Mistis di Puncak dan Christmas Eve vs PSP

Hmmm… sesuai janji saya tadi malam, saya bela-belain ngetik lagi pagi tadi dan siang ini untuk post hal-hal yang belum saya post, daripada keburu basi dan keburu lupa (sepertinya yang kedua lebih mungkin, karena post saya kayaknya ga akan pernah basi… *sok mode on*). Jadi kali ini saya mau cerita tentang peristiwa semi religius yang saya alami bulan Desember ini. Ada dua peristiwa tepatnya. Yang pertama peristiwa semi mistis yang terjadi ketika saya ikut outing ACE batch 8 di Puncak, di Inkarla. Dan yang kedua adalah peristiwa semi teknologi di gereja MBK, waktu malam natal (apa coba semi teknologi?).

Yang pertama aja dulu. Ceritanya, waktu itu saya ikut rombongan ACE Batch 8 outing ke puncak, tempat yang sama yang saya kunjungi tahun lalu, eh kok tahun lalu, tahun ini juga, bulan Juli lalu tepatnya. Dulu itu saya sempat main tepung, basah-basahan di kolam, maen tebak-tebakan ga jelas… eh tunggu bentar, saya mau cerita yang Desember kan? Kok malah jadi cerita yang Juli ya? Sori sori… maklum terbawa kenangan dan perasaan… *halah…*

Waktu itu tanggal 20 malam ada kegiatan BBQ di villa tempat kami menginap. Nah, sekitar jam setengah satu pagi (kalo ini udah tanggal 21 yak?), saya udah tertidur dengan biadabnya di dipan ruang utama, karena saya pikir lebih enak tidur di situ (sebenernya sih karena dulu liat Kurni tidur di situ kayaknya enak, jadi pengen coba, setelah dicoba dan dapet pengalaman ini jadi nyesel kenapa ga tidur di kamar aja, huhuhu…) Jadi memang ceritanya yang lain melanjutkan BBQ dan saya tidur. Jam 3 pagi atau setengah 4 gitu, saya terbangun karena saya pikir saya mendengar suara-suara aneh. Suara-suara seperti orang yang disiksa dan minta ampun sambil jerit-jerit dan merintih-merintih memanggil nama Allah, kayak gini: “Allaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh…… Allaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh…. ampuuuuuuuuuunnnn….!!!”. Yang parahnya, yang berteriak-teriak seperti itu bukan cuma satu orang, tapi banyak orang, seperti sedang ritual atau apa gitu.

Pertama mendengar itu, saya pikir saya saja yang mendengar suara itu, maka saya coba untuk tidur lagi. Namun lama kelamaan sepertinya memang gak bisa tidur lagi. Serem bok! Kayak lagi ngusir setan gitu. Saya bukan takut sama setannya secara di villa kita aja udah ada yang lebih serem dari setan (hayo tebak siapa itu, yang tebakannya bener bisa dapet tandatangan saya, gratis, mo di baju, notes, atau buku kenangan juga boleh, eh iya kalo foto bareng ga gratis ya, ada biayanya lagi, tebakan ini hanya untuk tanda tangan… ingat hanya TANDA TANGAN!)

Ritual. Itulah yang membuat saya mulai merasa agak sedikit seram sampai tidak sanggup melanjutkan tidur. Mata sih merem, tapi suara-suara itu bukannya makin kecil namun makin keras saja. Sepertinya semakin semangat saja mereka melakukannya. Ada beberapa teman batch 8 yang mendengar suara itu juga, dan satu diantaranya sampe ngacir ke kamar karena ga tahan. Hihihihi… di antara kita ternyata lebih banyak kebo-nya karena lebih banyak yang tidak mendengar dan tetap tertidur pulas. Hehehe… Pagi harinya diketahui memang itu sepertinya merupakan ritual tertentu, karena di villa sebelah ternyata dihuni oleh Kyai-Ulama (or something like that) dan beberapa orang dalam suatu kelompok tertentu. Duh kok melakukan ritual seperti itu di villa umum ya, rasanya serem aja gitu, saya yang mau ngadem dan niis (niis itu istilahnya mencari ketenangan, atau refreshing lah) malah mendengar suara-suara seperti itu. Asli jadi kurang tidur tuh, hehehehe… tapi gpp kok, asal jangan tiap pergi-pergi denger yang gitu-gitu aja… bisa kapok piknik tar… hehehehehe…

Cerita yang kedua, adalah cerita tentang kemajuan teknologi yang benar-benar salah tempat. Saya tidak berusaha untuk sok suci atau sok religius di sini, karena kenyataannya memang nggak. Saya sering bolos ke gereja, sering ngantuk di gereja, dan juga kadang-kadang malah ngobrol di gereja. Saya sering kecewa sama khotbah pastor yang ga jelas (atau saya yang lemot jadi ga ngerti dan ga tertarik sama sekali dengan khotbahnya…) Cukup dengan pengakuan dosa saya, sekarang saya mau cerita tentang kejadian unik di malam Natal. Hehehehehe….

Saya pergi ke gereja 2 jam sebelum misa dimulai, dan duduk di baris ketujuh dari depan. Di depan saya, ada tiga anak muda (berasa tua nih… hihihi… setidaknya mereka sepertinya masih kuliah dan saya sudah lulus…) duduk berdampingan, dan di sampingnya duduk seorang Suster. Nah, di saat menunggu misa kudus dimulai itulah, salah seorang dari mereka mengeluarkan PSP. Bagi yang belum tau PSP itu apa, coba search di Google, kebangetan deh kalo belum tau PSP. Kalo di Google belum ketemu juga, coba search-nya sambil kayang, siapa tau PSP ketemu dan encok pun hilang!


Mereka dengan asyiknya main PSP di dalam gereja, tanpa merasa tidak enak sama sekali di sebelahnya ada suster. Saya pun sebenarnya masih mengobrol dengan teman saya, yang juga tidak dapat dibenarkan karena saya sudah berada di dalam gereja. Tapi mereka itu main PSP! Main PSP di dalam gereja coba! Dan sebelahnya pun Suster! Hmmm… bisa dibayangkan ga enaknya perasaan si Suster melihat sebelahnya anak-anak muda ceria yang main PSP di dalam gereja. Untung enggak sambil kayang, kalo mereka main PSP sambil kayang dijamin Susternya minggat dari gereja. Hehehehe… mulai deh lebainya…

Waktu pun berlalu, hingga 45 menit lagi menjelang misa dimulai, PSP mulai berpindah tangan, mereka gantian main PSP sambil senyum-senyum ga jelas. Hehehehe… Dan ada lagi, satu orang temennya yang dari tadi nontonin PSP yang dimainin temannya yang satu lagi, mulai mengeluarkan buku komiknya dan membaca komik di dalam gereja. Baca KOMIK! OMG. Sudah rusakkah anak-anak muda di gereja? Atau mereka ini hanyalah Christmas-ers, yang cuma numpang ke gereja pas Natal? Hehehe… Sempurna sekali, satu main PSP, satu nontonin sambil cengar-cengir, satu lagi baca komik, dan sebelahnya Suster, bukan-bukan, bukan Suster kepala seperti di film Carita De Angel, tapi Suster beneran kok. Sungguh, malam Natal yang sempurna.

Himbauan saya, cobalah kalo ke gereja jangan bawa alat-alat elektronik yang bisa dibuat main seperti PSP dan sejenisnya, kalau mau bawa bacaan, bawalah bacaan yang kira-kira pantas dibawa ke dalam gereja. Kan enggak enak liatnya, masa mau misa malam Natal, udah datang awal-awal, malah main PSP dan baca komik. Rasanya enggak banget gitu. Untungnya, misa dimulai berhentilah kegiatan mereka. Dan mereka mengikuti misa dengan khidmat. Hehehe… seperti yang saya duga, koor di malam Natal memang bagus, dan malam Natal kemarin berlangsung menyenangkan ^^

Tuhan sudah bersedia turun ke dunia, benar-benar merendahkan dirinya (bayangkan yang mahakuasa turun jadi manusia), namun kita tidak mampu menyingkirkan PSP hanya untuk menyambutnya saja?

Regards,
Xander™

6 responses to this post.

  1. Posted by yoband on December 29, 2008 at 4:25 pm

    Yang pertama gw mo ngomong:
    “Motor gw ila….ng” T_T
    Iya… Iya… gw tau ga ada hubungannya ma postingan ini…

    Yang kedua: untung lo ga nyamperin tetangga villa mbek, salah2 lo ikutan dimasukin botol kaya di acara pemburu hantu

    Yang ketiga: Untung waktu misa berlangsung maen PSP n komiknya ga diterusin hehehe kalo nggak sapa tau susternya berubah jd buas dan nelen kedua anak tadi. Who knows… Anything can happen, it will… happen (murphy’s law)

    Yang keempat:
    “Motor gw ila…..ng” T_T

    Reply

  2. biasanya kalo misa hari raya gitu kan g dateng 2 jam sebelum jam misa. Selama nunggu didalam gereja g biasanya juga baca komik, dan cowo g main PSP (tentunya ga pake brisik yah) hihihi. Secara 2 jam didalam gereja, masa bengong aja😦

    soalnya dari pihak gereja emang suruh dateng lebih awal. Dan karena g mau dapet tempat duduk di dalam, g dateng 2 jam lebih awal!

    Salah kah ?! :((

    Reply

  3. apart from yours.. menurut g se gpp maen PSP sebelon mulai selama misanya lon mule.. secara nunggu di MBK buat misa natal itu ga masuk akal.. masa g harus datang pas sesudah misa sebelonnya selesai buat dapat tempat duduk.. aiih

    anyway g tau sapa yang seram.. tapi ga butuh de hadiahnya.. bikin kotor aja tanda tangan lo mbek.. masa cap kepalan kaki mao lo tempel ke baju g..

    Reply

  4. Posted by Xander™ on December 30, 2008 at 12:09 pm

    @yoband:
    turut bersedih…😦

    @pitshu:
    hmmm bukan salah ga salah, masa ke gereja main PSP, ehhehehe…

    @adrian:
    yah balik lagi ke masing-masing orang, tujuan ke gereja itu apa… hehehehe, just an opinion ^^

    Reply

  5. Posted by eve on December 31, 2008 at 3:16 pm

    g lbh setuju yg ga denger tuh suara bukan kebo. tp yg bisa denger tuh suara yg kebykan dosa. wkwkwkwk…….
    :peace:

    Reply

  6. huahhh… ada anak MBK juga😀, dulu pitshu di MBK sekarang di Blok Q

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: