Senin “Basah”

To be honest, this is a very tiring day.

Kalimat di atas sudah cukup mewakili hari Senin yang cerah (di pagi hari dan di sore hari saja) ini. Saya terbangun jam 7 pagi, merasa teramat sangat ngantuk. Setelah lima menit “ngulet-ngulet” di kasur, saya pun akhirnya bangkit juga. Seperti biasa, duduk dulu di depan komputer, check email, browsing-browsing berita baru dulu, baru kemudian pergi ke kamar mandi. Ketika itu sudah jam setengah delapan. “Great!”, pikirku. Ujian jam 8 tepat. Dan saya baru mandi jam setengah delapan! Hmmm…

Ujian berjalan dengan agak aneh, dengan soal yang aneh, cara pengerjaan yang aneh, dan juga pengawas yang aneh. Tanya kenapa? Sudahlah, yang penting harus dapat nilai bagus. Rencananya, setelah ujian, saya pulang kos dan istirahat (tidur barang satu jam) untuk “charging energy” supaya interview jam satu siang dalam keadaan segar. Interview? What interview? Oh ya, flashback sebentar, saya mengikuti salah satu program dari BCA, yakni MT-IT yang dikelola oleh Ad-Ins, yang menjaring calon tenaga kerja yang nantinya (kalau diterima) akan ditraining lalu mungkin akan ditempatkan di BCA. Dan thanks to God, saya lolos sampai tahap interview kedua (setelah sebelumnya test logika dan pengetahuan komputer, psikotest dua kali yang bisa bikin puyeng, dan interview tahap pertama yang lumayan bikin deg-degan).

Bukan salah ibu mengandung, dan juga bukan salah ayah menaruh burung, saya tidak bisa tidur pagi itu. Mungkin karena tegang sebelum interview, atau mungkin karena tegang yang lain saya juga tidak tau. Yang pasti, satu jam cuma dihabiskan untuk baring-baring sambil merem. Tidak, tidak sama seperti oposum yang pura-pura mati, kalau anda berpikir demikian. Pergi ke wisma BCA Asia di jalan S.Parman sekitar jam setengah satu kurang, langit sudah memberi “alert”. Gelaaaaap banget! Firasat buruk pun terbukti, baru jalan sekitar 5 menit, tiba-tiba hujan turun. Lebat. Sempurna. Alhasil, dengan ditutup jas hujan seadanya, saya dan beberapa teman-teman sukses mencapai lokasi dengan baju dan sepatu basah kuyup. Bahkan, ketika turun dari motor, saya lepas sepatu saya, dan saya balikkan sepatu saya, mengalirlah air hujan campur comberan yang terpendam di dalam sepatu. Mantap. Interview dengan lengan baju basah, kaos kaki yang harus diperas dulu, sepatu tergenang air, dan duapertiga dari celana, basah kuyup.

Sampai di sana, lokasi pertama yang dituju = WC. Mengapa? Iya lah, masa mau interview dengan penampilan mengenaskan seperti ini? Setidaknya ada beberapa hal yang harus dilakukan.

  1. Peras kaos kaki anda (sudah dilakukan di tempat parkir, air hasil perasnya bisa dibuat satu cangkir teh, kalau anda mau).
  2. Keringkan sepatu anda (juga telah dilakukan di tempat parkir, dengan satu lembar tissue, tidak banyak membantu).
  3. Keringkan pakaian yang basah. Hal ini dapat dilakukan berkat pertolongan dari mesin hand-dryer yang ada di WC. Jadilah saya dan Mr.Bantet (salah satu teman seperjuangan) menempatkan lengan di mesin tersebut. Lumayan, kering sedikit.
  4. Keringkan kaos kaki. Hal ini hanya dilakukan oleh Mr.Bantet. Karena disinyalir berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan. Caranya : buka kaos kaki anda, pakaikan di tangan, lalu gunakan mesin hand-dryer di WC sama seperti cara anda mengeringkan baju anda. Dijamin dalam 10-15 menit, anda akan mengalami gangguan pernapasan, yang berujung pada batuk-batuk, dan sesak napas, lalu ayan, akibat aroma yang disebarkannya.

Kemudian saya dan teman-teman saya (setelah merasa cukup pede) pergi ke ruang tunggu. Di situ kami disuruh mengisi formulir data diri (lagi). Dan ternyata, di absensi tertulis bahwa interview kami itu bukanlah jam satu, tapi jam dua. Ditambah budaya orang Indonesia (baca : ngaret) menjadi jam tiga. Dua jam dengan keadaan lengan baju basah, dan kaos kaki basah. Untunglah saya segera dipanggil interview. Kalau tidak saya mungkin akan mengalami apa yang dinamakan : kelumpuhan kaki akibat beku oleh kaos kaki basah. Interviewnya sendiri berjalan biasa saja. Interviewernya berwajah ramah, dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak jauh berbeda sebenarnya, dengan interview pertama. Setelah semua mendapat giliran interview, maka saya pun pulang. Ketika pulang, langit seakan mengejek saya. Mengapa? Terang benderang. Jalanan yang tadinya banjir pun kering. Gut dog, gut dog.

Akhirnya, hari yang cukup melelahkan itu pun dihabiskan dengan menonton film di 21 Taman Anggrek. Film yang ditonton adalah Beowulf. Menurut saya cukup bagus, dengan animasi yang sangat amat sangat keren. Cukup menghibur. Apalagi ketika adegan Angelina Jolie yang… hmmmm… just watch it yourself guys!

Berkaitan dengan MT-IT BCA, hasil dari interview ini akan diberitahukan kepada peserta lewat Ad-Ins. Jadi saya juga tidak tau kapan akan diberitau, dan bahkan, jujur, perasaan saya mengatakan bahwa saya mungkin tidak diterima untuk menjadi trainee. Entah mengapa, ada perasaan seperti itu yang muncul setelah interview terakhir tadi. Yah, pokoknya “nothing to lose”. Diterima ya puji Tuhan, tidak diterima ya coba lagi di kesempatan lain atau kesempatan dari perusahaan lain. Namun yang pasti, orang tua saya bersemangat sekali ketika tau anaknya ikut proses MT-IT BCA. Mungkin lain kali akan saya bahas juga mengenati MT-IT BCA ini… lain kali….

Besok masih ada ujian Bahasa Inggris, namun sekarang sudah merasa ngantuk dan kecapekan. Mungkin saya akan belajar sedikit untuk kemudian dilanjutkan besok pagi. Akhir blog ini, sebuah penggalan lirik lagu. Lirik lengkap dapat dilihat di SINI.

Fergie – Finally


I remember the beggining you already knew
I acted like a fool
Just trying to be cool
Fronting like it didn’t matter
I just run away
On another face
Was lost in my own space
Found what its like to hurt selfishly
Scared to give of me
Afraid to just believe
I was in a jealous, insecure, pathetic place
Stumbled through the nets that I have made


Finally got out of my own way
I’ve Finally started living for today
I finally know that I needed to grow
And finally know that


[chorus]
Finally
Now my destiny can begin
Though we will have a different set
Something strange and new is happening
Finally
Now my life doesn’t seem so bad
Its the best that I’ve ever had
Gave my love to him Finally

Regards,
Xander™

9 responses to this post.

  1. sama lex gw juga keujanan, untung gak ada interview, dan untungnya lagi gak pake sepatu :p

    ada aja ya untungnya.. keujanan aja masih untung ahahahaha…

    Reply

  2. wkoakakaka.. brb yang pake wc setelah kalian siap2 mati keracunan.. mungkin setelah kalian pulang.. wisma asia diungsikan 1 gedung karena dikira ada anthrax

    Reply

  3. Posted by Wandy Eka Pranata on November 20, 2007 at 1:37 am

    Sampai di sana, lokasi pertama yang dituju = WC. Mengapa? Iya lah, masa mau interview dengan penampilan mengenaskan seperti ini?
    (Wakakakakakakakakakakakakakakakakakakakaka…………….)

    Yup… That’s right… Kalo udah melakukan yang terbaik, sisanya tinggal menunggu takdir…. :p

    Reply

  4. Posted by Andre Halim on November 20, 2007 at 2:37 am

    Lex, spoiler film Beowulf-nya kurang panjang tuh :)))))))))
    Hahahaha… Moga2 hasil interviewnya memuaskan😀

    Reply

  5. Posted by Alva on November 20, 2007 at 11:33 am

    Senin kering kering basah ya -_-a
    wokwokwok

    Gut dog -_-a

    Weh,spoiler filmnya ~_~ wkwkw

    Tinggal menunggu hasil interview ya lek
    uoghh

    btw,komen gw kok rada2 ga jelas ~_~

    Reply

  6. Posted by Akio Tetsumaru not Mr.Bantet on November 20, 2007 at 11:40 am

    oi nama gw Akio Tetsumaru bukan Mr. Bantet. Sebenernya ada 2 kejadian konyol sih pas lu lagi interview tapi gw ceritain di blog gw aja deh (kalo sempet). Btw wish me the best of luck Lex, gw juga ga terlalu yakin dengan interview kali ini, Bisa dibilang ga ada feeling, ga kaya kemaren2. Mungkin gara2 kunci gw yg sempet ilang jadi gw ngerasa jawaban2 yg gw kasi kurang dalem deh. Yaudah deh God Speed Lex!! :))

    Reply

  7. Posted by Xander™ on November 20, 2007 at 2:20 pm

    @raykuro :
    memang orang Indonesia kan selalu untung, apapun itu ada untungnya… hehehehehe…

    @CeruleanSphyrna :
    kalo gitu ga jadi donk kita ke BCA, gedung trainingnya terinfeksi anthrax T_T

    @Wandy :
    bukan menunggu takdir, tapi menunggu keputusan dari Tuhan, apakah saya harus masuk atau tidak. Takdir yang ngarahin kan usaha manusia sendiri.😛

    @Andre Halim :
    Thx, doain aja… btw saya nggak spoiler filmnya kok itu, hehehehe….

    @Alva :
    emang ga jelas kaw…

    @Akio Tetsumaru yang nggak mau dipanggil Mr.Bantet :
    Amen. Amen. Amen. Ditunggu jg post lu di blog lu ya…

    Reply

  8. 24 Nov HITMAN, gamenya bagus. Mudah2an filmnya juga bagus hahaha🙂

    Cia Yoo buat ujian dan MT-IT di BCA-nya hahaha

    Reply

  9. Posted by Xander™ on November 22, 2007 at 9:46 pm

    @pitshu :
    iya nih… tapi kayaknya yg jadi HITMAN nya kurang serem mukanya… badannya kurang gede lagi… mudah2an bagus d…
    btw makasih buat dukungannya😛

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: