A Hesitancy

“And when I look in your eyes
All of my life is before me
And I’m not running anymore
‘Cause I already know I’m home
With every beat of my heart
I’ll give you my love completely
My darling, this I promise you”

This I Promise You by Ronan Keating

Kesuksesan, masa depan, pencapaian dalam hidup.
Sebenarnya apa arti dari kata-kata di atas? Apakah yang disebut dengan pencapaian dalam hidup? Atau lebih extreme-nya, apa sih tujuan dari hidup kita ini? Apa tujuan dari kita dilahirkan? Apa tujuan dari kita bersekolah, belajar, menggauli ups.. bergaul, berkomunikasi dengan orang lain, berdoa, beribadat, dan menjalani setiap aktivitas diri kita sehari-hari? Well, those ‘things’ were still being ‘uncertain’ for me…

Mungkin orang bilang seseorang dapat disebut sukses atau mencapai tujuan hidupnya ketika dia telah berhasil “meninggalkan jejak pada dunia”. Semakin besar jejak yang ditinggalkan, semakin terkenal dan tersohor orang tersebut, semakin terlihat perubahan yang dilakukannya pada dunia, maka orang tersebut dapat dikatakan sukses. Apabila hal ini dipikirkan dengan logika, maka ada benarnya juga. Tidak ada orang sukses yang tidak terkenal. Boleh aku beri contoh sedikit? Bill Gates, pada usia 20an, beliau telah berhasil mendirikan perusahaan sendiri yang sekarang membuatnya menjadi orang terkaya di dunia. Siapa yang tak kenal Bill Gates? Lalu dari bidang olahraga, kita kenal Lionell Messi, seorang pemuda yang bahkan belum mencapai usia 20 tahun namun telah terkenal di mana-mana berkat bakat dan aksinya mengolah bola dan membawa kesuksesan untuk timnya Barcelona. Lalu kita kenal juga Maria Sharapova, yang di usia muda mampu menjuarai beberapa turnamen Grand Slam WTA dan menjadi peringkat satu dunia, dan bahkan terkenal pula karena kecantikan dan cara berpakaiannya sehingga juga menjadi model. Dari negara kita Indonesia, banyak cikal bakal ilmuwan yang menjuarai beberapa lomba dan olimpiade sains di tingkat dunia, pada usia-usia SMP-SMA. Menurutku, mereka layak disebut sukses.

Mereka menorehkan sejarah pada dunia dengan nama mereka sendiri, di usia muda. Setelah terpikir demikian, apakah yang telah aku lakukan? Di usiaku yang ke-21 tahun lebih sedikit ini (satu bulan lebih masih sedikit kan?), aku merasa aku benar-benar payah. Tanpa jejak di dunia. Tanpa ada orang yang mengenalku karena kesuksesanku. Apa yang telah aku lakukan selama ini? Ketika orang-orang muda lain berlomba menorehkan kesuksesan mereka dalam sejarah dunia, aku bermalas-malasan di kamarku sendiri, dan hanya sampai menulis blog ini. Mungkin orang boleh bilang : “Jalan setiap orang berbeda, mungkin ini jalan yang Tuhan berikan buatmu”. Tapi seperti yang dikatakan oleh Soe Hok Gie, bahwa kita tidak boleh menerima mentah-mentah apa yang dikatakan “takdir”. Takdir itu kita sendiri yang mengarahkan dan menentukan di mana kita harus berpijak dan apa yang harus kita buat. Dan aku sedikit demi sedikit menganggap hal itu benar. Meskipun demikian, pemikiran tersebut masih belum cukup untuk membuatku sukses. Aku masih menjadi seorang pemalas yang tertidur ketika tidak ada yang dapat dikerjakan lagi… Hahahaha…

Waktu tidak akan berhenti begitu saja untuk menunggu kita mencapai kesuksesan. Waktu akan terus berjalan tanpa memperhatikan apakah kita sukses atau tidak, bahkan tanpa memperhatikan apakah kita masih hidup dan bernafas di dunia ini atau tidak. Hanya kita sendiri yang dapat memberitahu kepada dunia bahwa kita pernah exist di dunia, kita pernah hidup dan bernafas di dunia, dan yang lebih baik, kita pernah melakukan sesuatu agar membuat kehidupan lebih baik. Bagiku, hal ini merupakan sebuah tantangan yang sangat menakutkan, bagaimana aku yang hanyalah seorang pemalas ini memiliki angan-angan dan pikiran semacam ini, aku merasa takut, tertantang, sekaligus malu akan diriku sendiri, karena aku belum berbuat apa-apa.

Apabila melihat dari beberapa contoh orang muda yang sukses tadi, ada beberapa kesamaan yang membuat mereka meraih sukses di usia muda, yakni mereka berani memilih, berani mengambil resiko, dan berani bekerja keras. Memilih bukan semata-mata memutuskan hal yang ada di depan mata begitu saja, namun juga berdasarkan pemikiran yang matang. Memilih, merupakan hal yang sulit dilakukan begitu saja, khususnya bagiku. Aku akan sangat sulit untuk memilih dalam waktu singkat, apabila dihadapkan pada pilihan yang menyangkut hidupku di masa yang akan datang. Apakah salah menunggu saat terbaik? Apakah salah untuk berhati-hati dalam membuat keputusan? (atau terlalu berhati-hati?)
Lalu mengambil resiko. Mungkin bagiku hal ini juga sangat sulit. Mengambil resiko berarti berani kehilangan. I’m not such a guy who dare to lose everything I got, maybe because I’m overenjoyed with current situation. Kebanyakan orang sukses bersikap “Nothing to Lose” ketika dihadapkan pada resiko. Kemudian berani bekerja keras. Hal yang terakhir inilah, yang mungkin menyebabkan orang sukses. Berani bekerja keras bukan hanya bekerja layaknya orang biasa, namun juga berani berbuat hal yang lain, hal yang tidak terpikirkan, dan memperjuangkannya tanpa rasa malu dan rasa gengsi sama sekali (yang satu ini pun dengan insting dan pemikiran yang tepat, bukannya jualan kolor di pinggir jalan lalu sukses jadi juragan kolor…)

Ketiga hal tersebut memang sangat amat sulit dilakukan, dan aku menulis blog ini bukan karena aku merasa aku telah melakukan ketiga hal tersebut. Nihil, apabila aku ditanya demikian. Aku baru sampai pada tahap “angan-angan”, baru bermimpi, padahal kata Republik Mimpi, jangan cuma bisa mimpi. Mungkin juga hal ini berlaku di dunianya Mr.Wandy, dunia Cinta. Berani memilih, berani mengambil resiko, dan berani memperjuangkannya. Aku sudah memilih, namun aku belum berani mengambil resiko karena aku diliputi perasaan ragu-ragu, perasaan takut, apakah aku akan kembali jatuh. Trauma masa lalu mungkin juga berpengaruh, dan hal ini tidak dapat hilang begitu saja. Aku berusaha lepas dari rasa takut itu, dan hasilnya…. belum juga terlepas… hahahahha… but I’m trying… seperti kata lagu di awal tulisan ini : I’m not running anymore…

Di bulan Agustus ini, banyak hal yang berseliweran di pikiranku, dari soal kuliah (skripsi), cinta (something new? ), pekerjaan (coba-coba melamar kerja untuk tambahan, just part time…), dan juga keluarga. Semuanya itu silih berganti mengisi ruang pikirku. Namun aku masih memiliki teman-teman dan sahabat juga keluarga yang dapat membantuku bertukar pikiran, memberi saran dan kritik. Jangan pernah berhenti melakukannya, karena aku membutuhkannya, sangat membutuhkannya.

Jadi, Anda ingin sukses? Beranikah Anda untuk sukses? Skripsi di depan mata, kuliah hanya tinggal 6 bulan lagi, dan setelah itu, perjuangan bertahan hidup. Antar mati dan sukses. Itu pilihan. Aku sudah memilih, tentu saja untuk sukses, dan itu membutuhkan dua lagi : mengambil resiko dan bekerja keras. Semoga sukses, sampai jumpa di blog selanjutnya…

“And if I lived a thousand years
You know I never could explain
The way I lost my heart to you that day
But if destiny decided I should look the other way
Then the world would never know
The greatest story ever told
And did I tell you that I love you tonight?”

Greatest Story Ever Told by Oliver James

Regards,
Xander™

One response to this post.

  1. Posted by Wandy Eka Pranata Sang Pangeran Cinta on August 24, 2007 at 1:41 am

    Namaku dipake tanpa izin…
    Btw.. Jangan mengaitkan antara sukses dalam hidup dengan kehidupan cinta anak muda…😀
    Sukses dunia cinta hanya bisa dikaitkan dengan sukses hidup ketika sudah memasuki jenjang perkawinan… Saya gak ngerti juga sih kejelasannya tapi yang jelas, cinta anak muda itu gak bisa dikaitkan dengan kata “Sukses dalam hidup”…
    Hahahahahaha… (Sotoy Mode: ON)

    Nih tambahan…
    Kesuksesan itu diawali dengan Peluang/Kesempatan, Keberanian Mengambil Peluang/Kesempatan itu dan yang terakhir itu Keberuntungan… ^^

    Jangan pernah takut mengambil peluang… Kata Jusuf Kalla, kalo mau dagang, harus berani ambil resiko merugi; kalo tidak mau ambil resiko, jangan dagang.. (dengan logat Makassarnya…)

    Siap setiap saat dan jangan ragu ambil kesempatan… Kata Benjamin Disraeli, Rahasia sukses dalam hidup ini adalah siap ketika kesempatan datang.

    Kalo ada kegagalan, jangan putus asa dulu… Kata Conrad Hilton, Orang sukses selalu bergerak maju. Mereka melakukan beragam kesalahan, tetapi tidak pernah putus asa.

    At last, ingat satu hal juga, kunci kesuksesan dan kegagalan adalah kita menjadi seperti apa yang kita pikirkan dan perjuangkan setiap hari… So milikilah pikiran yang hasrat suksesnya gede, target2 yang besar dan tidak lupa jangan jauh dari Tuhan…😉

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: