The Lord of Lemot : The Legend of Komot

A lot of things in this life, but only one thing that concern, life itself. It can be a secure and boring life, when you step on a straight line from the start until the finish. But when you choose a different path, and start to walk a new different line, life can be risky sometimes, but it will be colorful. Which way will you choose?

Beberapa waktu setelah peristiwa “berdarah” dengan seorang anak kecil di bioskop, hidup seorang mbing telah mengalami berbagai macam hambatan dan tantangan, namun hingga saat ini, aku masih tetap bertahan hidup. Ya iya lah, masa mati gitu? Bisa langsung ada tulisan ~THE END~ donk di blog ini kalo gitu. Jadi doakan saja aku panjang umur ya. Seperti kedua temanku yang hari ini ulang tahunnya dirayakan, atau setidaknya, pretend to be celebrated.. hahahahaha… joke joke…

Yang pertama adalah Meke, atau orang lebih banyak menyebutnya Mekemot. Mengapa demikian? Hanya Tuhan dan kami yang tau, anda perlu mendaftar dulu untuk bisa tau mengenai legenda tersebut. Jadi cukup dengan legenda yang satu ini, karena masih ada satu orang legenda yang belum disebut. Sebelumnya, aku mengucapkan dulu selamat ulang tahun yang ke 21 untuk Mekemot, semoga sukses buat semua cita-citamu, selamat anda telah mengurangi jatah hidup anda, (aduh rasanya kok kejam, ralat-ralat) diralat : selamat melangkah satu tahap ke kedewasaan (that sounds better).

Rasanya memang bertambah usia itu tidaklah mudah, bagiku sendiri, usia yang sudah 21 ini memberikan berbagai sensasi, yang pertama adalah bahwa, aku bersyukur masih diberi kesempatan memperbaiki diri, lalu yang kedua, aku merasa beban hidupku bertambah, karena dengan ini, aku harus lebih dari diriku yang dulu, harus bisa memberikan sesuatu baik bagi diriku sendiri maupun bagi orang tua khususnya, dan bagi orang-orang yang ada di dalam hidupku. Perasaan senang sekaligus nervous bercampur menjadi satu dengan kejadian-demi-kejadian yang mewarnai hidup kita ini. We’ve got to be stronger than before!

Cukup dengan bisi basi, kali ini aku akan bercerita tentang seorang legenda, lebih tepatnya legenda hidup. Dia adalah Mr. Wandy Pangeran Lemot Cinta, atau dengan julukan baru yang lebih keren dan fresh : KoMot (alias Koko LeMot). KoMot ini konon adalah kembaran dari Mekemot yang hilang. Ketika mereka difoto, sudah tampaklah kemiripan dari mereka, bagaikan adik kakak dibelah dua (sounds weird?). Oh ya, I haven’t told you why he became a legend right? He is the only man I know in this life as the most “lemot” person (I haven’t found the English word of lemot yet, if there’s anyone have it, please let me know).

Jadi begini ceritanya…
Sekembalinya dari kos Mekemot, di jalan, terjadi percakapan seperti ini:
Me : “Tani, how much I must pay for the cake?”
Tani : “Oh nggak usah, udah dibagi kok itu.”
Me : “No, no. I want to take a part in it. Gue mau ikutan kok.”
Tani : “Hmmm… mungkin jadi sekitar *beep* rupiah, emang yang lain mau ikutan juga?”
Me : “Gue sih ok, gimana tuh KoMot sama Kojek?”
Tani : “KoMot ikut? Kojek juga, lu gimana?” *bertanya pada KoMot dan Kojek*
KoMot : “Ok.. ok… ikut ikut…”
Kojek : “Ayo ayo aja.”
*after a few seconds*
KoMot : “Memangnya kita mau pergi kemana gitu?”
Me : ”Lho?!?!?! Kok jadi Pergi?”

GUBRAK!

All except KoMot : “Wakaokwaokwawaokwaokwawaok” *ngakak like crazy*
Kojek : *saking gilanya langsung mencari tiang listrik dan (berpura-pura) menghantamkan kepalanya ke tiang tersebut*
Tani : *doing the same thing, but onto a wall*

Mungkin karena karma atau apa, tak lama kemudian, Kojek “kejeblos” ke got yang sebenarnya tidak perlu terjadi, karena tiba-tiba saja pijakannya roboh dan amblas ke dalam got… LOL!

Inilah yang terjadi, ketika seharusnya “trigger” yang sudah dibangun sejak “salaman yang melegenda yang terjadi di Puri Rent” tersebut ada follow-up-nya. Karena berakhir begitu saja, maka “Lemot Release Trigger” pun berakhir. Dan terbukti dengan hal di atas. Belum cukup sampai di situ, masih ada beberapa hal yang membuat KoMot menjadi legenda.

Setelah lebaran, akhirnya Mbak cuci di kosku pun kembali bekerja. Hal itu sangatlah aku syukuri, karena dengan begitu jabatan PRT pun terlepas dari diriku. Terima kasih Mbak telah cepat kembali. Hahahahahaha…. Tapi bukan itu yang mau kuceritakan. Alkisah pada suatu petang yang cerah dan terik (oh salah ya, petang mana ada yang terik), aku bersama Kojek dan KoMot kembali dari perantauan dengan tujuan mengisi perut. Ketika masuk kos, ternyata ada si Mbak sedang duduk di depan. Secara itu adalah pertemuan pertama setelah lebaran, maka aku pun mengucapkan selamat lebaran…

Me : *menyalami Mbak* “Met lebaran ya mbak, maaf lahir batin yaa…”
Mbak : “Iya makasih Lek.”
Kojek : *ikut salaman juga* “Met lebaran mbak…”
Mbak : “Iya…”
KoMot : *dengan kebingungan, ikut salaman juga, namun dengan omongan yang berbeda :*Kalian ada apa ya ini, nyalamin mbaknya?

GUBRAKKK!!!!

Me : “Astagaaaaaaa!”
Kojek : *ngakak like crazy*
Mbak : *ngakak juga*

Ada peristiwa lain yang juga mengukuhkan KoMot sebagai the legend, karena tidak hanya dalam kejadian “live” lemotnya kumat, namun juga dalam chatting ataupun dalam kegiatan “recorded”. Sebagai contoh yang satu ini…

Ceritanya, pada saat itu Tani mengupdate blognya yang bercerita tentang bagaimana dia jatuh cinta kepada sebuah baju, yang dia lihat di salah satu supermarket. Ketika pertama kali melihatnya dia langsung suka dengan baju tersebut, hingga beberapa saat kemudian dia membelinya dan memamerkannya di blognya, namun dengan bahasa kiasan seakan-akan dia sedang jatuh cinta beneran, beginilah interpretasi KoMot tentang blog Tani :

*dicopy-paste dari archieve YIM Dj beberapa waktu yang lalu*
Djadul (10/11/2007 1:21:15 AM):
KoMot: love at the first sight
KoMot: biasanya Love yang suci
KoMot: bukti nyata itu Tani
KoMot: terus
KoMot: ummmm
Dj: hah
Dj: Tani ?
KoMot: saya juga punya pengalaman yang gak boleh saya ceritakan
KoMot: Love at the first sight
KoMot: wew
Dj: Tani np?
KoMot: belum baca blog Tani?
Djadul (10/11/2007 1:21:15 AM): –‘
Djadul (10/11/2007 1:21:18 AM): jelasin lek

Dj sampai menyerah untuk mencoba menjelaskan bahwa blog Tani itu tentang baju, bukan tentang cinta sejati. Wkoakakakkakakakak…. Tenang saja KoMot, lemot-lemot juga tetap teman baikku kok. Cuma itu lemotnya memang tiada banding, tiada duanya… mirip iklan mobil ya?

Pulang ke kos, dilanjutkan dengan potong kue dan foto-foto dengan Beni, yang juga berulang tahun hari ini. Happy birthday Ben! Fiuh, double birthday cake in a row. I am full!

OMG, sudah sepanjang ini aku mengetik. Mungkin untuk mengetik tentang legenda hidup memang harus panjang… Tapi karena tidak ingin terlalu panjang, aku akhiri sampai di sini. Gud nait and see you in my next post!

Regards,
Xander™

5 responses to this post.

  1. ^:)^ pada komot si dewa lemot <– uda cukup menjelaskan semuanya

    Reply

  2. Posted by Lynx on October 23, 2007 at 8:35 am

    lek, gw numpang ngakak ya..:$

    wakakakakakkakakaakkak

    Reply

  3. Posted by Alva on October 23, 2007 at 10:07 am

    wew
    lemot –‘
    wkwkwk
    ngakak bacanya
    kojek berenang di got ya o.O
    ^:)^

    Reply

  4. wew….
    Minta pembagian hak siar…. :-l

    Reply

  5. Posted by Xander™ on October 23, 2007 at 11:24 pm

    @Adrian :
    hoooo… langsung menyembah gitu…

    @Lynx :
    bole bole numpang ngakak, sering2 aja… hehehehe…

    @Alva :
    kojek kena karma tu…

    @Wandy Eka Pranata :
    nggak nyiarin apa2 kok inih… huahahahahha… ampuuuuuun….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: