Jagalah Burung Anda!

hargai perasaan…  

 

Keinginan mengupdate blog sudah tercipta dari beberapa hari yang lalu, namun baru kali ini aku mulai mengetik kata demi kata yang akan mengisi halaman baru blog kesayanganku ini. Dan parahnya, itu dimulai tepat pada jam 4 (empat) di pagi hari. Oh yeah… what a perfect time to type this words…

Ide berasal dari kamar mandi. Itulah salah satu kesimpulan yang dapat aku ambil selama hampir 21 tahun menjalani kehidupan. Bila kamar mandi anda tidak memberikan ide ataupun inspirasi, pindahlah ke tempat kos-ku, siapa tau ide anda mengantri untuk bermunculan saat anda mandi atau buang hajat di kamar mandi kos-ku. Hahahhahaa…

Begitupun dengan ide ini, muncul begitu saja ketika aku sedang berjuang mengeluarkan hal-hal yang kotor dari tubuhku di pagi hari yang cerah dengan siulan burung menemani cahaya mentari pagi (bohong banget, mana ada orang boker denger suara burung dan disinari mentari pagi). Ide ini adalah tentang bagaimana menjaga “burung” anda. Jangan berpikir negatif terlebih dahulu, karena burung yang aku maksud bukan burung siapa-siapa, apalagi burung anda. Jadi jangan dulu pegang bagian tubuh anda yang menyerupai burung karena bukan itu yang aku maksud.

Maksudku adalah, burung itu kan memiliki sayap. Nah, jagalah “burung” anda memberi arti agar anda menjaga kepakan sayap anda, agar anda dapat mengepakkan sayap bersama-sama dengan teman-teman dan sahabat-sahabat anda, namun sayap anda tetap memiliki jangkauannya, tidak menjangkau dan menghabiskan daerah terbang sayap-sayap lain. Belum mengerti juga? Begini, bebas-bebaslah berteman, namun harus mengetahui batas / area pertemanan, jangan anggap “kebutuhan area terbang” teman anda sama dengan anda, jangan anggap cara teman anda “bernafas” itu sama dengan cara anda “bernafas”. Apabila anda belum mengerti juga, berarti anda bego. (titik)

Kita misalkan saja ada seorang bernama Jono yang memiliki pacar bernama Jeni. Jono juga memiliki sahabat-sahabat donk, sebut saja namanya adalah Juned, Joni, Jona, dan Junu. Juned ini bersahabat juga dengan Jeni yang adalah pacar Jono. Lama kelamaan, Joni, Jona dan Junu merasa ada yang kurang enak dengan apa yang mereka lihat dan mereka dengar. Masalahnya, Juned sepertinya terlalu dekat dengan Jeni, padahal Jeni telah memiliki pacar, Jono. Bayangkan saja, setiap mereka berkumpul dan ngobrol-ngobrol, Juned selalu nyambung-nyambung soal Jeni dalam obrolannya. Juned belakangan ini sering sekali berkunjung ke tempat Jeni, bahkan tanpa sepengetahuan Jono. Ketika Juned berkunjung ke salah satu dari sahabatnya, dia sering pinjam YM sahabatnya itu untuk chat dengan Jeni. Bahkan smsan pun setiap hari. Memang, Juned sering curhat soal gebetannya ke Jeni, tapi apa curhat harus tiap hari?
Tiga orang itu yang merasa risih, Joni-Jona-Junu (mulai saat ini kita sebut dengan Jojoju) beranggapan, mungkin saja sebenarnya Jono itu merasa tidak enak dengan keadaan seperti itu, namun tidak mengungkapkannya karena Juned masih sahabatnya juga. Dan mungkin saja Jono memang tidak keberatan, tapi apakah hal itu terlihat benar? Jojoju memiliki pandangan, “jangan melakukan sesuatu hal yang tidak mau orang lain lakukan kepadamu”. Dan apabila Juned mengalami hal yang sama (ceweknya dekat dengan cowok lain, terlalu dekat bahkan), apakah Juned dapat bersikap seperti Jono? Friendship is friendship. But there is a limit of friendship, jadi penjagaan “burung” pun penting.

Dari cerita di atas, aku hanya mau berpendapat, bahwa berteman pun harus memperhatikan keadaan sekitar. Look around you. Siapa tau teman anda juga merasa tidak nyaman dengan kehadiran atau kelakuan anda. Jangan anggap dia itu teman saya, jadi dia tidak akan bermasalah dengan saya. Teman juga memiliki batas, apalagi ketika anda memasuki wilayah pribadinya, seperti cerita di atas, yakni hubungannya dengan pacarnya. Aku tidak akan menganalogikan dengan siapa-siapa, misalkan aku memiliki kekasih (nah mulai deh ngarep… hahahaha…) dan sahabatku ternyata lebih tau tentang kekasihku, lebih sering bertemu dengannya, daripada aku sendiri. Apa yang aku rasakan? Tentu ada perasaan tidak enak, risih, bahkan mungkin marah. Namun aku juga merasa tidak enak dengan sahabatku, karena tidak ingin kehilangan hubungan sahabat. Itu apabila aku berada di posisi Jono. Bagaimana dengan anda?

Aku tidak ingin munafik (karena aku benci orang munafik), jadi kepada sahabat-sahabatku, jangan merasa tidak enak untuk mengingatkanku apabila aku berada di posisi Juned, karena bukan tidak mungkin aku juga bertindak demikian secara tidak sadar. Seperti kata grup band Serieus : “…kambing juga manusia, punya rasa punya hati…” ehhh…. Rocker maksudnya… maklum udah pagi…

Jadi, jagalah “burung” anda, jangan sampai ia mengepakkan sayapnya sehingga mempersempit ruang terbang burung lain. Atau jangan-jangan burung anda tidak bersayap sehingga main seruduk sana sini? Hmmm… who knows…. The truth is inside the pants… ehhh… the truth is out there… duh ternyata sudah jam 5 pagi, dan Mexico sudah membantai Paraguay 6-0 (aku mengetik sambil menonton pertandingan Copa America dan juga chatting – main tebak-tebakan). Mungkin sudah waktunya bagiku untuk tidur, karena masih banyak kegiatan lain di hari Senin ini yang harus aku lakukan seperti makan dan mandi, juga menonton…. Penting yah?

Last, bagi yang patah hati, get up. There’s still plenty of things that you should look after beside your broken heart. Bagi yang sedang berjuang melupakan seseorang, keep trying. Bagi yang berulang tahun, selamat ultah, especially my cousin Selly, happy b’day sis (if you read my blog). Bagi yang sedang SP di BiNus, selamat SP. Bagi yang sedang belajar untuk remedial, selamat belajar n semoga sukses. Bagi yang sedang meratapi komputernya yang rusak, ntar pagi bawa ke VPG deh! Hahahahaha…. Dan buat semuanya, GBU.

Regards,
Xander™

13 responses to this post.

  1. hahahaha bingung… @_@ apalagi kayak gue ( yang gak enakan ma orang, apalagi sahabat or temen :p ) ^^
    Hm… mungkin yang ditegur bukan teman itu ( si Juned ) tapi tegur ke pacar kita ( karena kita pasti lebih deket dengan pacar kita ). Sebenernya sih tergantung cewenya juga… masa udah punya cowo masih mau dideketin ama yang laen notabene itu temen sendiri. bukan dideketin sih, tapi ya begitu deh… ngerti lah ya… haha
    Malah, gue pernah denger, cewe ( masi kuliah ) yang udah punya cowo ( udah kerja ) = masih pacaran, tapi karna deket sama temennya di kampus ( cowo ) mau aja dicubit2 pipinya… OMG… Parah… uda gitu cewenya mau lagi… Jangan ampe kejadian ma gue deh… :-S

    Reply

  2. Jadi bingung karena kebanyakan burung, eh nama.
    Hati-hati burung anda kena STD.

    Reply

  3. Posted by Hans on July 9, 2007 at 4:49 pm

    Bingung ku ngaran urg mah, jadi te nangkep maksud na, hahahahaha… Waspada Waspada-lah

    Reply

  4. Posted by raykuro on July 9, 2007 at 6:35 pm

    Wakakak… judul yang setema dengan yang gw liat di gramed. Jangan main2 dengan Kelamin-mu😛

    Still researching on “tabu” things ^^

    keep post

    Reply

  5. Posted by Will on July 10, 2007 at 1:22 am

    klo nurut g sih itu sebagai temen harusnya ngerti juga sih , jangan deketin ce nya tmn sendiri . masa ky ada main d blkg gt , co nya ky gak dianggap

    Reply

  6. Posted by Xander™ on July 10, 2007 at 8:36 am

    hmmm… yup2… memang mungkin dari pihak ce nya jg harus ngebatasi ya… toh dia jg harus sadar, dia dah punya co… jaga perasaannya lah… dari pihak temennya itu jg, ya harus tau diri… biarpun emang temen curhat, temen deket, sahabat, tetep aja harus sadar, dia itu dah punya co… sekali lagi, jaga perasaan… hehehehehe….

    Reply

  7. Posted by Meke on July 14, 2007 at 9:47 pm

    Salah ce nya kah kalo dia disms?
    Sms gak mungkin gak dijawab, tapi mungkin dijawab seadanya tanpa tanda tanya balik.

    Salah ce nya kah kalo dia didatangin?
    Pintu diketok gak mungkin gak dibuka
    Lagian ce nya bukan penjahat, napa harus menghindar? napa harus bersembunyi?

    Salah ce nya kah kalo dia dicurhatin?
    Bukankah dia cuman mendengarkan?

    Salah ce nya kah kalo tanpa sepengatahuan jono, juned datang?
    Dan taukah ce nya tiap kali juned tiba2 datang? mungkin juga gak

    Salah ce nya kah kalo juned selalu nyambung-nyambungnya ke dia tiap ngomong?

    Salah ce nya kah kalo juned minjem ym teman buat chat sama dia?

    Saya rasa salah ce nya cuman satu, yaitu gak enak ngomong sama junednya, toh mereka juga teman baek. Trus apa beda cew dengan cow nya, kalo mereka sama-sama gak enak? Apalagi kalo cew nya dah ngomong ttg masalah ini sama cownya. Napa cew yang dipersalahkan? I wonder … Dan saya rasa salah juned juga cuman satu, dia cuman kurang bisa menempatkan diri. Gak perlu sampe digituin. Heran juga napa Jojoju gak ngomong langsung sama juned kalo sudah mau masuk ke dalam masalah ini. Mencampuri terlalu dalam dengan cara yang tidak efektif dan tidak efektif. Sekarang tercapaikah wujud kepedulian sebagai teman kalo mungkin saja sampe sekarang junednya gak merasa?

    Sekali lagi, jaga perasaan semua orang. hehehehehehehhehe juga…

    Reply

  8. Posted by Xander™ on July 14, 2007 at 10:07 pm

    @meke :
    betul sekali…
    pihak ce nya sudah jelas pasti ga enak sama si Juned.

    This is just a blog. Aku baru mau menanyakan pendapat teman-teman semua tentang ini. And sure, beberapa pendapat dari teman-teman di atas juga berdasarkan sudut pandangnya masing-masing. Every person has his/her own perspective.

    Seperti kata seorang sahabat : Kita harus bersikap dewasa. Tidak perlu-lah dibilang-bilangin. Kesadaran masing-masing harusnya sudah dapat menangani masalah seperti ini. And kalaupun ada di antara teman-teman yang merasa kisah ini pernah terjadi, seharusnya pun sudah sadar atau paling tidak “merasa”. That’s the purpose of this blog.

    Peace,
    Xander™

    Reply

  9. Posted by Meke on July 14, 2007 at 10:42 pm

    ralat : *tidak efektif dan tidak benar

    yup it’s just a blog. i just wonder the reason why for ‘just a blog’, it can hurt someone or some people so much. every person has his/her own perspective. of course he has. but do the person and some people know the situation well enough to judge something. even the least thing you lack, the different story it will be.
    and i tell you, the image of the girl has been too bad so that i can’t help it any longer.

    peace, too.

    Reply

  10. Posted by Xander™ on July 14, 2007 at 10:54 pm

    @ meke (again) :
    I am really sorry if my post hurt someone’s feeling. That’s not my intention of writing this post. Really I do. And I am sure myself, there is no purpose to blame the girl in this story. This story is purposed for the guy named Juned in this story to realize that he has been in a wrong position lately. But I think, people whom I received comments from, has their own prespective about the story. And if it’s not bothering you, I want to tell you too, that we are living in this crowded world. There are many people around you. You can’t live by yourself and said : I don’t care what people said. People has their own rights to comment. And I think, in this story, people who have the most right to said to Juned is Jono, or maybe, Jeni.

    Reply

  11. Posted by meke on July 15, 2007 at 12:22 pm

    I never said I don’t care what people said. In fact, I care very much. But not all people. Only people whom I am closed to.
    Because some other people maybe don’t know the actual fact.
    And I don’t blame them. I just say they don’t know exactly what happens. Because we have already talked about rights, it’s my right to say that.
    And yes, people have rights to give their comments. And so do I. I have right to give my comments. Don’t I? So I gave my comments last night. That’s all. Whether my comments are right or wrong, it’s back to you again, it’s one of your rights to judge.
    But sometimes, although it’s your rights, using it wisely would be very nice.
    And people, if you haven’t known, or are late to know, only for your information, I’m the girl.
    The story is quite interesting,
    isn’t it?
    Anyway, apologized is acceptable.

    Reply

  12. Posted by Xander™ on July 15, 2007 at 1:05 pm

    Ok… thx for accepting my remorse. And then, FYI, we have talk about this to “Juned”. And he realized that. Once more, I’m sorry if my post hurt your feeling, and I have no intention, really, no intention to hurt your feeling. I think, if there is someone that should be mad at this post, it should be Juned, not you. But maybe the older comments bother your mind. I don’t know about that. We’ve talked much about this last night, and I think everything has came to and end. Thank you for your comments here. Wait for your comments in my next post!

    @ all my friends :
    Friendship is a great treasure. We should keep it until we die? Right?

    Reply

  13. Posted by Will on July 17, 2007 at 9:44 am

    walalala bhs inggris semua

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: