2012: A Goat’s Mind

2012

2012

“Akhirnya nonton juga, ngantrinya capek gila bo!”
“Gue ngantri dari jam 10 pagi, kebagian nonton yang jam 9 malam, itu pun seat agak-agak depan!”
“Gue sore-sore dateng ke XXI cuma buat liat : TICKET SOLD OUT!”

Mungkin itu beberapa komentar yang gue liat dalam seminggu terakhir ini, baik lewat Twitter, Facebook, ataupun dari mulut temen-temen gue sendiri, yang sama-sama punya tujuan: nonton 2012 di bioskop. Gue sendiri udah nonton hari Rabu lalu. Bisa dibilang itu beruntung, soalnya paginya gue udah ga mikir bakalan bisa nonton hari ini, eh tau-tau siangnya ada sepupunya temen yang bersedia ngantri tiket sejak pintu XXI belum dibuka, jadilah kita nonton malam itu. Dan menurut gue, filmnya memang layak dinanti, bukan dari segi cerita, namun dari segi visual efek yang bagus banget.

Lalu seiring dengan kesuksesan film 2012 ini, berbagai komentar mulai bermunculan, dari yang suka banget sama film ini, sampe yang mencela bahkan mengharamkan film ini. Salah satu yang suka banget adalah temen gue yang udah ada si Singapore. Dia bahkan bersedia nonton untuk kedua kalinya, padahal menurut gue ceritanya sih biasa aja, sejenis sama film-film tentang kehancuran lainnya macam Armageddon, Deep Impact, ataupun The Day After Tomorrow (yang kalo diartikan dalam bahasa Indonesia menjadi : LUSA).

Nah, sampailah kita ke bagian orang-orang atau sekelompok orang yang menganggap film ini tidak bermutu, berbahaya, sampai mengharamkan film ini untuk ditonton, bagi golongan tertentu. Gue gak akan bilang agama ataupun ras ataupun organisasi tertentu, soalnya toh rasanya semua orang juga udah pada tau ya. Sejauh yang gue liat, film ini tidak mengisahkan tentang agama tertentu, dan seperti kebanyakan film tentang kiamat dan kehancuran lainnya, Amerika menjadi tokoh sentral dalam film ini. Ya iya lah, yang buat juga Amerika, wajar kan? Jadi, kalau sebagian orang, atau kelompok tertentu, atau organisasi tertentu, nganggep film ini menjadi ancaman bagi keimanan seseorang, tentu ada maksudnya bukan?

Memang iya, kalau ibu-ibu atau bapak-bapak yang enggak ngikutin perkembangan jaman (no offense), yang kalo liat sinetron aja sampe kebawa-bawa emosinya, bisa jadi terpengaruh sama film 2012 ini. Efek yang luar biasa bisa memvisualkan kehancuran dunia pada tahun 2012, mungkin bisa bikin orang-orang itu jadi ‘ngeper’ atau paranoid. Tapi kita juga harus melihat dari sudut pandang yang lain. Bangsa kita ini haruslah lebih dewasa dalam melihat segala sesuatu hal. Kalau ini adalah film, anggaplah ini sebagai sebuah film, karya seni, imajinasi. Bukan kenyataan. Dan kalau hal ini udah dibawa-bawa jadi masalah agama, maka semuanya akan jadi runyam.

Bukan hanya di agama tertentu, yang saya yakin di semua agama pun, tidak ada yang memberikan tanggal, waktu, jam, bahkan tahun, di mana kiamat akan terjadi. Bahkan, suku Maya sendiri tidak menganggap 2012 adalah akhir dunia, apocalypse, kiamat, armageddon. Dari situ, gue ngerasa sangat amat bingung kalo ada orang yang mengait-ngaitkan ini dengan isu agama. This is just a MOVIE! Toh lagian, ada pepatah yang mengatakan: “Live today like there’s no tomorrow”. Apa artinya? Artinya berbuatlah sebaik mungkin dalam hidupmu. Gue sendiri masih belom bisa ngelakuin itu. Masih banyak saat-saat yang gue habisin dengan sia-sia. Jika hal ini udah dilakukan dari sekarang, maka untuk hal yang disebut dengan kiamat, akhir jaman, armageddon, dan sejenisnya, tidak akan mempengaruhi hidup kita, gue yakin itu. So, daripada ngeributin film haram atau enggak, mending atur dulu diri kita sendiri, apakah hidup kita sendiri udah layak, atau sebenarnya kita sendiri yang ketakutan sehingga mengharamkan film sebagai kambing hitam?

Coba kita tanya kambing-kambing yang Jumat nanti akan dikorbankan. Jumat nanti tanggal 27 merupakan kiamat bagi mereka. Jika kambing saja tetap tenang makan rumput padahal tau hidup mereka gak sampai 1 minggu lagi, apakah kita lebih baik dari mereka dengan ribut mengharamkan film padahal kita sendiri ketakutan akan kiamat? Lebih baik mana, kita atau kambing?

Sebuah lagu dari Adam Lambert: Time for Miracles, sebagai penutup dari blog gue kali ini.

Regards,
Xander™

12 responses to this post.

  1. Posted by cilpi on November 22, 2009 at 4:26 pm

    hiks…lek…tgl 27 nanti kaw tak termasuk yg dikurbankan kan
    take care lek…mending u ambil cuti de mpe tgl 27
    wakakkakaka….j/k :p

    aye jg uda ntn 2012…jujurly hbs slese ntn aye jd ada rasa takut(pdhal dulu ntn deep impact,dkk biasa aj lhoh -.-“), krn klo dunia ini tiba2 kiamat aye ngrasa blm siap
    tp lantas bkn berarti jd paranoid..kyk yg tertulis d poster ny : “we were warned”..so klo menurutku dr itu film aye kyk diperingatkan utk jd berjaga2 dan bersiap2..krn tdk seorangpun dr manusia yg tau kpn hr itu tiba

    Reply

  2. like the message of this post: u can’t live ur present if you’re too afraid of your tomorrow

    Reply

  3. Posted by Shierly on November 23, 2009 at 1:10 am

    xixi yang c bingung… itu basilica st petrus ama uskup2nya hancur leburrr… patung tuhan yesus di atas bukit itu juga… even white house jg ancur kok … napa mrk yg ribut yaaa? moral story is… go to china !!! hahaha

    Reply

  4. Ini film gak ada ngasih gambaran sekalipun tentang benua Afrika. Tau-tau di ending main kasi tau aja, kl benua afrika aman terkendali –‘

    1 more thing. Produk china ada cacatnya =))

    Reply

  5. Posted by cecil on November 25, 2009 at 9:10 pm

    wah, alek mengkhawatirkan teman2-nya yang akan dikurbankan lusa😀
    film ini ceritanya biasa aja, bikin boring karena panjang banget… tapi special effect animasinya memang bagus.
    ga tau ya, mungkin karena ga percaya kiamat bakal sedekat itu, buatku ini cuma sekedar sebuah movie aja. paling boleh lah buat goda2-in teman: kalo mikir jangan kelamaan, ntar keburu kiamat😀

    Reply

  6. Posted by Xander™ on November 25, 2009 at 10:00 pm

    @bu cecil: perasaan sehati sepenanggungan gitu deh bu ceritanya… wakkaakakak…

    Reply

  7. Posted by Puput on December 1, 2009 at 8:48 pm

    Ko alex.. saia salah satu orang yg menganggap tu film biasa aja.. efek2 apalagi cerita.. tapi saia sempet tegang juga sih pas adegan hawai jadi lautan api atau pas di Curtis nya lari dari gunung meletus… pulang dari nonton, ga mendapat kesan apa2.. Hahaha.. saia aneh ya..

    Reply

  8. Posted by Xander™ on December 1, 2009 at 9:20 pm

    @puput:
    ga aneh lah… banyak jg kok yang nganggep film ini biasa aja… nothing special… gue juga cuma suka sama efeknya doank kok… ga gitu berkesan sebenernya… hehehehehe… btw kok ngakuin diri sendiri aneh sih? aneh emang… LOL

    Reply

  9. g sempet heran ama beberapa petinggi yang melarang pelem ini di puter, namanya juga pelem kok di anggap beneran sih🙂 ada2 aja dah~

    Reply

  10. Posted by Xander™ on December 18, 2009 at 9:52 am

    hahahaha itulah kerjaan orang2 penting yang sepertinya nganggur…😀

    Reply

  11. Posted by Alpin on December 22, 2009 at 11:02 pm

    wah basi nih komen gw telat , wkwk

    gw jadinya ntn 2012 di kompi -_- , pas ngantri da ga dapat , jadinya ntn astroboy deh

    lagian 2012 itu kan ga kiamat2 amat , terakhir2 masi sisa Afrika tuh , Bumi ga hancur , cuma “kebanjiran” yang parah abis @_@

    Reply

  12. I like your blog, ya memang itu cma film z,,,

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: