyway…). Pagi ini, aku akan mengumpulkan proyek Flash-ku. Terimakasih pada kelompokku, yang telah memberikan effort yang jauh lebih banyak dariku dalam menyelesaikan proyek ini. I really appreciate that. And it comes to and end… but this is not really the end, because I will continue living with all of this things sorrounding me. Aku akan kembali mencari diriku, sehingga aku dapat memutuskan, diriku yang mana yang perlu kupertahankan.


“I am now…
In a world where I…
Have to hide my heart…
And what I believe in…
But somehow…
I will show the world…
What’s inside my heart…
And be loved for who I am…”

By Christina Aguilera : Reflection

Regards,
Xander™

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: