Not As Green As It Looks

November 22, 2009

2012: A Goat’s Mind

Filed under: Mind Production — Xander™ @ 3:32 pm
2012

2012

“Akhirnya nonton juga, ngantrinya capek gila bo!”
“Gue ngantri dari jam 10 pagi, kebagian nonton yang jam 9 malam, itu pun seat agak-agak depan!”
“Gue sore-sore dateng ke XXI cuma buat liat : TICKET SOLD OUT!”

Mungkin itu beberapa komentar yang gue liat dalam seminggu terakhir ini, baik lewat Twitter, Facebook, ataupun dari mulut temen-temen gue sendiri, yang sama-sama punya tujuan: nonton 2012 di bioskop. Gue sendiri udah nonton hari Rabu lalu. Bisa dibilang itu beruntung, soalnya paginya gue udah ga mikir bakalan bisa nonton hari ini, eh tau-tau siangnya ada sepupunya temen yang bersedia ngantri tiket sejak pintu XXI belum dibuka, jadilah kita nonton malam itu. Dan menurut gue, filmnya memang layak dinanti, bukan dari segi cerita, namun dari segi visual efek yang bagus banget.

Lalu seiring dengan kesuksesan film 2012 ini, berbagai komentar mulai bermunculan, dari yang suka banget sama film ini, sampe yang mencela bahkan mengharamkan film ini. Salah satu yang suka banget adalah temen gue yang udah ada si Singapore. Dia bahkan bersedia nonton untuk kedua kalinya, padahal menurut gue ceritanya sih biasa aja, sejenis sama film-film tentang kehancuran lainnya macam Armageddon, Deep Impact, ataupun The Day After Tomorrow (yang kalo diartikan dalam bahasa Indonesia menjadi : LUSA).

Nah, sampailah kita ke bagian orang-orang atau sekelompok orang yang menganggap film ini tidak bermutu, berbahaya, sampai mengharamkan film ini untuk ditonton, bagi golongan tertentu. Gue gak akan bilang agama ataupun ras ataupun organisasi tertentu, soalnya toh rasanya semua orang juga udah pada tau ya. Sejauh yang gue liat, film ini tidak mengisahkan tentang agama tertentu, dan seperti kebanyakan film tentang kiamat dan kehancuran lainnya, Amerika menjadi tokoh sentral dalam film ini. Ya iya lah, yang buat juga Amerika, wajar kan? Jadi, kalau sebagian orang, atau kelompok tertentu, atau organisasi tertentu, nganggep film ini menjadi ancaman bagi keimanan seseorang, tentu ada maksudnya bukan?

Memang iya, kalau ibu-ibu atau bapak-bapak yang enggak ngikutin perkembangan jaman (no offense), yang kalo liat sinetron aja sampe kebawa-bawa emosinya, bisa jadi terpengaruh sama film 2012 ini. Efek yang luar biasa bisa memvisualkan kehancuran dunia pada tahun 2012, mungkin bisa bikin orang-orang itu jadi ‘ngeper’ atau paranoid. Tapi kita juga harus melihat dari sudut pandang yang lain. Bangsa kita ini haruslah lebih dewasa dalam melihat segala sesuatu hal. Kalau ini adalah film, anggaplah ini sebagai sebuah film, karya seni, imajinasi. Bukan kenyataan. Dan kalau hal ini udah dibawa-bawa jadi masalah agama, maka semuanya akan jadi runyam.

Bukan hanya di agama tertentu, yang saya yakin di semua agama pun, tidak ada yang memberikan tanggal, waktu, jam, bahkan tahun, di mana kiamat akan terjadi. Bahkan, suku Maya sendiri tidak menganggap 2012 adalah akhir dunia, apocalypse, kiamat, armageddon. Dari situ, gue ngerasa sangat amat bingung kalo ada orang yang mengait-ngaitkan ini dengan isu agama. This is just a MOVIE! Toh lagian, ada pepatah yang mengatakan: “Live today like there’s no tomorrow”. Apa artinya? Artinya berbuatlah sebaik mungkin dalam hidupmu. Gue sendiri masih belom bisa ngelakuin itu. Masih banyak saat-saat yang gue habisin dengan sia-sia. Jika hal ini udah dilakukan dari sekarang, maka untuk hal yang disebut dengan kiamat, akhir jaman, armageddon, dan sejenisnya, tidak akan mempengaruhi hidup kita, gue yakin itu. So, daripada ngeributin film haram atau enggak, mending atur dulu diri kita sendiri, apakah hidup kita sendiri udah layak, atau sebenarnya kita sendiri yang ketakutan sehingga mengharamkan film sebagai kambing hitam?

Coba kita tanya kambing-kambing yang Jumat nanti akan dikorbankan. Jumat nanti tanggal 27 merupakan kiamat bagi mereka. Jika kambing saja tetap tenang makan rumput padahal tau hidup mereka gak sampai 1 minggu lagi, apakah kita lebih baik dari mereka dengan ribut mengharamkan film padahal kita sendiri ketakutan akan kiamat? Lebih baik mana, kita atau kambing?

Sebuah lagu dari Adam Lambert: Time for Miracles, sebagai penutup dari blog gue kali ini.

Regards,
Xander™

September 27, 2009

The Dreamer

Filed under: Mind Production — Xander™ @ 11:31 pm

Judul di atas bukanlah judul film, dan gue bukan mau review ataupun preview sebuah film yang gue yakin kalo kalian Googling dengan judul gue di atas akan dapet satu film yang isinya ada adegan 17 tahun keatasnya, tapi bukan film bokep, bukan sodara-sodara, jangan terlalu banyak berharap… dan, oh iya, pemerannya juga bukan si megabintang Miyabi atau Maria Ozawa… gue ga mau nyaingin blognya si Raditya Dika dengan mendompleng kegiatannya yang mau bikin film bareng bintang bokep Jepang… apalagi numpang bugil di Indomaret ngikutin Joko Anwar di Circle K… huyuuhh…

Jadi ceritanya gini. Beberapa hari lalu, waktu gue dalam perjalanan pulang naek motor gue, gue melihat di langit pemandangan seperti ini…

heee???

heee???

Ups, sori sodara-sodara… kesalahan teknis rupanya… gue ralat, pemandangannya seperti ini…

Crescent Moon

Crescent Moon

So, apa yang istimewa dari sebuah bulan sabit di langit item?

Jadi ceritanya, gue waktu kecil, atau lebih kerennya, my childhood, bermimpi untuk jadi seorang ahli astronomi. Yeah, ironic isn’t it? To know then I’d stuck with some codes of programming language and realize that I’d never see the same moon that I’ve seen before? Hahahaha… ga selebay itu lah, gue menikmati kok pekerjaan gue sekarang sebagai programmer, biarpun gak ngurusin bulan lagi, tapi kan tetep nungguin bulan baru (gajian), huahahaha…

Kembali ke ahli astronomi stuff. Gue dulu sangat, gue tekankan, sangat obsessed dengan yang namanya benda langit. Baik itu planet, komet, meteor, asteroid, bintang, galaksi, nebula, lubang hitam, dan lubang-lubang lainnya yang bisa dikenal oleh manusia… ups, ga semua tentunya. Sampe-sampe gue pernah bilang sama bokap gue, gue mau kuliah tentang astronomi aja. Tentu saja, bokap gue dengan bijaknya mendukung penuh… supaya gue ga masuk astronomi. “Ga ada duitnya!” he said. Bener sih. Gue mikir, gue orang Indonesia yang asalnya dari kota yang tidak terkenal, ya ya sekarang terkenal, gara-gara gempa bumi kemarin itu… lalu melihat para peneliti di Boscha yang katanya dulu adalah pusat penelitian benda langit di Indonesia… errrr… *mengurut dada* perkataan bokap gue ada benernya juga…

Gue dulu sangat kagum sama yang namanya NASA, di luar polemik bahwa Neil Amstrong dkk belum mendarat di bulan waktu itu, katanya sih cuma rekayasa kamera, entah deh bener atau enggak. Gue rasa, satu-satunya harapan mau jadi ahli astronomi yang sukses adalah bergabung dengan NASA. Yap, waktu itu gue bulatkan tekad buat jadi anggota NASA nantinya. Tekad sudah bulat, namun nasib berkata lain. Gue masuk IT sodara-sodara. Gue baru punya PC sendiri setelah masuk kuliah. Baru kenal yang namanya Windows juga waktu kuliah, dulu-dulu dah kenal sih, cuma kan gara-gara ga punya PC, jadilah belum kenal-kenal banget. Heran? Ga usah heran. Jaman gue sekolah dulu, di sana bener-bener ‘PC-less’. Ga seperti sekarang. Udah-udah, ga usah cerita soal itu lagi, kok rasanya jadi ndeso banget ya gue…

Kalo ngeliat bulan, apalagi bulan sabit, gue selalu terdorong oleh rasa penasaran dan ketertarikan yang besar, jauh lebih besar daripada gue liat bulan purnama. Biasanya kan orang semakin dilarang semakin penasaran. Liat cewek pake baju seksi lebih penasaran kan daripada liat cewek telanjang? *terdengar protes berat dari penggemar Miyabi* Buat gue, bulan sabit lebih misterius dari bulan purnama. Terkadang gue mikir, apa yang ada di bagian gelap dari bulan, bola yang menggantung di dekat bumi, yang terbawa oleh gravitasi dan mengelilingi bumi senantiasa… Itu baru bulan loh, yang kecil n deket… rasa penasaran gue buat planet-planet, maupun bintang-bintang, jauh lebih besar lagi!

Mimpi tinggalah mimpi. Mimpi menjadi ahli astronomi hilanglah sudah, dan sekarang mimpi gue berganti. Mau tau mimpi gue apa? Jadi orang kaya. Gyahahahaha… kenapa jadi orang kaya? Karena dengan jadi orang kaya, gue bisa ngelakuin apa aja. Mimpi jadi ahli astronomi juga bisa gue wujudkan kalo gue jadi orang kaya. Bikin observatorium pribadi di atap rumah? Wohooo… tenang-tenang, itu baru mimpi kok. Jadi, jangan heran kalo kalian memergokin gue lagi natap langit, menikmati keindahan bulan dan bintang yang bertebaran di angkasa, mengingatkan gue pada impian masa kecil gue…. *melamun*

Gantungkan mimpimu setinggi langit, wokeh Bung Karno, mimpi gue udah setinggi langit, bahkan mimpi gue adalah langit itu sendiri… kapan nyampenya ya? Anyway, ada satu hal lagi yang bikin gue terobsesi sampai sekarang. Silly, but interesting. UFO. Apaa?? Ya, UFO. Alien. Kenapa? Karena dari sekian banyak UFO sightings di seluruh dunia, gue bukan salah satunya yang melihat, bukan juga temen-temen yang gue kenal. Soalnya, menurut logika gue, rasanya mubazir alam semesta segitu gede, yang nempatin cuma kita doank di satu planet yang bentar lagi ancur gara-gara dirusak oleh penghuninya sendiri… (GO GREEN GUYS!!!). Soal UFO ini nanti mau gue bahas dalam satu postingan tersendiri deh, gue rasa penggemar UFO banyak juga di sini…

Ada pertanyaan: Kalo lo suka sama benda langit, kenapa ga jadi Astronaut? Kan bisa langsung ke bulan tuh?

Jawab: Simple, naik kora-kora aja gue takut, apalagi terbang ke Bulan? So, gue memutuskan untuk tertarik ke hal-hal yang aman aja, menjadi peneliti dari darat. Seems more ‘human’ for me.

Temen-temen semua ada ga yang ngalamin hal kayak gue? Punya impian masa kecil yang bener-bener sangat sulit terwujud, misalnya jadi Insinyur (karena orangtuanya ngotot pengen anaknya gelar Ir. padahal udah langka tuh gelar Ir.), atau ada yang bermimpi pengen jadi tukang tahu gitu… anyway, kenapa harus tukang tahu ya? Whatever… kalo ada, sharing di sini donk, gue mau tau pengalaman-pengalaman kalian…

Seems like it’s the end of this post, see you in my next post…

“God gives us dreams a size too big so that we can grow in them. “
~ Unknown

Regards,
Xander™

September 2, 2009

Me and Earthquake

Filed under: About Life — Xander™ @ 9:51 pm

Gempa melanda Tasikmalaya , 7.4 magnitude, potensial tsunami. FYI, posisi gue saat gempa terjadi adalah di Jakarta, lagi kerja, di Wisma Asia 2 BCA Slipi, lantai 7, duduk, dan panik. Lagi enak-enak tracing bug (bohong banget, mana ada tracing bug enak) terus terasa goyang-goyang kecil… tambah lama tambah gede… dan gede… *gue waktu itu masih tenang loh* dan kemudian terdengar bunyi krak-krak-prang yang entah berasal dari mana, dan sejurus kemudian (ga tau ga jelas pake jurus apaan) semua orang mulai lari ke arah pintu darurat.

Dan gue pun ikutan lari.

Balik lagi bentar, HP ketinggalan…

Lari lagi, ga pake mikir kerjaan, ga pake mikir tas n kunci motor, ga pake mikir apa-apa lagi langsung lari ke pintu darurat, turun dari lantai 7 sampai lantai 1 tanpa mengeluh sama sekali. Oh…… my……. God! Baru kali ini ngerasa panik banget akibat gempa. Goyangannya itu loh, asli parah banget. Setelah di bawah masih bisa becanda-becanda dikit sama temen-temen kantor…  itu sebelum gue dikasi tau pusat gempanya adalah Tasikmalaya, kota asal gue, kampung halaman gue! It’s so scary to see what I’ve got here in Jakarta and think that the source or epicentrum of the earthquake is my hometown! Dag-dig-dug-dag-dig-dug-duer!

Telp nyokap… no response… telp bokap… no response… telp sister… no response… telp sodara yang di Bandung… no response… telp sodara di Jakarta… no response… what the hell is happening with telecommunication here??? Sekian lama coba, akhirnya nyambung juga sama sodara yang di Bandung…

Sodara: “Kamu gak apa-apa di sana??? Di Tasik katanya kena, rumah ii katanya ancur!”
Gue: *panik!!!* “Hah? Serius i? HancurrrR????”
Sodara: “kurang tau juga sih ini masih susah hubungi yang di sana, ya udah ati-ati aja ya nanti saling ngabarin ya”
Gue: “Oke oke…” *lemesssssssss*

Setelah itu semakin nafsu untuk bisa telepon rumah atau salah satu dari hp nyokap or bokap. Tetep nihil hasil. Akhirnya gue duduk aja di tempat parkir sambil ngarep nunggu jaringan bisa connected. Akhirnya temen-temen gue pada coba telp pake hpnya masing-masing ke nomor bokap gue…. dan akhirnya ada satu yang nyambung! Akhirnya gue bisa telp bokap gue dan dapat kabar bahwa semua di sana selamat, cuma ada minor damages di rumah sodara dan beberapa gedung, biarpun ada beberapa juga yang roboh. What a relief! Thanks God! Alleluya!

*plong*

Setelah itu baru bisa becanda-becanda lagi, ngobrol-ngobrol, dan ga lama kemudian kembali naik ke lantai 7 lewat lift barang. Hohohoho… sampe lantai 7 terus foto-foto TKP, terutama wc cewek yang rusaknya paling parah, hehehehe… gambar-gambar TKP bisa diliat di sini gan…

Dan seperti facebook-ers pada umumnya, temen-temen gue yang jadi friend gue di facebook gue juga pada update status, dan gue dengan iseng bikin kelompok-kelompok jenis orang yang update status facebook mereka saat ataupun setelah gempa tadi… berikut summarynya:

1.    Status klasik saat gempa, yang wajar di-post orang saat gempa datang (biarpun ga wajar sih soalnya yang wajar orang lari):

  • “GEMPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa”
  • “gempaaaaaaaaaaaaaaaa kaborrrrrrrrrrrrrrrrrrrr”

2.    Status yang seneng kayaknya kalo ada gempa:

  • “gempa oi…goyang2..haha”
  • “jakarta gempa..wih,keren! Ngacir dari kntr dah.wkwk”
  • “eaa gempaaaa”
  • “Ayo goyang…Duyu…woakakak…”
  • “wkwkwkwkwkwkwwk…. abis gempa…. dr ngntk jd seger lg… XD”
  • “Fesbuker emang hebattt.. Gempa gak panik malahan sibuk update statuss.. Wakakakak..”
  • “kurang kenceng… wakakaka…”
  • “asyik…pulang cepat….”
  • “gempa nya mantap td.. lanjutkan..”

3.    Status yang cuek ga peduli gempa, ataupun ga sadar kalo ada gempa:

  • “lagi boker trus gempa…ya lanjut aja bokernya….”
  • “apa nih goyang2..”
  • “ga ngerasa gempa pas presentasi..hehehe”
  • “oh barusan teh gempa yah??? kirain teh apa.. –a.”

4.    Status yang sepertinya live from TKP gan, sambil goyang bisa update status:

  • “gempaaaaa!!!! gw lt.10, dinding pd retak, ngeriiii!!”
  • “ops ada lagi gempanya, gila dah 4 x neh”

5.    Status cenayang:

  • “kok bisa yah gw mimpi kiamad tau2 nya hari ini gempa guede amat…tandanya apa y ??? please god jgn mpe ada apa2 lg…”

6.    Status kedaerahan, sepertinya ga mo kalah sama daerah lain :P :

  • “Bandung gempa!!!”
  • “#jakartagempa!!!”

7.    Status putus asa gara-gara gempa:

  • “gempa terjebak di lt 17”
  • “binus gempa.. Dan gw di lt 8 TT”

8.    Status religius dan rendah hati:

  • “Tasikmalaya dilanda gempa besar, mohon doanya semoga saudara kita dalam keadaan baik-baik saja ….”
  • “rumah tetangga retak2..ternyata alam memang dashyat..”

9.    Status pria yang konon adalah pembawa gempa, hidupnya serba-salah:

  • “ke jogja gempa, pindah jakarta gempa jg T_T”

10.    Status yang kagum sama gempa:

  • “gempa wow”

11.    Status dot-ers (pemain dota):

  • “Sand King is coming to town…”

12.    Status workaholic:

  • “setelah gempa… Back to work back to work work work work….”

13.    Status pria egois:

  • “earthquake? at least i’m not in Jakarta. have only experienced it once in my life. and now it’s already trending topic in twitter?! what?!”

14.    Status yang asli ga nyambung sama gempa sama sekali:

  • “John legend – everbody knows lyrics..Mantaaf coy..”

15.    Status yang sepertinya bangga dah ngerasain gempa for the first time… selamat ye:

  • “ngerasain gempa pertama kali, jd puyeng.. >.<”

16.    Status ga masuk akal, maniak gempa sepertinya:

  • “,, ktany ada gempa susulan,, tp koq ga krasa lg y…” <—- bagus donk ga ada lagi…

17.    Status pengamat:

  • “ada gempa.. menurut survei.. yg pertama dilakukan adalah update status FB… –’ baru lari keluar ruangan…”
  • “Ternyata respon orang terhadap gempa lucu2 ya.. pas mau turun dari gedung ada yg dandan dulu, ganti celana dulu, nyeker/ciakga/telanjang kaki, ada yang asik chattingan, update status, terus gedor2 kamar tetangga (dipikir tetangga itu yang goyang2in kamarnya)..”

18.    Status pejuang Indonesia vs Malingsia:

  • “Ayooo cepat patenkan gempa tadi, sebelum di klaim menjadi milik malingsia.”

19.    (Tambahan) Status gak lulus pelajaran geografi di sekolah:

  • “Baru tau klu tasikmalaya itu di p.Jawa bukan di p.Sulawesi.”

Dan akhirnya, gue mau ngucapin bela sungkawa buat orang-orang yang jadi korban gempa kali ini, semoga bantuan cepat mengalir, dan Tuhan jaga orang-orang di daerah gempa supaya selamat dari bencana. Dan semoga gak ada lagi gempa susulan. Aminnnnnnnnnn!!!

Regards,
Xander™

Older Posts »

Blog at WordPress.com.