Introspeksi Akhir Tahun

Hari Rabu nanti merupakan hari terakhir di tahun 2008 ini. Apa saja yang sudah kita lakukan tahun ini? Apa saja yang sudah kita kembangkan tahun ini? Apa saja yang sudah kita tingkatkan tahun ini? Tentu ada beberapa kemunduran yang terjadi, ada beberapa kekhilafan yang terjadi, ada beberapa kesalahan yang kita perbuat. Sebagai manusia (semoga tidak ada yang protes saya nulis dua kata barusan), saya rasa wajar kita berbuat kesalahan. Saya sendiri memiliki beberapa penyesalan di tahun ini. Namun sejak kecil saya belajar untuk tidak menyimpan penyesalan itu sehingga menjadi penghambat kita untuk maju, namun saya menggunakan penyesalan itu sebagai pemicu semangat untuk tidak mengulangi sesuatu yang dapat membuat saya berada dalam kondisi yang saya sesali tersebut. Hmmmm…

Jadi, untuk apakah kita hidup? Bila boleh, saya ingin melemparkan sebuah pertanyaan yang mungkin tidak semua orang dapat menjawabnya dengan tegas dan lantang: “Apa tujuan hidup kamu?”. Jujur saya sendiri masih mencari sebenarnya tujuan hidup saya itu apa. Mungkin beberapa orang yang memang religius menjawab bahwa tujuan hidupnya itu untuk melayani Tuhan, untuk memuji Tuhan, dsb dst dll yang sejenis dengan itu. Maaf, bukan merendahkan pendapat itu, saya justru salut apabila ada yang dengan tegas menyatakan tujuan hidupnya demikian, namun yang saya maksud di sini itu, tujuan hidup yang lebih spesifik, lebih ke : “Apa yang direncanakan buat saya, apa yang ditujukan buat saya, secara spesifik.

Pada akhirnya, tetaplah hanya satu yang saya temukan. “Berbuatlah yang terbaik”. Apapun itu, buatlah itu menjadi yang terbaik. Namun itu dalam arti positif ya, bukan negatif. Masa jadi penjahat harus jadi penjahat terbaik, artinya yang terkejam dan terjahat donk? Mungkin tiga komik yang super aneh ini dapat memberikan inspirasi tentang berbuat yang terbaik.

Comic 1

Comic 2

Comic 3

Berbagai orang memiliki cara tertentu dan pandangan tertentu tentang berbuat yang terbaik bagi dirinya dan bagi dunia. Terlihat dari ketiga komik di atas, ada yang hanya ingin makan sebelum mati, yang artinya bahwa hal yang paling berarti bagi hidupnya adalah makan. Ada juga yang nonton film porno, yang artinya bahwa hidupnya ditujukan untuk nonton film porno, sehingga di saat-saat terakhirnya pun dia habiskan untuk nonton film porno (rendah sekali tujuan hidup orang ini). Yang terakhir mungkin yang paling mulia. Dengan segala kesulitan dalam mempertahankan hidup, dia dapat bertahan untuk bekerja, mendapat istri hingga anak, dan lalu hingga anaknya besar dan menikah dan memberinya cucu. Hidup seperti ini saya rasa diinginkan oleh sebagian besar manusia. Mengapa begitu sulit mendapatkannya sehingga digambarkan bahwa sakitnya seperti menahan luka tembak? Jawabnya karena hidup itu memang sebuah perjuangan. Perjuangan untuk mendapatkan apa yang kita tuju, apa yang menjadi tujuan hidup kita.

So, apapun tujuan hidupmu, berjuanglah. Saya sendiri masih kurang kepercayaan diri untuk memperjuangkan sesuatu untuk hidup saya, namun perjalanan hidup saya masih panjang (semoga saja), dan saya akan terus berjuang sambil mencari, tujuan hidup yang diberikan Tuhan untuk saya. Di akhir tahun ini, ada baiknya kita flashback apa saja yang telah kita perbuat selama satu tahun ini, dan buat resolusi baru dan tujuan baru di 2009. Selamat tinggal 2008!

Regards,
Xander™

3 responses to this post.

  1. Posted by yoband on December 29, 2008 at 11:42 am

    Hmm…
    Jadi inget kata2 pak GG (kalo ga suka gw pake inisial, oke sebut aja Bunga – bukan nama sebenarnya):
    “STRIVE FOR THE EXCELLENCE…
    Berusahalah selalu yang terbaik, niscaya semua akan koprol-koprol mengikuti….”

    Semua itu maksudnya adalah kekayaan, ketenaran, kebahagiaan, dll…

    FYI: kataa “koprol-koprol” sebenarnya tidak diucapkan oleh pak GG, itu hanya saya tambahkan untuk lebih mendramatisir suasana

    Reply

  2. Posted by zerocross on December 29, 2008 at 11:48 pm

    lek , u ngejar setoran ya , lsg babat 4 post an -_-

    wkkwkw , asli ngakak gw liat komik stripnya itu , tapi da perna gw liat dimana ya , lupa -_-

    btw yg no 3 terlihat lebai , uda ditembak sampe meper2 gitu masi aja bisa liat cucunya baru wafat ,wkwkkw

    untung yg u liat anak2nya baru bawa PSP , coba dia bawa virtual game , sambil loncat2 jerit2 mukul dengan gaya ryu keluarin hadoukennya dan ga sengaja ngemukul sang suster , bisa bayangin hebohnya tuh :s

    btw , yang jerit2 Allah Allah itu orang ya rupanya , gw kirain apaan -_-

    well , last but not least , semoga di tahun depan kita akan menjadi lebih baik dari kita yang sekarang😀

    Reply

  3. g da meliat ne komik sebelon lo post gara2 g jalan2 di flickr lo kemarin huahah..

    yang ke 3 ga masuk akal.. uda sekarat bisa hidup puluhan taon.. buat married punya anak besarin dll

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: