God : From The Mind of a Goat

And then, the tale continued…
Kemarin, ketika main futsal hari minggu, tangan kiriku tertendang (bahasanya ga enak nih…) oleh salah seorang pemain lawan, akibatnya jari tengah tangan kiriku (atau teman-temanku menyebutnya kaki depan kiri) semakin lama kian menyerupai jempol, alias bengkak. Tapi bukan seberapa besar bengkak di jari tengahku ini, ataupun bagaimana proses bengkaknya jari tengahku yang akan kubahas di sini… melainkan yang lebih besar lagi, yakni Tuhan. Hmmm… I am getting serious this time… hohohohoho…

Satu permainan kata-kata yang sampai saat ini menjadi ganjalan dalam pemikiranku adalah :

“Dapatkah Tuhan membuat sebuah batu yang bahkan Dia sendiri tak dapat mengangkatnya?”

Tuhan itu maha segalanya. Tidak ada satu benda pun yang tak dapat Dia ciptakan. Begitu kan logikanya. Tapi logika seperti itu tidak dapat menjawab permainan kata-kata di atas. Mungkin karena aku yang Kambing eh Mbing (mahluk berkaki empat yang dapat berdiri dan berjalan di atas dua kaki) ini tidak mampu mencerna bahasa manusia, maka mungkin aku memang sulit memahami dan memecahkan persoalan di atas. Tapi bukan itu saja yang membuatku terpikir, kembali tentang Tuhan…

Tuhan itu kan maha baik. Tuhan itu maha segalanya. Tuhan itu maha jahat.”

Bagaimana dengan pernyataan yang satu ini? Ini juga masuk akal. Apabila Tuhan itu maha segalanya, berarti maha jahat juga kan? Apabila Dia tidak maha jahat, maka Dia tidak menjadi maha segalanya. Hmmm… sulit ya?

Pemikiran tentang Tuhan membawaku kepada pemikiran tentang partai-partainya, yakni agama. Manusia beragama, itu sudah menjadi trend. Agama adalah suatu konstitusi yang “katanya” menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Agama mencegah kekacauan (chaos) di dunia. Namun tidak dapat disangkal, manusia beragama karena satu hal, yakni ketakutan akan neraka. Siapa sih yang tidak takut neraka? Jadi, anda beragama karena anda takut masuk neraka?

Sekarang analogikan dengan suatu perumpamaan ini. Misalkan aku, si Mbing ini, adalah teman anda. Aku membantu anda, membuat anda senang, memuji-muji anda. Tampaknya aku adalah orang yang baik di mata anda kan? Namun di balik itu semua, ada suatu hal yang aku inginkan dari anda. Aku ingin sebagian dari harta warisan keluarga anda. Apakah anda senang dengan keadaan itu? Apabila anda saja tidak senang, bagaimana dengan Tuhan? Yang setiap hari manusia puji dan sembah, namun keinginan manusia bukanlah murni memuji dan menyembah Tuhan, hanyalah agar manusia diberi tempat yang mulia di surga, hanyalah agar manusia terhindar dari neraka. Hal ini juga senada dengan banyak yang orang katakan ketika memasuki bulan puasa. Berbuat baik di bulan puasa untuk menambah pahala kita. Jadi berpuasa itu untuk apa? Mencari pahala? Untunglah Tuhan bukan manusia, eh… mbing, seperti aku ini, yang merasa tidak senang apabila perbuatan baik seseorang kepadaku tidak tulus, karena ada maunya…

Jadi sebenarnya, siapakah Tuhan? Aku kadang merasa salut dengan orang-orang yang menganggap diri mereka religius, suci. Mereka merasa dekat dengan Tuhan. Mereka bilang, kalian semua harus begini, harus begitu, karena itu maunya Tuhan. Siapakah mereka sehingga mereka dapat merasa “sok tahu” dengan keinginan Tuhan yang katanya tak dapat dimengerti oleh otak manusia? Siapakah mereka sehingga mereka dapat merasa “sok menjadi hamba Tuhan”, membela agamanya dengan mendiskreditkan agama lain? Jadi yang dibela itu agama sebagai konstitusi bisnis atau Tuhan semata-mata?

Aku bukan atheis. Aku memiliki agama tentu saja. Dan aku beribadat kepada Tuhan yang aku yakini, dan sebagian besar orang yakini juga. Tuhan yang Esa. Namun hal itu tidak menghalangi si Mbing ini untuk berpikir tentang Tuhan. Yah sekali-kali boleh donk berujar : “Mbing juga manusia”. Lho!?!?!?!

Pertanyaan-pertanyaan di atas belum juga terjawab, dan aku masih akan mencari jawabannya selama aku masih dapat mencarinya. Bila ini adalah sebuah proses mengenali Tuhan, aku ingin mencari Tuhan dengan caraku sendiri, dengan memandang kepentingan orang lain juga tentunya. Setiap orang memiliki kepercayaan masing-masing, tidak dapat diganggu gugat, hak azasi dan pilihan hidup masing-masing. Begitu juga dengan cara manusia memandang Tuhan…

Jadi, untuk terakhir kali, apakah anda mengenal Tuhan?

PS : Mudah-mudahan jari tengahku cepat sembuh….

Regards,
Xander™

18 responses to this post.

  1. Posted by Alva on October 1, 2007 at 11:08 pm

    Ketika mbing menyembah Tuhan o.O
    atau
    Ketika mbing dipersembahkan kepada Tuhan o.O

    weleh
    Agama adalah Tuhan or Tuhan adalah agama?
    sepertinya 2-2nya ga bener yah –”

    Kita yang kadangkala bahkan tidak mengenali kelebihan/kekurangan diri sendiri dengan sempurna,bisakah mengenali Tuhan dengan sempurna?

    Kok malah ikutan bertanya yah –”
    wokwokwokw

    Reply

  2. Posted by William Lesmana on October 2, 2007 at 12:15 am

    ketika mbing mengikuti trend jari tengah Tommy :-s

    karma lek karma :-ss

    Reply

  3. Posted by Xander™ on October 2, 2007 at 2:05 am

    @Alva :
    jangan ganti2 nama pin, jadi ga usah gw approve jg muncul di sini… kalo zero ya zero, alva ya alva… huahauhauha… ga apa2 kok bertanya, toh ga salah, hidup ini penuh pertanyaan, bahkan hidup ini adalah sebuah tanda tanya besar…

    @Will :
    weleh… ga lah, toh ga separah tommy… whahahahahaha…

    Reply

  4. Wah…
    Gak tau kenapa ya…
    Sometimes memang banyak hal yang bisa bikin kita ragu akan keberadaan Tuhan..
    Tuhan “mungkin” memang tidak bisa mengangkat batu yang saat ini ada di depan kita, tapi entah kenapa kita masih percaya Tuhan itu ada khan?
    Kalo mau berpikir lebih jauh lagi ke masa lalu dan ke segala-galanya di masa lalu, susah mengakui Tuhan itu ada… Apalagi dengan perkembangan IpTek saat ini mengenai jaman purba dan umur bumi..
    Tapi sebenarnya mau dipercaya atau nggak, percaya gak percaya, Tuhan itu ada…
    Maybe kalo sampe keajaiban yang dialami orang lain tentang mujizat-Nya terjadi ama kita, baru kita bisa percaya kali ya…
    Okelah kalo mujizat2 di Tivi itu bisa direkayasa, jadi saya kasih satu contoh kesaksian..
    Yang paling nyata terjadi itu waktu teman gerejaku yang kakinya panjang sebelah disembuhkan waktu didoakan, dengan jelasnya gitu kakinya memanjang dan menjadi sama panjang… (ini sih temanku yang lihat langsung.. Saya gak ikut waktu itu… :p)
    Itu siapa yang lakuin? Tuhan atau Kekuatan Gelap? Atau ada apa gitu?

    Manusia berbuat baik karena takut akan masuk neraka atau karena hati nurani yang memang menyuruh berbuat baik? Misalnya kalian (para pembaca) sedang jalan dan tiba2 ada Nenek Tua Lemah dan Renta banget tiba2 jatuh dan barang bawaannya berserakan… Apa yang kalian lakukan? Jujur aja, menolongnya atau pura2 gak tau apa2? Kalo kalian menolongnya, itu karena pengen masuk surga atau karena hati nurani yang menyuruh untuk menolong?

    (brb bunuh laba2 dulu, tiba2 jatuh dari atas >.<)

    Nah lanjut…
    Sebenarnya yang perlu difokuskan itu, manusia mau percaya Tuhan itu ada atau nggak?
    Kalo mau percaya Tuhan itu ada, selamat datang di antara orang2 yang percaya, kalo gak percaya Tuhan itu ada, selamat datang di antara orang2 yang tidak percaya akan keberadaan Tuhan…

    Nah, sekarang menanggapi pertanyaannya…
    Siapakah Tuhan itu?
    Hmm… Percaya khan soal Allah TriTunggal?
    (Seperti tanda salib yang dilakukan sebelum berdoa, itu saya rasa cukup untuk membuktikan keberadaan Allah TriTunggal…)
    Kebayang gak TriTunggal itu seperti apa? Bagaimana mungkin Tuhan yang kita tau hanya satu itu ternyata terdiri dari Bapa, Anak dan Roh Kudus? Apa masuk di akal? Apa bisa kebayang? Kalo ada 3 gitu, yang mana Tuhan yang sebenarnya?

    Ada satu cerita yang saya ambil dari sebuah buku tentang pencerahan (yang jelas bukan pencerahan cinta :D)..
    (Bukunya udah hilang, ada yang pinjam gak balikin lagi… T_T)
    ===============================
    Pada suatu hari, ada seorang ahli agama yang sangat penasaran tentang kebesaran Tuhan.. Dia memutuskan untuk mencari tahu Tuhan itu seluar biasa apa… Apa pun yang dia temukan dan debatkan tetap tidak menjawab kebesaran Tuhan itu segimana… Suatu saat ketika dia sedang duduk di pantai sambil memandang lautan dan memikirkan kebesaran Tuhan (yang jelas tidak sambil buat puisi tentang hamparan lautan yang indah dan berpaparkan pasir putih), ada seorang anak kecil yang sedang menggali sebuah lubang di pinggir pantai.. Setelah cukup dalam tergali, anak itu lalu bolak balik menimba air laut ke lubang itu.. Ahli agama itu lalu bertanya pada anak itu: “Apa yang kamu lakukan?”.
    Anak itu menjawab: “Saya sedang mencoba untuk mengeringkan lautan”.
    Ahli agama itu lalu tertawa dan bertanya: “Hahahaha… Mana mungkin lautan sebesar ini kamu keringkan?”
    Anak itu lalu menjawab: “Masih lebih baik saya mengeringkan apa yang bisa menjadi kering daripada dengan akal budi mau memikirkan bagaimana besarnya kemuliaan Tuhan.”
    Ahli agama itu terdiam dan anak itu mendadak hilang.
    ===============================

    Tuhan itu terlalu besar untuk dipahami dengan akal budi manusia yang demikian kecilnya. Mendarat di planet Saturnus aja manusia belum bisa. Apalagi mau memikirkan seluar biasa apa penciptanya.. Bukan masalah siapa itu Tuhan, tapi yang menjadi masalah, percaya gak kalo Tuhan itu ada?
    Memuji dan menyembah Tuhan itu bukan jaminan kalo manusia bakal masuk surga.. Berpuasa untuk dapat pahala memang akan menambah daftar baik2nya tapi apa akan seimbang dengan dosa yang sudah dilakukan? Berpikiran negatif aja tentang orang lain itu sudah termasuk dosa lho.. (sering saya lakukan.. T_T)
    Coba aja bandingin kebaikan dan dosa yang sudah diperbuat…

    Berbuat baik masuk surga, berbuat jahat masuk neraka.. Kalo gitu ya berbuat baik aja dong.. Emangnya kenapa harus berbuat jahat? Apa enaknya berbuat jahat yang merugikan orang lain? Emang benar kalo neraka itu jadi alasan utama manusia mencari Tuhan.. Rata2 manusia sejak kecil khan udah diajarin kalo berbohong itu dosa dan bisa masuk neraka… Kalo berbuat baik bisa masuk neraka, ya mana ada orang yang mau mencari Tuhan? Pasti semuanya udah berbuat jahat terus… Ya gak? Hahahahaha….

    Siapa itu Tuhan? Ya baca aja deh Kitab Suci yang ada di dekat kalian, itu sudah cukup menggambar siapa itu Tuhan.. Jangan berpikir lebih jauh dari itu karena akal budi manusia saat ini “belum” mempu berpikir sejauh itu… Kalo udah percaya Tuhan itu ada, jangan mau terhasut oleh pemikiran2 yang membuat diri sendiri pengen meragukan Tuhan…
    Apa perlu Tuhan sendiri yang muncul dan nunjukin diri-Nya ke hadapan manusia? Kalo mau itu terjadi, ya gak usahlah percaya2 ama agama. Tanggalkan saja agama itu dari diri sendiri dan tunggu aja Tuhan nampakin diri… Ya gak?

    (Setauku lewat kitab suci kita bisa mengenal Tuhan lebih jauh lagi…)

    Reply

  5. Posted by Xander™ on October 2, 2007 at 5:08 pm

    @Wandy:
    omgdragon…
    ini comment jadi blog, bahkan diposting di blog dia sendiri… wkakakakakakak…
    lebih panjang dari blogku kah?

    begini…
    Tritunggal setauku memang lom ada yg bisa menjelaskannya segamblang mungkin. Soalnya, di dunia ini, mungkin ga ada yang ngerti bagaimana misterinya.

    Dan jujur saja, manusia lebih percaya sama apa yang dia lihat. Ga lihat sendiri sih ga percaya. Gitu istilahnya…

    =====
    quoted:
    Berbuat baik masuk surga, berbuat jahat masuk neraka.. Kalo gitu ya berbuat baik aja dong.. Emangnya kenapa harus berbuat jahat? Apa enaknya berbuat jahat yang merugikan orang lain?

    jawab:
    kalo gitu, kenapa masih ada orang jahat di dunia? huehehehehe… bisa jawab? kenapa masih ada orang yang suka melihat orang lain menderita? bisa jawab?

    Dan tambahan, buat cerita yang ahli agama itu, beliau adalah seorang santo yakni Santo Agustinus (13 November 354 s/d 18 Agustus 430). Cerita hidupnya? baca sendiri ya… di internet juga banyak… hehehehe…

    Reply

  6. gila ko wandy ^:)^ ampe panjangnya dijadiin post baru di blog tuh…

    anyway soal tritunggal g salah 1 christian yang mungkin ga 100% bisa nerima keberadaan tritunggal bahwa semua itu Tuhan tapi g ga ambil pusing.. tanpa semua itu Tuhan pun g ga sanksi kalo Yesus itu sosok yang luar biasa dan patut banget diteladani – manusia yang sempurna -..

    konsep2 yang ada di agama skrg itu banyak sekali yang uda buatan manusia, uda berubah, altered karena tuntutan zaman, tafsiran2 yang dibuat menurut logika manusia..

    g ga setuju tuh kita ga bole mempertanyakan Tuhan pake logika kita.. kalo gitu bakar aja alkitab, pukul pastor kalo dia khotbah, buang buku2 rohani karena itu semua tafsiran manusia walaupun katanya ada wahyu Tuhan yang berperan di dalamnya..

    agama dan kepercayaan pada Tuhan ga bakal ada kalo manusia apatis dan ga peduli ma tuh the almighty.. walaupun karena berusaha melogikakan juga orang bisa ga percaya..

    kalo ngomong kaya gitu “jangan pertanyakan Tuhan karena logika kita ga sampe bla2” terlepas bener atau ga, sama aja dong dengan guru SMP yang ditanya “pak ini rumus pythagoras dapatnya dari mana?”.. bingung lalo ga bisa jawab “udalah kalian telan aja yang penting pake lalo dapat nilai 10 de pas ujian”.. yang penting kalian ikut aja tuh agama dapat sarana masuk surga de.. sekolah buat cari nilai.. beragama buat cari surga.. setuju ma alek tuh

    Reply

  7. sialan jadi panjang juga kepancing ko wandy curhat.. anyway post alek kali ini bermutu banget dan bisa mengundang perdebatan.. ini kan pernah kita omongin panjang lebar lek anyway..

    Reply

  8. Posted by Xander™ on October 2, 2007 at 6:18 pm

    @Adrian:
    Yup… hahahahaha….
    ada persaingan panjang2an comment nih di sini…
    tapi gpp… seru kok…😛
    iya kita pernah omongin ini panjang lebar sampe gw ga tidur-tidur waktu itu… hahahahaha…

    paragraf terakhir lu itu ngena banget dri…
    seolah2 kita menelan saja semua rumus tanpa mengerti darimana asalnya… that’s a difficult thing to do… at least, for me…

    Reply

  9. Imani saja deh…😀

    (kali ini pendek.. baru bobo 2 jam nih… T_T)

    Reply

  10. Posted by Alexander Aryo Ganteng Nugroho on October 2, 2007 at 8:54 pm

    Haha akhirnya ketemu juga orang kaya gw. Ternyata bukan cuma gw yg belakangan ini menemui permasalahan pemahaman tentang Tuhan.

    Gw terus terang lex mengalami hal yang hampir sama ama lu. Bedanya, Gw mulai berpendapat bahwa Tuhan itu ada dulu aja pas dunia ini blom jadi. Nah pas udah jadi ya udah gitu lah… Ga diurus lagi.. (ini serius jangan senyum2 pas baca!!!)

    Bener banget katalu lex, gw mulai ngeliat orang2 beragama cuma karena takut masuk neraka dan kepengin ngerasain surga. Gimana kalo ternyata pas lu pada mampus (sorry mulai emosi, tetep jangan senyum2), yaudah gitu aja finish, ga ada surga ga ada neraka? Gw merasa bahwa itu cuma iming2 agama…

    Bener sih agama ngajarin yg baik, tapi apakah tanpa beragama kita ga bisa jadi orang baik? Apakah orang yg ngga percaya Tuhan itu ada juga ga bisa jadi orang baik? Orang yang tiap hari beribadah ke gereja, mesjid, pura, vihara, or whatsoever blom tentu baik. Orang yg ga pernah beribadah lom tentu jahat. Tergantung orangnya lagi…

    Terakhir, gw ga percaya bahwa Tuhan itu akan mengatur segalanya indah pada waktunya, bla bla bla, Tuhan tidak akan mencobai manusia melebihi batasnya bla bla bla bullshit!!! Mana mungkin orang berdoa doang ampe dengkulnya jebol bisa jadi orang kaya tanpa kerja??? Orang kerja keras tanpa doa masih mungkin bisa jadi kaya… Kalo orang ampe mati di jalanan karena kelaperan, itu berarti Tuhan nyobain dia ngelebihin batesnya kan (kalo emang Tuhan itu masih ada loh)?

    Tuhan itu ga maha segala2nya lagi Lex.. Bukan gw atheis, tapi bagi gw Tuhan udah ga ngatur lagi mo jadi apa, Tuhan cuman nyiptain dunia ini *zap* jadi deh bumi n temen2 sisanya udah terserah manusia.

    Reply

  11. Bener sih agama ngajarin yg baik, tapi apakah tanpa beragama kita ga bisa jadi orang baik? Apakah orang yg ngga percaya Tuhan itu ada juga ga bisa jadi orang baik? Orang yang tiap hari beribadah ke gereja, mesjid, pura, vihara, or whatsoever blom tentu baik. Orang yg ga pernah beribadah lom tentu jahat. Tergantung orangnya lagi… <– perumpaan Yesus : orang samaria yang baik hati yo.. ada tuh..

    Reply

  12. Posted by rickyhandoko on October 2, 2007 at 11:15 pm

    lex… ikut ngmg yaaaa… ^^

    punten2…..

    Gini2, Soal 3Tunggal niiih.
    kita ga bisa liat itu dari 1 sisi aja. Bapa ya bapa, Anak ya anak, Rohkudus ya roh kudus! Itu mah Saksi (***tliiit***) pisaaan….. Jadi salah besar!

    Kadang kita bingung sama Yesus! Yang adalah anak Allah….. laaah…. Terus Allah beranak? bukanna Yesus itu adalah Allah? hummm…. Kalo bisa di ceritakan dalam konteks gampangna sii gini.

    1. “Alek adalah anak Tasik”…. Betul?
    Naah dari kata2 ituu apa Tasik beranak?

    2. “Anak Tangga…”
    Apa Tangga Beranak?

    Kita ga akan bisa misahin itu satu2….

    (Contoh Mengunakan nama samaran Alek ! = Alexander… huahahaha)

    Analoginya… Alek tu misalnya sekarang jadi anak bagi mama n papana…. Mungkin ga sih jadi bapa nantinya? Dalam konteks itu… Apa “Anak” sama “Bapa” di sana bukan orang yang sama? sama sama alek kan?

    jadi kalo di kaitkan di sana…. Bapa, Putra, dan Rohkudus itu adalah satu… ga ada yang bisa memisahkannya…. jadi jangan liat dalam masing2na…. karena manusia ga akan bisa nerima itu… Imani dan percaya saja!

    quoted:

    ==============================
    quoted:
    Berbuat baik masuk surga, berbuat jahat masuk neraka.. Kalo gitu ya berbuat baik aja dong.. Emangnya kenapa harus berbuat jahat? Apa enaknya berbuat jahat yang merugikan orang lain?

    jawab:
    kalo gitu, kenapa masih ada orang jahat di dunia? huehehehehe… bisa jawab? kenapa masih ada orang yang suka melihat orang lain menderita? bisa jawab?
    ==============================

    jawab:
    kalo gitu di dunia ini juga ada penjara….. terus kenapa ada orang yang masi berbuat jahat? itu mah uda sifat dasarna manusia yang memberontak! kenapa adam dan hawa makan buah pengetahuan kalo dia tau bakal “Mati”?

    Tuhan memberikan kebebasan sama manusia buat memilih… itulah sebabnya banyak orang yang masi berbuat dosa!

    Roma 1:17b
    “Orang benar akan hidup oleh iman”

    So all…. di mana imanmu? huahahaha…..

    bener ga si? jadi takut…..

    Tengkiuuuu………

    huahahaha……

    Reply

  13. Posted by Silvia Kurniasari on October 3, 2007 at 12:52 am

    permisii…numpang lewaaat

    ikutan nimbruung

    soal orang beragama hanya untuk masuk surga :
    dlm hal ini klo nrt aku yg nama nya surga atau neraka itu bukan berarti sebuah TEMPAT setelah kita meninggal
    krn memang kita tidak tahu stl bsk kita mati…(loh…besok? O_o)surga n neraka itu bnr2 ada apa kaga n wujud pastinya kyk apa juga ga tau
    tapi surga atau neraka itu adalah suatu KEADAAN

    jadi klo ada suatu KEADAAN yg damai, tenang, rukun…wis pokok e sing apik2 lah
    itu adalah surga
    sedangkan klo ada suatu KEADAAN permusuhan, kekerasan…nek ini pokok e sing elek2 alias jelek2
    nah itu namanya neraka

    jd di dunia ini pun ada yg nama ny surga n neraka
    klo tempat kalian tinggal itu penuh dgn keadaan sing apik2 itu td…itu bs diblg surga
    trs nek lingkungan e penuh keadaan elek2 itu neraka

    jd org memeluk agama sebener ny DIHARAPKAN bs hidup baik di dunia sehingga bs tercipta keadaan yg baik2 itu alias y jd tercipta surga

    krn kan agama mestinya ngajarin ny soal hal2 yg baik2 kan? ya ga? harus iya!! :p

    nah jd (kok dr td pake kata “jadi” –‘)klo misal org beragama cm rajin ke tempat ibadah, muji Tuhan, dikit2 nyebut Tuhan,rajin dtg kegiatan keagamaan, hapal mati Kitab Suci…tp hidup sehari2 ny ga baek, suka ny nyakitin org lain y percuma ajeeee…itu seh namanya munafik

    begt klo menurut pendapat saya

    trs klo soal pertnyaan alek eh bung teja tny apakah mengenal Tuhan :
    hmmm…kriteria ny bs diblg kenal gmn ni? hahaha
    yg ini aku ga bs jawab…krn aku sendiri juga kdg sering ragu2
    krn yg ampe skrg msh jd pertnyaan ku adalah : apakah takdir itu ada? klo ga ada…knp ada istilah “semua itu ada saat ny”…or “man proposes God disposes”…apakah itu bukan takdir?

    tp klo misal takdir itu ada…brarti…gmn y ngmg ny….walopun kita uda berusaha keras..tp klo misal kita uda ditakdirkan miskin…brarti y mo berusaha mpe kyk apa pun y ga bs

    gt aj deee….singkat kaaann….

    Reply

  14. Posted by iRVaN on October 3, 2007 at 1:17 am

    mari korbankan mbing ke Yang Kuasa
    mbeeeeek ^^

    Reply

  15. Posted by Xander™ on October 3, 2007 at 11:59 am

    @Ricky:
    quoted:
    Tuhan memberikan kebebasan sama manusia buat memilih… itulah sebabnya banyak orang yang masi berbuat dosa!

    kalo Tuhan tidak lagi memberi kebebasan bagi kita buat memilih, maka kita semua akan mati, sama seperti robot. Robot yang ga bisa berpikir lagi, ga bisa milih, hanya jalan aja sesuai kehendak yang empunya… bukan begitu?

    Trus soal tritunggal, emang ga bisa dijelasin kok, sepanjang2nya orang jelasin tritunggal, sampe sekarang lom ada yang menurutku masuk akal… termasuk penjelasanmu itu😛

    Imani dan percaya saja! <— justru ini yang sulit dan menjadi perdebatan…

    @Silvia:
    hmmm takdir memang kejam bung kurni… hahahahhahaa… singkat apanya itu panjang juga… tapi ga sepanjang commentnya Wandy sih…

    @Irvan:
    jangan donkkk… mbeeekk… –‘

    Reply

  16. Posted by William Lesmana on October 3, 2007 at 1:59 pm

    swt.. panjang2 amat –‘ jadi minder :-s

    Reply

  17. Hilarious! I think it’s the first time you philosophize about the nature of God.

    No need to ask, there is no such thing as Trinity. They’re all craps that people bought from flea market. Believe me you, only one God is the true God.

    Reply

  18. Posted by Xander™ on October 4, 2007 at 12:13 pm

    @Will :
    weleh ada yang minder…
    huahahahhaa…

    @Stewart :
    To be honest, this is the first time I wrote about that. I’ve been thinking about it since long time ago…

    But then, I will not judge that trinity is wrong because “they say” altough there are three personalities, but there is only one God. Even I can’t imagine it at all…

    Maybe this is the path of my faith… hehehehhee….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: