Virginity : A Hypocrisy?

A disaster…

 

Virginity. Katanya, keperawanan itu harga diri dari wanita. Katanya, keperawanan itu menjaga agar selaput dara tidak robek. Katanya, keperawanan itu merupakan identitas wanita. Katanya, keperawanan itu harta terbesar wanita. Katanya, keperawanan itu modal utama wanita mencari jodoh. Dan masih banyak lagi katanya-katanya yang lainnya tentang virginity.

Aku berpikir, apakah virginity itu memang sebegitu pentingnyakah bagi wanita? Jangan tanyakan tentang keperjakaan kaum pria, karena memang tidak dapat dideteksi secara langsung apakah pria ini masih perjaka atau tidak (CMIIW). Berbeda dengan wanita. Ketika sebuah selaput tipis yang disebut selaput dara (padahal sama sekali tidak ada hubungannya dengan burung dara) sudah robek atau koyak atau apapun sebutannya, yang pasti tidak utuh lagi, maka, sekali lagi, katanya : you are not virgin anymore. Anda tidak lagi perawan. Namun apakah keperawanan hanya sebatas itu? Apakah keperawanan hanya sebatas menjaga agar selaput dara anda tidak robek?

Kalau begitu, aku akan menunjukkan dua buah kasus yang berkaitan dengan virginity. Nama dan tempat aku samarkan untuk menjaga harga diri yang empunya nama.

Kasus 1 :
Ada seorang temanku semasa kecil, yang aktif di gereja, berkelakuan santun dan dekat sekali dengan ajaran-ajaran agama. Ketika berkuliah di luar kota, setauku, dia masih aktif di kegiatan-kegiatan positif seperti kegiatan gerejani, kegiatan perkuliahan dan organisasi, dan sebagainya. Namun suatu hari datang kabar yang tidak disangka-sangka. Sahabatku itu, sebut saja namanya “O”, dikabarkan telah mengandung dan telah menikah. Mengapa? Sex before married. Pertanyaan pun timbul, kenapa harus dia? Kenapa harus orang yang aku ketahui sejak dulu, dan aku beranggapan bahwa dia tidak akan melakukan hal seperti itu? Terlebih dia aktif dalam kegiatan religius?

Kasus 2 :
Seorang pria, usia SMU, yang juga belajar di sekolah khusus calon pendeta, juga ternyata melakukan hal yang sama seperti yang temanku lakukan. Sex before married. Keluarga dari pihak wanita menanggung malu yang cukup besar karena merupakan keluarga terpandang di kotanya. Apalagi yang menghamili anaknya, adalah seorang calon pendeta, yang tentu saja dianggap baik dan religius. Kembali pertanyaan timbul di benakku. Mengapa harus dia yang melakukan itu? Mengapa harus seorang calon pendeta?

Dari sini, aku pun secara tidak sengaja menarik kesimpulan, bahwa orang yang kehidupannya terlihat religius dari luar, terlihat suci dari luar, terlihat dekat dengan Tuhan, yang mungkin saja aku kagumi, yang dapat membuatku salut dengan semangat pelayanannya kepada Tuhan, ternyata dapat berbuat demikian, yang bagiku (saat ini) mungkin cukup mengagetkan, cukup membuat shock, cukup mengundangku untuk berkomentar : kok bisa ya?

Aku yang sekarang ini pun tidak memungkiri, kasus yang sama mungkin saja terjadi padaku. Aku tidak munafik, bukan tidak mungkin hal itu terjadi padaku. Namun untuk saat ini, aku masih menganggap tindakan seperti itu adalah sebuah tindakan yang menghancurkan, baik itu untuk pasangan, maupun untuk diri sendiri. Mungkin memang untuk kedua kasus di atas tidaklah menjadi masalah terlalu besar karena akhirnya dinikahkan juga untuk menutupi aib (katanya). Tapi apakah pernikahan itu akan berlangsung lama? Apakah pernikahan yang dilandasi nafsu sexual akan menjadi pernikahan yang langgeng? Jujur saja, aku beranggapan bahwa orang yang melakukan hubungan sex sebelum menikah, ketika melakukannya, nafsu lebih dominan. Mungkin memang dilakukan karena cinta, tapi kalau benar-benar mencintai, maka hal tersebut dapat dihindarkan, karena berpikir untuk masa depan. Menurut survei, pasangan yang menikah dari keadaan seperti itu, biasanya tidak langgeng.

Jadi, kembali kepada keperawanan. Apakah sebatas itu saja? Menurutku, hakikatnya bukanlah robek atau tidaknya selaput dara. Bila dipikirkan lebih jauh, virginitas itu lebih kepada kesediaan dia ‘menyimpan’ atau ‘menjaga’ harta yang tertinggi yang dianugrahkan oleh Tuhan kepadanya, harga dirinya, dan kehormatannya untuk orang yang benar-benar disayangi, yang dia yakini adalah pasangan hidupnya, sehidup semati. Apabila seorang wanita masih bisa berpikir seperti itu, masih bisa mempertahankan prinsip itu, masih bisa melakukan itu, maka wanita itu masih virgin.

Sekarang ini ada seorang temanku juga yang sedang dilanda sakit yang amat sangat karena dipermainkan oleh seorang wanita, meskipun hubungan mereka sudah tidak sebatas hubungan kekasih saja. Aku turut bersedih juga, mengapa ada seorang yang (lagi-lagi) terpandang religius oleh lingkungan sekitarnya, bahkan setauku, dalam setiap perkataannya memuja Tuhan, dapat melakukan hal yang benar-benar di luar perkiraanku. Dengan melakukan hubungan yang belum saatnya saja, aku sudah sangat-sangat terkejut dan tidak setuju, namun ditambah lagi dengan mempermainkan perasaan orang yang mencintai dia, itu benar-benar sangat tidak terduga. Bagi seorang aktivis agama yang tadinya aku sempat kagum dengan dedikasinya, namun ternyata hanyalah kemunafikan belaka.

Lalu, apakah menjaga keperawanan itu kemudian menjadi sebuah kemunafikan karena ketika hawa nafsu mendominasi, iman dan butir-butir keagamaan sudah lagi tidak dipandang? Apakah benar melepas keperawanan bagi orang yang benar-benar disayangi dan dicintai sehidup semati? Kalau benar demikian, mengapa ada kejadian seperti yang temanku baru saja alami? Dipermainkan dan dicampakkan begitu saja meskipun (sekali lagi) katanya : melepas keperawanan itu hanyalah untuk orang yang dicintai seumur hidup? Bahkan untuk mencampakannya, dia mengatakan bahwa dia hanyalah kasihan, bukannya cinta? Lebih parah lagi : melakukan hubungan itu hanya karena KASIHAN? Oh Tuhan, begitu rendahkah derajat keperawanan sehingga dapat dilepaskan karena kasihan saja?

Bagi temanku yang sedang dilanda kebimbangan, kepedihan, dan sakit, aku tidak dapat membantumu secara konkrit. Aku hanya dapat mendoakanmu, semoga dapat melalui semua ini. Masih banyak wanita lain yang lebih layak daripada wanita munafik. Get well soon my friend.

Lalu bagaimana menurut teman-teman? Apakah benar virginitas itu hanyalah persoalan robek – tidak robeknya selaput dara? Bila demikian, kasihan sekali wanita yang selaput daranya robek karena kecelakaan misalnya, padahal dia masih memegang teguh prinsip keperawanannya. Dan… oh ya… bukankah ada teknologi untuk menyambung kembali selaput dara yang telah robek? Dan bukankah itu adalah kemunafikan yang amat sangat? Saat ini aku sungguh terkejut mengetahui ternyata keperawanan tidaklah seagung yang aku perkirakan (bagi beberapa wanita). Aku hanya bisa berdoa, semoga teman-temanku yang lain, tidak berpikir serendah itu, dan tetap menjaga anugrah Tuhan yang terindah, yaitu dirinya sendiri.

Last :
“Cintailah Tuhan dimulai dari mencintai diri sendiri, karena dengan mencintai diri sendiri, engkau dapat mencintai orang-orang di sekitarmu, dan dengan begitu, engkau mencintai Tuhan”
By Xander™

Regards,

Xander™

13 responses to this post.

  1. Posted by raykuro on June 30, 2007 at 2:51 pm

    Napsu memang sering berkedok cinta
    Tapi cinta yang sesungguhnya bisa mengendalikan napsu

    Virginity memang bukan segalanya, tapi simbol kesucian dan kesetiaan.

    Salute buat yang masih sanggup dan terus berusaha menjaganya.

    Reply

  2. Posted by Akio Tetsumaru on June 30, 2007 at 7:22 pm

    Lex… Jangan kaget lagi ngalamin hal-hal kaya gitu. Dunia ini penuh orang-orang yg demen make topeng. Orang-orang ‘palsu’ kalo kata bang Rio Ferdinand eh Febrian😀. Ga semua orang yg keliatannya religius, rajin ke gereja itu bener loh idupnya. Dan ga semua orang yang keliatannya bejat, urakan itu ga religius hatinya. Semua tergantung dia mo pake topeng yang mana dalam idupnya.. ya ga sih? Hehehe

    Reply

  3. Aleg.. ^^
    Fiuh… berat bacaannya…😀
    Menurut gue, virgin gak sebatas selaput dara robek and sebagainya, karna gue tau selaput dara juga bisa sobek karna beraktivitas seperti olahraga. Pentingnya Virgin menurut gue bukan yang terpenting. Bagi gue bukan hanya sekedar alat kelamin, tetapi semua yang ada di tubuh. hm… mungkin bisa diartikan sejauh mana seseorang bisa menghargai tubuhnya sendiri. dan karna itu virgin masuk ke dalam salah satunya. mungkin klo diliat, wuih.. tuh cewe ngerokok.. mungkin masi bisa ditolerir, tapi klo udah bilang, wuihh, tuh cewe dah gak virgin… pasti mulai timbul pikiran2 negatif walaupun sebenernya bukan karna sex. maka dari itu, virgin umumnya merupakan salah satu indikator seorang cewe bisa menjaga tubuhnya or not… ( cuma salah satu loh ) ^^

    Trus buat yang temen2 u… wah… susah dibayangkan… T_T tapi yang bisa gue share sih ( ciyee gaya gue hahaha ), well, tetep positif think ajah… rocker juga manusia, ^^ tapi ya emang itulah konsekuensi orang yang bisa dibilang menjadi pusat perhatian ( kayak misal yang ditulis diatas yang sekolah di khusus pendeta ), pasti menyanyangkan dan kok bisa??? yah, itu cuma salah satunya… disitulah kita bisa liat kadar rohaninya.. bener2 apa gak seseorang dalam berkomitmen…

    kasi komentar ya klo ada yang salah2 or aneh2.. ^^ ( masih dalam tahap belajar )…

    ^^

    Reply

  4. Selaput dara Anda robek? Segera hubungi dukun terdekat.

    Menurut saya, terlalu besar beban yang disandang oleh hanya selembar selaput. Robekkan saja selaputnya, biar ramai.

    Reply

  5. g lebih ke penasaran sapa yang di cerita lo

    Reply

  6. Posted by Wandy on July 2, 2007 at 3:52 pm

    Berbahagialah cewek yang masih mau diterima ama cowok yang bisa nerima dia dengan kekurangannya itu.. Tapi celakalah cewek yang mencampakkan cowok yang bisa nerima dia apa adanya itu… Tuhan itu adil… Pengampunan-Nya selalu ada tapi konsekuensi-Nya tak pernah hilang…

    Reply

  7. Posted by Hans on July 2, 2007 at 4:30 pm

    Dunia memang ges edan lah Lex. Hahahaha…

    Reply

  8. Posted by chien on July 3, 2007 at 11:01 pm

    si alex ges nge*e nya *kabur*

    wkwkwkkw😀

    emang alex ma penjahat kelamin *kabur dei*

    Reply

  9. Posted by me-dhot on July 5, 2007 at 5:23 pm

    virginitas ya???hmm…..susah juga seh dijabarinnya…kalo gua seh tergantung alesan orang itu seh.mungkin gua gak tau apa2…tapi ini lah pendapat gua…jadi sorry2 aje yeee…kalo ada salah2 ngomong.
    oke lah virginitas itu emang penting…tapi selalu yang kena getahnya tuh cewenya..itu seh balik lagi ke orangnya…dia bisa ngendaliin dirinya buat lawan napsu ato gak…dan napsu itu sebenernya amat kuat…gak cm 1-2 org yang gua kenal seperti itu…tapi masih banyak lagi kejadian yang gua denger dari tmn2 gua…dan emang gak bisa disalahin gt aja sama salah satu dari mereka…setiap orang punya penyebab (alasan) dari tindakannya.tul?kalo sampe mreka gak tau apa yang mreka lakuin…brarti mreka belom dewasa, belom mateng buat ngadepinnya, mreka cm bisa mikir saat ini ya saat ini…gak mikir ke depan.
    kenapa sebagian cowo suka sama cewe diliat dari virginitas ato gak nya? padahal sebenernya gak sedikit dari cowo…yang sebenernya juga suka sama hal-hal begituan…mungkin ngaku sm cewenya dia masih “perjaka” tapi sebenernya dia tuh “bullshit” doang…dan itu tuh banyak banget!sebenernya emang sebagai cewe, kudu bisa pikir panjang ttg “sex”…emang gak tabu..karna itu kebutuhan biologis seseorang, jadi wajar aja…tapi kalo disangkutin sm agama??balik lagi sm pendirian org itu…
    “sebenernya kalo orang semakin menekan suatu kebutuhannya maka semakin besar orang itu butuh buat memenuhinya.”
    gua sendiri gak tau bisa bertahan apa gak buat mertahanin virginitas itu…tapi…gua bakal berusaha buat mertahanin nya sebisa gua…dan tidak menutup kemungkinan kalo sampe suatu hari gua mlakukan hal tersebut…gua gak bisa bilang apa2…gua gak bisa janjiin apa2…cm itu yang bisa gua bilang aja…
    tapi pesan gua seh…kalo sampe nti ada salah satu dari tmn2 kalian yg ngalamin hal begituan…jangan liat or langsung mandang negatif ttg cewe itu…kita kudu konkret sm kejadian tsbt…n ambil hikmah dari kejadian itu…
    sebenernya belom semua bisa keungkapin seh…tapi gak bisa ngomong apa2 lagi…gak tau, otaknya lagi ngeblank!hehehe…

    Reply

  10. Posted by Venna on July 10, 2007 at 12:02 pm

    comment” ^^ ttg selaput dara robek ama pengertian virgin?? klo menurut vn, selaput dara hanyalah sebuah simbul (tanda) dari kesucian seorang wanita > karena dulu wanita lebih banyak berdiam (tdk seperti zaman skarang) dan selaput dara tidak mungkin robek kecuali bila melakukan hub seksual. makanya dibilang klo tuk melihat wanita tersebut uda pernah disentuh apa nga ya dari selaput dara nya (salah satu aspek ^^)

    ^^ tapi karna zaman sudah berkembang dan berubah, wanita juga sudah hampir seperti laki-laki, kesibukan dan aktivitasnya juga nga kalah ama laki-laki jadi nga menutup kemungkinan terjadi kecelakaan yang mengakibatkan selaput dara robek .. dalam hal ini wanita tersebut tidak bisa dibilang “gak virgin” lagi ^^ karena dia masih suci n tidak melakukan hubungan seksual ..

    menurut vn virgin adalah kata qren dari kesucian… kesucian seseorang tidak dapat dilihat dari luar tapi dari dalam diri orang tersebut. hanya Tuhan yang tahu apakah seseorang itu hidup nya suci ato tidak. kita manusia tidak berhak menghakimi si ini itu tidak suci ^^

    vn ada 1 kasus juga : ada orang yg uda berhubungan seksual tapi selaput dara nya masih bagus (hebat jga ya) hehehe nah ini dikategorikan virgin apa nga??

    menurut vn itu uda ga virgin walaupun selaput dara nya masih bagus ^^

    kasus temen” lelek yang orang kelihatan hidup benar di hadapan Tuhan ^^ menurut vn mereka telah kalah sama godaan .. memang semakin kita hidup dalam kebenaran semakin besar juga godaan yang dateng, ya tergantung masing” orang apakah imannya kuat dan apakah dia takut akan Tuhan.. mereka tdk bisa menunggu rencana Tuhan buat mereka, dengan kata lain kebelet pipis hehehe

    siapapun mereka walaupun tokoh agama, mereka tetep manusia yang lemah … jadi tidak menutup kemungkinan melakukan dosa ^^ oleh karena itu berimanlah kepada Tuhan, beribadah kepada Tuhan, bukan beribadah hanya karena kagum dengan pemimpin agama dll. semua yang ada di dunia ini tidak abadi dan tidak bener” bersih ^^ semuanya pasti ada kotornya karena debu ada dimana-mana seperti iblis yang menghasut dan berbisik terus ke telinga kita ^^

    dah sekian dan terima kasih hahaha ^^
    maaf klo ada salah kata ye ..

    = venna =

    Reply

  11. Posted by Bryan on December 13, 2007 at 8:59 pm

    Virgin itu penting !. Dulu gw pacaran dgn yg gak virgin, apalagi diajak ngobrol nyambung. Lama2 gw sangat cinta meski dah ga virgin, meski dlm hati ini tersayat teriris. Suatu saat dia pregnant, dan gw kawinin. namun sampe punya anak udah TK, saya sering melamun dan menyesal menikahinya. meski saya cinta, tapi ada harga diri & kebanggaan sbg suami (lelaki)yg tidak akan pernah aku dapatkan. bahkan begitu rendahnya diriku serasa, dimana ibu dari anakku malah diperawani org yg gak menikahinya.
    Padahal dulu aku yg “nakal” ini yakin karena cinta aku bisa terima itu semua. kenyataannya tidak, bullshit kalo laki bisa, kecuali si cwk gak virgin karena nikah mungkin masih bisa. Ada rasa tidak terima kalo ada yg ga perlu merit utk bisa nidurin & mrawani istriku. duh tersiksanya batin ini, namun istriku tidak pernah akan tau penderitaan batinku. Akhirnya aku selingkuh, n berniat cerai n kawin lagi dgn virgin drpd pura2 bs menerima. but aku kasian anakku, tapi jg kasian diriku. nikah hanya sekali, perawan jg sekali, tapi diembat laki lain yg 1 kota dgnku😦 so.. gadis jagalah virgin utk suamimu, bukan pacarmu. Jagalah perasaan suami yg akan mendampingimu seumur hidupmu, berikan yg terbaik hanya bagi Bapak dari anak2mu. Virgin bukan soal hymen, tapi harga diri seorang Suami. Meski karir saya bagus, tapi tetap merasa gak PD dan minder pnya istri yg gak perawan.

    Reply

  12. Posted by DIlot on January 21, 2008 at 8:56 pm

    Gw rasa dunia sudah terjebak dalam yang namanya ‘kebahagiaan semu’. Kita membohongi diri sendiri dengan menyukai/membanggakan apa yang kebanyakan orang lain sukai/banggakan..bagi lelaki ya kalau nge’perawanin’ banyak cewe dibilang keren lah, jantan lah segala macam bullshit itu..padahal kalau mau jujur yang ngbedain kita dengan binatang adalah kemampuan kita mengendalikan nafsu dan naluri kita lewat akal dan pikiran…Untuk teman2 cow..sebetulnya kalau mau jujur betul gak sih bahawa dalam hati kecil kita ada perasaan menyesal ketika melakukan hubungan yang terlalu jauh dengan pasangan kita dan kemudian sadar bahwa pasangan kita sesungguhnya orang yang cocok jadi istri kita-karena karakternya-..kita sadar bahwa hidup kita seharusnya dapat menjadi lebih sempurna bila mengikuti proses yang tepat untuk dapat menemukan kebahagiaan yang sejati bareng dia..

    Utk cewe2, ini salah satu pelajaran tertua dalam sejarah ya-ingat kisah anaknya Daud yang bersetubuh dengan saudara perempuannya-; Kalau cow sudah dapat tubuh lo lama kelamaan ia akan bosan dan kemudian kalau segala macam ‘gaya’ udah dicoba jadinya benci..so girls be wise and smart!

    Reply

  13. nafsu emang berbahaya
    tapi cinta yang dilandasi nafsu….
    LeBiH BeRbAhAyA LaGi…….!!!!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: