Obvious

And you don’t ever notice how I stare when we’re alone
Or wonder why I keep you on the phone
I’ve made it obvious
Done everything but sing it

(I’ve crushed on you so long but on and on you get me wrong)

I’m not so good with words

And since you never notice
The way that we belong
I’ll say it in a love song

Sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan oleh boysband yang namanya mirip nama peralatan mandi (baca: Westlife), mengawali postingan saya malam ini. Obvious judulnya. Rasanya ini lagu memang pas sekali, di saat seseorang dengan penuh perjuangan berusaha membuat dirinya “terlihat”, namun ternyata waktu masih belum mengijinkan, atau pun keadaan yang memaksanya demikian.

Terkadang orang berusaha sekuat tenaganya, berkorban demi menyelesaikan apa yang ada di hadapannya. Namun hal itu menjadi ironis, seperti sebaris lirik dari lagu di atas: I’ve crushed on you so long but on and on you get me wrong. Terkadang orang tidak menanggapi suatu hal sesuai dengan yang ingin kita tanggapi. Di situlah sebenarnya, letak keunikan seorang manusia. Sebuah perjuangan yang telah menjadi sebuah perjuangan hidup, tentunya sudah mulai mengalami hal-hal seperti itu. Maksud baik tidak selalu dianggap baik, apabila memang tanpa sengaja merusak sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang prinsipal. Saya sendiri, besok akan menerima hasil dari apa yang telah saya lakukan selama 3,5 tahun di UBiNus. Saya tidak berprestasi memang, saya bukanlah mahasiswa teladan, namun saya rasa, apa yang saya dapatkan selama berkuliah tidaklah sia-sia. There is always the right person in the right place and the right time. But I don’t know when…

Wisuda. Hal itu memang menjadi sebuah bukti, memperlihatkan diri kepada teman-teman, kenalan, saudara, orang tua, dan Tuhan sendiri, bahwa saya telah dapat melewati rintangan-rintangan yang mungkin tidak dapat dibilang mudah, maupun tidak dapat dibilang sulit juga. Terkadang juga manusia hanya membutuhkan sedikit “bagian” untuk membuat sesuatu obvious. This night, the ice that has been frozen for months, has been melting. Thank’s God, I can feel free now…

Rasa kantuk yang tidak kuasa saya bendung, membuat saya akan berhenti untuk malam ini. Masih ada foto-foto outing ke puncak dan juga foto-foto wisuda (besok), namun untuk hari ini dan besok:

“Selamat Wisuda teman-teman, semoga sukses”.

Obvious, isn’t it?

Regards,
Xander™

9 responses to this post.

  1. hari ini mau wisuda ya xander…
    congrats ya!!😀
    inget banyak2 senyum nti pas difoto hehehe😛

    Reply

  2. the end of school life journey.. the start of another journey called working.. what will everyone be after this? obviously interesting when we somehow encounter one another years from now🙂

    Reply

  3. Posted by Xander™ on August 3, 2008 at 2:01 pm

    @pucca:
    iya makasih ya… hehehehe… tar saya pajang fotonya di sini… tapi masih banyak yg di temen sih… hhehehehe…

    @adrian:
    just move forward, and we can face the same bright future when the time comes, and we can be proud of ourselves when the time of encounter come… hehehehe…

    Reply

  4. akhirnya wisuda juga lek😀
    wkwkwk

    Reply

  5. photo2 wisudanya di pajang donk!! hahahaha

    akhirna resmi jadi sarjana kompor yah ?!

    Reply

  6. selamat atas wisudanya yach….moga cepat dpt kerja.

    Reply

  7. selamat atas wisudanya yach.

    Reply

  8. mantap….rajin rajin aja cari lowongan di internet biar segera dpt kerjaan yang mantap pula

    Reply

  9. selamat yach….awal dari perjuangan yang masih panjang

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: