22 Years, Quando?

“Tell me when will you be mine…

Tell me quando, quando, quando…”

Quando, quando, quando…It’s 00:30 am. Midnight. I know I should be sleeping . But then, the yearning to put words again into my blog which had been forgotten for a long time have succesfully make me still on my chair and typing. Oh, damn, I’ve just lost my connection, even so I will continue my writing and post it in the morning right after I woken up.

Quando = when = kapan. Sebuah pertanyaan tentang waktu. Kapan kamu akan menikah? Kapan kamu akan punya pacar? Kapan kamu akan lulus kuliah? Kapan kamu akan naik kelas? dan sebagainya dan seterusnya. Kapan? Saat ini saya sedang berkutat dengan kata tanya yang satu ini. Kapan saya akan bertambah dewasa? Kapan saya akan menjadi orang sukses? Kapan saya dapat membahagiakan orang tua saya? Kapan saya dapat lebih baik lagi dari saat ini?

22 tahun. Waktu yang cukup panjang namun masih dalam skup kecil suatu kehidupan. Itulah usia saya sekarang. Dimulai tepatnya seminggu lalu pada hari yang sama dengan hari ini, saya genap berusia 22. Angka kembar kedua yang saya alami dalam hidup, dan memang hari itu sungguh berkesan. Teman-teman kantor yang berniat “membalas dendam” berhasil melakukan aksinya. Foto di bawah ini menunjukkan hasil karya mereka, sedikit saja berbeda dengan genderuwo. But then, I am so happy, thanks guys for the masker (especially to Ibu Cecil), for the cake, for the happiness you gave me on that day. It’s not the price of the masker, the deliciousness of the cake, and the burger that we ate, but the togetherness that made me feel the day was special.

kue

Saat ini training sudah mulai memasuki masa pendinginan. Klimaks bagi diri saya sendiri sudah berlalu 2 hari lalu, di mana proyek akhir yang dikerjakan selama dua minggu ‘disidang’ seperti sidang skripsi. Bedanya, sidang skripsi hanya sekitar 1-2 jam, namun sidang yang satu ini seharian. Leganya ketika para penguji sudah tepuk tangan yang menandakan sesi ujian berakhir. Meskipun revisi memang cukup banyak, namun perasaan lega yang datang tidak dapat dibandingkan lagi dengan perasaan ‘khawatir’ sebelum ujian. Thank’s to my group, even if we haven’t had enough experience in doing this, but we made it. There’s still a little more to do, but I have faith that we can do this because we’ve past the difficult time.

Training selama 4 bulan (hampir) ini memang sesuatu yang tidak terduga bagi saya sejak awal. Masuk menyisihkan banyak orang, dan juga bergabung dengan teman-teman yang saya rasa jauh lebih hebat dari saya, dan mempelajari materi yang belum pernah saya pelajari sebelumnya dalam waktu singkat. Bukan itu yang membuat training ini special (kenapa diceritain coba?). Karena kejadian-kejadian dan pengalaman yang saya alami bersama teman-teman, training ini menjadi special. Aryo dengan wajah kusutnya, Andi dengan kegilaannya, ‘Nus Willy dengan ‘kehomoannya’, Sawi dengan gerakan-gerakannya yang aneh, Anton dengan kepintarannya, Djadul dengan ‘keburukrupaannya’, Pika dengan kedatarannya, Jo dengan celetukan-celetukannya, Cres dengan kepolosannya, Nia dengan suara ‘TOA’nya, Akmal dengan jemurannya, Sum dengan bacolnya, Rini dengan kebiasaan anehnya ketika ngerjain project, Henry dengan suasana ga enaknya, dan Tante Tanti dengan celetukan gaya Jawa-nya (“Lho kok aku?”). Ciri khas masing-masing dari mereka itu membuat kesemuanya ini special.

Tidak semua pengalaman menyenangkan tentu. Tapi tetap berkesan. Pengalaman baik yang menyenangkan maupun tidak, telah berhasil membuat saya mengenal lebih luas diri saya sendiri, karakter orang-orang, bagaimana sebaiknya bersikap dan bercara pikir. Dan mungkin, karena training inilah saya boleh mengenal teman-teman baru, bahkan mungkin sesuatu yang tidak saya pikirkan saya akan mendapatkannya di sini.

Kembali ke Quando. Kapan saya akan dapat meraih kesuksesan itu semua? Apakah selepas training ACE? Masih banyak “Quando” yang memenuhi pikiran saya, namun semua itu bukanlah beban, namun motivasi bagi saya untuk mengeluarkan seluruh potensi saya, sehingga semua mimpi itu datang.

Masih banyak yang ingin saya tuliskan di sini, namun karena saya juga harus menyiapkan diri untuk esok hari dengan istirahat cukup, maka nanti saya lanjutkan lagi. And there it comes, the internet connection have been turned on again. So good night everyone, and wait for my next post. I’ll be back!

Regards,

Xander™

7 responses to this post.

  1. Posted by selvyna on July 19, 2008 at 10:28 am

    cinta baru nya siapa?
    bersemi cinta lokasi ya?

    ~menghembuskan gosip

    Reply

  2. Posted by Xander™ on July 19, 2008 at 11:22 am

    husss jangan ngegosip… hahahahaha… mau tau aja nih…

    Reply

  3. Posted by bah on July 20, 2008 at 10:54 am

    cinta lokasi… cinta lokasi… cinta lokasi bisa saja terjadii… :-“

    Reply

  4. Posted by cilpi on July 20, 2008 at 10:26 pm

    ;)) ;;) :p

    komen ny cukup trio emo itu aj
    hohoho

    Reply

  5. Posted by cilpi on July 20, 2008 at 10:27 pm

    jah trio emo ny kok jd gt –‘

    Reply

  6. jadi inti na udah lulus nich! trus… makan2 na mana!

    Reply

  7. Posted by Xander™ on July 24, 2008 at 11:16 pm

    *hiraukan soal cinta lokasi, pura2 ga tau*

    @pitshu:
    udah donk… dah lama lulusnya sih, cuma lom wisuda, minggu depan baru mo wisuda…
    makan2nya? mo makan2 apa nih?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: